Sunday, February 22, 2009

Tokso: Apa yang Dapat Anda Lakukan

Orang dengan HIV sangat berisiko mendapat tokso, sebuah infeksi serius yang sering menyerang otak. Artikel ini menjelaskan apa yang dimaksud dengan tokso. Artikel ini juga memasukkan langkah-langkah yang dapat Anda ambil untuk mencegah dan memerangi tokso. Dengan menggunakan langkah-langkah tersebut, Anda dapat tetap sehat lebih lama. Apa itu tokso? Tokso adalah kependekan dari toksoplasmosis, istilah medis untuk penyakit ini. Pada orang dengan HIV, tokso bisa menjadi sangat serius.

Penyebab tokso adalah kuman yang sebenarnya sudah dimiliki oleh banyak orang di dalam tubuhnya. Kuman ini tidak berbahaya--kecuali Anda mengalami HIV atau beberapa penyakit lain yang melemahkan sistem kekebalan. Tanpa sistem kekebalan yang kuat untuk melindungi tubuh Anda, tokso bisa menyebabkan penyakit yang parah.

Orang dengan penyakit ini dapat mengalami sebagian atau semua gangguan berikut:

Gejala-gejala Tokso
* Sakit Kepala
* Lemah
* Sulit berpikir jernih
* Demam
* Mati rasa
* Koma
* Serangan jantung
* Gangguan saraf lain

Tokso Bisa Diobati

Obat-obatan bisa membantu memerangi tokso dengan dua cara:

  1. Dengan menjaga sistem kekebalan, Anda menjadi lebih kuat. Beberapa obat bisa membantu pertahanan tubuh melawan penyakit dalam waktu yang lama. Untuk menjaga agar Anda tetap sehat, dokter Anda dapat meminta Anda untuk menggunakan obat segera setelah mengetahui Anda mengalami HIV.
  2. Dengan mengobati infeksi tersebut. Obat-obatan yang ada sekarang ini tidak bisa menyembuhkan tokso, tapi obat-obatan itu sering membuat Anda lebih baik. Sekali Anda merasa sakit karena tokso, Anda mungkin perlu terus menggunakan obat untuk menjaga agar tokso itu tidak membuat Anda sakit.

Bagaimana Cara Membantu Diri Anda?

  1. Periksa kesehatan Anda secara teratur. Tes darah dapat menunjukkan jika Anda pernah terinfeksi oleh kuman tokso tersebut.
  2. Ceritakan pada dokter jika Anda melihat gejala-gejala tokso pada diri Anda. Dengan mewaspadai tanda-tanda itu dapat membuat dokter Anda bersiaga menjaga kemungkinan Anda mengalami tokso. Semakin cepat Anda mendapat perawatan, akan lebih baik.
  3. Jagalah sistem kekebalan Anda sekuat yang Anda mampu. Ini berarti memakan makanan yang sehat, cukup istirahat dan olahraga, dan jauhi alkohol, rokok serta obat bius. Mungkin saja dokter Anda menginginkan Anda tetap memakai obat-obatan sekalipun Anda merasa sehat.
  4. Hindari sumber-sumber yang sering menyebabkan tokso. Jika Anda belum pernah terinfeksi kuman tokso, Anda harus berhati-hati menghindarinya. Dua sumber utama yang menyebabkan tokso adalah kotoran kucing dan daging yang kurang matang atau mentah.
    • Cara menghindari kuman tokso:
    • Karena kotoran kucing kadangkala terinfeksi tokso, maka hindari kotoran kucing. Mintalah orang lain untuk membersihkan kotoran kucing. Jika Anda membersihkan tempat kotoran kucing, pakailah sarung tangan dan masker wajah.
    • Masaklah semua daging (termasuk ayam atau pun ayam kalkun) dan telur hingga benar-benar matang.
  5. Patuhi jadwal pengobatan Anda. Anda harus menggunakan obat yang diresepkan dokter dalam jam yang tepat, dan selama dokter meminta Anda melakukannya. Pastikan Anda tahu apa yang Anda harus lakukan, dan lakukan hal ini dengan rutin. Jika Anda punya pertanyaan, jangan takut untuk bertanya pada dokter atau pun staf klinik.
  6. Laporkan keluhan baru yang timbul sewaktu Anda sedang menggunakan obat untuk tokso. Obat-obat Anda dapat menyebabkan efek samping. Kadangkala dengan mengubah jumlah atau jenis obat bisa membantu.

Penelitian: Harapan di Masa Depan

Para ilmuwan mencoba menemukan obat yang lebih baik untuk melawan tokso. Kini, obat baru sedang diuji yang mungkin bekerja lebih baik daripada obat-obatan yang ada untuk mengobati dan mencegah penyakit ini.

Ingat:

  • Pastikan untuk memeriksa kesehatan secara teratur.
  • Jauhkan diri dari kuman tokso, hindari kotoran kucing dan masaklah semua daging dan telur sampai benar-benar matang.
  • Jika Anda mengalami gejala-gejala tokso, hubungi dokter.
  • Gunakan obat sesuai anjuran.
[Sumber: Mediconsult.com Desember 1997]

TOKSO

Apakah?

Tokso disebabkan oleh parasit Toxoplasma gondii. Tokso menular pada sebagian besar mamalia (termasuk manusia) dan beberapa jenis burung. Kucing menularkan tokso meialui kotorannya, sedangkan binatang lain melalui masakan daging yang kurang matang. Sembilan puluh persen kucing terpapar tokso. Selain itu, kita dapat tehnfeksi tokso karena makan buah atau sayuran yang tidak dicuci bersih, dari ibu yang terinfeksi tokso ke bayinya melalui plasenta, atau tak sengaja menelan tanah selagi bercocok-tanam.

Tokso biasanya menginfeksi otak, tetapi bisa juga menyerang bagian tubuh -lain terutama mata. Tokso menyebabkan lluka yang amat sedus di otak. Pada kehamilan, tokso dapat mengakibatkan keguguran atau cacat pada bayi. Tokso dapat djobati. Karena sangat berbahaya, penyakit ini harus diobati secepat mungkin.

Bagaimana terserang tokso?

Pengalaman di Amerika, 50 % penduduknya terpapar kuman tokso. Pada kebanyakan orang, infeksi tokso tidak berbahaya karena kumannya "tidur" di dalam tubuh. Namun, jika seseorang terinfeksi tokso dan HIV sekaligus, tokso di dalam tubuh dapat "bangun" dan menjadi aktif sehingga menyebabkan sakit yang serius. Odha dapat diserang tokso jika ia telah terinfeksi kuman tokso, dan sistem kekebalan tubuhnya sangat lemah. Orang yang menderita tokso biasanya jumlah CD4-nya kurang dari 200.

Kita dapat terserarig tokso dari makanan daging yang kurang matang. Kita juga dapat tertular tokso karena menyentuh kotoran kucing. Jika kita memellhara kucing, cuci tangan secara seksama setelah membersihkan kotorannya. Kita juga bisa memeriksakan kucing kita ke dokter untuk mengetahui apakah ia memiliki kuman tokso.

Apakah saya terinfeksi tokso?

Kita bisa mengetahui apakah kita terinfeksi kuman tokso atau tidak. Caranya dengan melakukan tes darah yaitu tes antibodi toksoplasma di dokter. Jika kita dinyatakan terinfeksi tokso, hal ini bukan berarti kita menderita penyakit tokso, Namun, terinfeksi tokso berarti penyakitnya akan berkembang di kemudian hari, Odha sebaiknya menjalani tes antibodi tokso untuk mengetahui risiko berkembangnya penyakit ini pada dirinya. Sebaiknya tes dijalani selagi kita dalam keadaan sehat dan CD4 kita diatas 200. Tanyakan pada dokter anda tentang tes antibodi tokso ini.

Gejala tokso ada yang lemah dan ada yang serius. Contohnya, rasa lemah atau mati rasa di satu sisi tubuh, perubahan emosi atau mood, perubahan pada penglihatan (seperti penglihatan ganda, lebih sensitif terhadap cahaya terang, atau kehilangan penglihatan), kejang otot, dan sakit kepala parah yang tidak cukup diobati dengan aspirin atau obat sakit kepala lain. Gejala ini akan memburuk dan berkembang, mengakibatkan koma dan meninggal dunia jika tidak diobati secara benar.

Mendiagnosa tokso kadang-kadang sulit juga. Jika kita mengalami gejala infeksi pada otak, dugaan dokter biasanya adalah tokso dan akan langsung memberikan obat untuk tokso. Namun, ada kalanya diperlukan pemeriksaan otak dengan cara scan, yang biasa disebut CT scan atau MRI, ataupun dengan cara., biopsi.

Pencegahan

Tokso dapat dicegah. Selain menjaga kebersihan tangan, makanan, dan binatang peliharaan, tokso dapat dicegah dengan obat-obatan. Baktrim (disebut juga septra atau TMP/SMX), yang biasa digunakan untuk mencegah radang paru-paru PCP, dapat juga mencegah tokso. Tanyakan pada dokter mengenai obat ini. Ada orang yang alergi terhadap baktrim, yang mengakibatkan gatal, mual, dan kulit menjadi merah. Namun, dokter sekarang dapat mengatasi hal ini dengan memberikan dosis kecil dahulu dan perlahan-lahan ditambah. Cara ini biasanya amat membantu mereka yang tidak tahan reaksi baktrim. Pilihan lain adalah obat Dapsone, yang dapat dikombinasi dengan pyrimethamine.

Tokso dapat diobati. Jika kita terserang tokso, kita harus menjalani pengobatan seumur hidup karena obat-obatan tersebut tidak dapat membunuh tokso, melainkanhanya mengkontrolnya saja. Jadi, jika kita tidak menjalani pengobatan secara teratur penyakit ini dapat kambuh.

Pengobatan

Tokso dapat diobati dengan beberapa jenis obat. Jika penyakitnya serius, kita mungkin akan diberikan paling tidak dua jenis obat. Dokter akan berusaha memberikan obat yang tepat bagi kita.

Sulfadiazine dan Pyrimethamine yang digunakan sekaligus adalah obat tokso yang paling umum. Namun sulfadiazine dapat mengakibatkan reaksi alergis serius jika kita tidak cocok. Untuk penggantinya, dokter biasanya memberikan clindamycin. Pada beberapa orang, Clindamycin dapat mengakibatkan gangguan perut. Pyrimethamine dapat mengakibatkan kurang darah. Untuk mengatasi efek Pyrimethamine pada sumsum kita, dianjurkan untuk juga menggunakan obat leucovorin (atau folinic acid).

Ada obat lain yang lebih jarang digunakan. Misalnya, azithromycin, fansidar, dan mepron. Konsultasikan dengan dokter mengenai obat-obatan ini jika obat-obatan yang biasa kita minum tidak berfungsi atau malah mengakibatkan efek samping yang mengganggu.

No comments: