Tuesday, February 10, 2009

Dehidrasi Akibat Diare Bisa Berujung Kematian!

SAAT mengalami diare atau muntaber, anak kerap kehilangan nafsu makan, sering kali tidak mau minum. Akibatnya, cairan yang masuk dan keluar dari tubuh tidak seimbang.

Tak hanya itu, sejumlah mineral penting, seperti sodium, potasium, dan klorida juga ikut terbuang. Jika dibiarkan terus bisa jadi akan berujung pada kematian. Meski angka kematian bayi akibat dehidrasi saat ini terbilang rendah, namun dehidrasi juga dapat menyebabkan kerusakan ginjal dan kerusakan organ tubuh lainnya.

DR Dr H Tb Rachmat Sentika SpA, MARS dari Rumah Sakit Internasional Bintaro memberikan informasi mengenai gejala dan penanganan dehidrasi.

Gejala Dehidrasi:
- Ditandai bagian mulut dan bibir yang kering. Jika tubuh kekurangan cairan hampir seluruh tubuh akan menjadi kering.
- Penurunan berat badan hingga 5 persen dari berat badan asalnya.
- Ubun-ubun lebih cekung dari biasanya.
- Mata tampak cekung seakan terbenam.
- Lemas.
- Produksi urin yang berkurang.
- Kulit tampak pucat, kering dan tidak elastis. Cubit kulit bayi secara perlahan. Jika mengalami dehidrasi, setelah dicubit kulitnya tidak akan cepat kembali normal.
- Demam. Terjadi peningkatan suhu tubuh sampai 38 derajat Celsius bahkan lebih.
- Kesadaran si kecil menurun, napas jadi cepat dan denyut jantung meningkat.
- Hilang kesadaran. Cairan yang sangat dibutuhkan untuk metabolisme tubuh berkurang, maka seluruh sistem kerja organ tubuh menjadi terganggu dan otak tidak berfungsi secara sempurna.

Penanganannya

Jika si kecil diare dan mulai menunjukkan gejala seperti di atas, segeralah memberinya pertolongan seperti:
- Sebagai pertolongan pertama, secara tradisional Anda bisa memberinya air tajin (air rebusan beras). Beberapa penelitian menyebutkan air tajin mengandung glukosa polimer, yaitu gula yang mudah diserap dan dicerna tubuh. Protein poliglukosa yang dikandung dalam tepung tajin pun dapat membuat feses lebih padat.
- Berikan oralit dengan takaran yang tepat. Misalnya, 1 sachet kecil dicampur 200 gr air putih. Tanpa takaran akurat, oralit justru membahayakan karena kandungan garamnya yang masih kental dikhawatirkan akan meningkatkan dehidrasi. Pasalnya garam yang pekat akan "menyerap" air dari sel-sel tubuh.
- Jangan memberikan air putih saja untuk si kecil yang sedang muntah, diare atau dehidrasi. Karena air putih tidak mengandung elektrolit yang diperlukan tubuh saat dehidrasi terjadi, dan ini bisa membahayakan khususnya untuk si kecil.
- Jangan memberikan cairan yang manis seperti sari buah karena akan memperburuk kondisi diare anak.
- Jika gejala dehidrasi terlihat semakin berat, segera bawa anak ke dokter atau rumah sakit terdekat. Saat ini penanganan yang paling tepat adalah pemberian cairan melalui infus, sebelum keadaannya menjadi semakin tidak teratasi.

No comments: