SekilasInfo :.::.::.::. Rasulullah saw : "Pengobatan terbaik adalah Bekam/ Al-Hijam dan Madu :.::.::.::. Majelis Dzikir aura insani Hidayatullah :.::.::.::. Dapatkan Madu Wasilah Dzikir & Doa Ust. Galih Gumelar, Yang alhamdulillah dengan izin dan pertolongan Allah swt. Telah terbukti mengobati berbagai penyakit medis dan non medis. Dapatkan Madu Wasilah dzikir & Doa Ust. Galih Gumelar, ST hanya di Glest Radio 774 AM -Tangerang, Jl. Utama Ujung 334 Komp. P&K Cipondoh Indah Tangerang Banten, Info: 021-5549023, 021-70522100 :.::.::.::.

Mendengarkan Al - qur'an Mercepat Penyembuhan Stroke

"Ketika penderita stroke mendengarkan ayat suciAl- Qur'an selama dua - tiga jam setiap hari, memori verbal dan rentang perhatian pasien membaik secara signifikan dibandingkan dengan mereka yang tidak mendapat stimulasi ayat - ayat suciAl-Qur'an atau hanya mendengarkan cerita yang dibacakan dengan keras dan musik" Ungkap Ustad Galih Gumelar.....Selengkapnya

Mengambil Manfaat Puasa untuk Detoksifikasi

Mengambil Manfaat Puasa untuk Detoksifikasi
Kini semakin banyak ditemui berbagai klinik kecantikan yang menjanjikan detoksifikasi yang menjanjikan penurunan berat badan secara instan. Padahal detoksifikasi atau sering disebut detoks, tidak berarti menurunkan berat badan. Manfaat sebenarnya adalah..... Selengkapnya...........

Trauma Mata

Trauma mata merupakan kasus gawat darurat mata, dan dapat juga sebagai kasus polisi. Perlukaan yang ditimbulkan dapat ringan sampai berat atau menimbulkan kebutaan... Selengkapnya

Minum Air Sembuhkan Penyakit

Minum Air Sembuhkan PenyakitMINUM: Meminum air putih adalah aktivitas yang dibutuhkan tubuh sehari-hari. Dengan metode yang tepat, dapat membantu menyembuhkan penyakit. Selengkapnya.......


Syaraf Kejepit

Syaraf terjepit ternyata bukanlah hal yang jarang dialami oleh banyak orang. Kondisi ini dialami oleh berbagai orang dari berbagai profesi, hobi dan olahraga. Dari pekerja kantoran.... Selengkapnya

Bagaimana Bawang Putih Melawan Kanker?

Dalam masyarakat modern bawang putih (Allium sativum) dipercaya dapat mencegah serangan jantung, penggumpalan ... Selengkapnya.......

TELINGA

Sakit-sakit telinga, sumbatan-sumbatan telinga dan kondisisi-kondisi lainnya yang berhubungan dengan telinga adalah kejadian-kejadian yang umum, terutama pada anak-anak... Selengkapnya...

Makanan Goreng Memicu Kanker?

Analisa seorang dokter medis ahli kanker sekaligus pakar pengobatan tradisional Tiongkok tentang mengapa angka kejadian kanker di Indonesia ...Selengkapnya....

SULIT TIDUR (Insomnia)

susahtidur.jpgSulit tidur biasanya merupakan gejala awal penuaan dan biasanya bersifat sementara. Gangguan ini menjadi masalah besar bila terjadi setiap malam. Sehingga jatah tidur berkurang, minimal... Selengkapnya...

Bahaya Mengorok

Mengotrok bukan sekadar kebiasaan buruk yang mengganggu teman tidur. Mengorok juga bisa menyebabkan beragam penyakit berbahaya seperti sakit jantung dan stroke.
Selengkapnya.....

Amankah Suntik Vit. C?

Amankah Suntik Vitamin C?
Untuk memperoleh manfaat optimal dari suntik vitamin C, perhatikan dosis serta kandungan tambahannya dengan cermat. Pastikan juga Anda...
Selengkapnya...
Jazzakumullah Khairon Khatsiro. Atas donasi Bapak/Ibu dan pengguna web Untuk Membantu Dakwah Lewat Web ini Semoga Diterima dan Dilipatgandakan oleh Allah SWT. Mari ikutan berdakwah lewat web ini Salurkan rizki anda di DDW(Donasi Dakwah lewat Web) ke: Rek. BCA a/n Galih Gumelar : 658 017 3053 (bisa tranfer antar bank yg online)
APA PUN PENYAKITNYA..., KESEMBUHAN ADA DI TANGAN ALLAH SWT. HANYA DENGAN NIAT KARENA ALLAH, BERDOA KEPADA ALLAH DAN BERIKTIHAR, INSYA ALLAH KESEMBUHAN AKAN KITA DAPATKAN

Friday, September 11, 2009

Diabetes dan Penurunan Kualitas Hidup

PengobatanUstadz Galih Gumelar -
Penyakit diabetes mellitus (DM)-yang dikenal masyarakat sebagai penyakit gula atau kencing manis-terjadi pada seseorang yang mengalami peningkatan kadar gula (glukosa) dalam darah akibat kekurangan insulin atau reseptor insulin tidak berfungsi baik.

SEKITAR 14 tahun silam Douglas Cairns (39) terpaksa kehilangan kariernya sebagai instruktur pilot jet latih tempur di Royal Air Force Inggris. Penyebabnya, ia diketahui menderita diabetes tipe 1. Sesuai peraturan di Inggris, penderita diabetes tidak diizinkan berkarya di angkatan udara atau militer. Bulan September 2002, Cairns ingin membuktikan, penderita diabetes pun mampu menerbangkan pesawat.

DENGAN mengambil cuti besar selama dua tahun dari pekerjaan sebagai Chief Executive Officer (CEO) perusahaan patungan Schroeder yang bergerak di bidang manajemen keuangan industri, Cairns melakukan petualangan terbang keliling dunia dengan pesawat kecil baling-baling bermesin ganda Beech Baron B58. Pertengahan bulan Desember 2002, ia mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta.

Selama menjalani petualangan terbang keliling dunia itu, Cairns harus disiplin mengontrol kadar gula darah. Pemeriksaan kadar gula darah menjadi semacam "ritual wajib" Cairns, 30 menit sebelum lepas landas, setiap jam selama penerbangan, dan 30 menit setelah mendarat (Kompas, 18/12/2002).

Pengalaman Cairns membuktikan, menderita diabetes bukan berarti kiamat. Penderita diabetes bisa hidup secara wajar dan normal seperti orang- orang yang bukan penderita diabetes. Bedanya, seperti dicontohkan Cairns, penderita diabetes harus disiplin mengontrol kadar gula darah agar tidak meningkat di atas normal untuk jangka waktu panjang.

Penyakit diabetes mellitus (DM)-yang dikenal masyarakat sebagai penyakit gula atau kencing manis-terjadi pada seseorang yang mengalami peningkatan kadar gula (glukosa) dalam darah akibat kekurangan insulin atau reseptor insulin tidak berfungsi baik.

Diabetes yang timbul akibat kekurangan insulin disebut DM tipe 1 atau Insulin Dependent Diabetes Mellitus (IDDM). Sedang diabetes karena insulin tidak berfungsi dengan baik disebut DM tipe 2 atau Non-Insulin Dependent Diabetes Mellitus (NIDDM).

Insulin adalah hormon yang diproduksi sel beta di pankreas, sebuah kelenjar yang terletak di belakang lambung, yang berfungsi mengatur metabolisme glukosa menjadi energi serta mengubah kelebihan glukosa menjadi glikogen yang disimpan di dalam hati dan otot.

Menurut Prof Dr dr Askandar Tjokroprawiro SpPD KE dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga/RSUD dr Soetomo Surabaya, tidak keluarnya insulin dari kelenjar pankreas penderita DM tipe 1 bisa disebabkan oleh reaksi autoimun berupa serangan antibodi terhadap sel beta pankreas.

Pada penderita DM tipe 2, insulin yang ada tidak bekerja dengan baik karena reseptor insulin pada sel berkurang atau berubah struktur sehingga hanya sedikit glukosa yang berhasil masuk sel. Akibatnya, sel mengalami kekurangan glukosa, di sisi lain glukosa menumpuk dalam darah. Kondisi ini dalam jangka panjang akan merusak pembuluh darah dan menimbulkan pelbagai komplikasi.

Askandar menyebutkan tiga gejala klasik yang dialami penderita diabetes. Yaitu, banyak minum, banyak kencing, dan berat badan turun. "Pada awalnya, kadang-kadang berat badan penderita diabetes naik. Penyebabnya, kadar gula tinggi dalam tubuh," jelasnya.

Gejala lain, sebagaimana ditulis dr Imam Subekti SpPD KE dari Subbagian Metabolik-Endokrin Bagian Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/Rumah Sakit Cipto Mangukusumo (FKUI/RSCM) dalam buku Penatalaksanaan Diabetes Melitus Terpadu adalah gangguan saraf tepi berupa kesemutan terutama di malam hari, gangguan penglihatan, gatal di daerah kemaluan atau lipatan kulit, bisul atau luka yang lama sembuh, gangguan ereksi pada pria dan keputihan pada perempuan.

Jika tidak tepat ditangani, dalam jangka panjang penyakit diabetes bisa menimbulkan berbagai komplikasi akibat gangguan pembuluh darah.

Menurut Askandar, gangguan bisa terjadi pada pembuluh darah otak (stroke), pembuluh darah mata (gangguan penglihatan), pembuluh darah jantung (penyakit jantung koroner), pembuluh darah ginjal (gagal ginjal), serta pembuluh darah kaki (luka yang sukar sembuh/gangren). Penderita juga rentan infeksi, mudah terkena infeksi paru, gigi, dan gusi serta saluran kemih.

  1. Kardiopati diabetik

    Kardiopati diabetik adalah gangguan jantung akibat diabetes. Glukosa darah yang tinggi dalam jangka waktu panjang akan menaikkan kadar kolesterol dan trigliserida darah. Lama-kelamaan akan terjadi aterosklerosis atau penyempitan pembuluh darah.

    Askandar mengatakan, penyempitan pembuluh darah koroner menyebabkan infark jantung dengan gejala antara lain nyeri dada. Karena diabetes juga merusak sistem saraf, rasa nyeri kadang-kadang tidak terasa. Serangan yang tidak terasa ini disebut silent infraction atau silent heart attack.

    Menurut Prof dr T Santoso PhD SpPD SpJP KKV dari Subbagian Kardiologi Bagian Ilmu Penyakit Dalam FKUI/ RSCM, kematian akibat kelainan jantung dan pembuluh darah pada penderita diabetes kira-kira dua hingga tiga kali lipat lebih besar dibanding bukan penderita diabetes.

    Menurut Santoso, pengendalian kadar gula dalam darah belum cukup untuk mencegah gangguan jantung pada penderita diabetes.

    Sebagaimana rekomendasi Asosiasi Diabetes Amerika (ADA) serta perkumpulan sejenis di Eropa atau Indonesia (Perkumpulan Endokrinologi Indonesia/Perkeni), penderita diabetes diharapkan mengendalikan semua faktor secara bersama-sama untuk mendapatkan hasil yang optimal.

    "Tekanan darah harus diturunkan secara agresif di bawah 130/80 mmHg, trigliserida di bawah 150 mg/dl, LDL (kolesterol buruk) kurang dari 100 mg/dl, HDL (kolesterol baik) di atas 40 mg/dl. Hal ini memberi proteksi lebih baik pada jantung," kata Santoso.

  2. Gangren dan impotensi



    Penderita diabetes yang kadar glukosanya tidak terkontrol respons imunnya menurun. Akibatnya, penderita rentan terhadap infeksi, seperti infeksi saluran kencing, infeksi paru serta infeksi kaki.

    Banyak hal yang menyebabkan kaki penderita diabetes mudah kena infeksi. Askandar mencontohkan, terkena knalpot, lecet akibat sepatu sesak, luka kecil saat memotong kuku, kompres kaki yang terlalu panas. Infeksi kaki mudah timbul pada penderita diabetes kronis dan dikenal sebagai penyulit gangren atau ulkus.

    Jika dibiarkan, infeksi akan mengakibatkan pembusukan pada bagian luka karena tidak mendapat aliran darah. Pasalnya, pembuluh darah penderita diabetes banyak tersumbat atau menyempit. Jika luka membusuk, mau tidak mau bagian yang terinfeksi harus diamputasi.

    Menurut Askandar, penderita diabetes yang terkena gangren perlu dikontrol ketat gula darahnya serta diberi antibiotika. Penanganan gangren perlu kerja sama dengan dokter bedah. Untuk mencegah gangren, penderita diabetes perlu mendapat informasi mengenai cara aman memotong kuku serta cara memilih sepatu.

    Impotensi juga menjadi momok bagi penderita diabetes. Menurut Askandar, impotensi disebabkan pembuluh darah mengalami kebocoran sehingga penis tidak bisa ereksi. Impotensi pada penderita diabetes juga bisa disebabkan oleh faktor psikologis atau gabungan organis dan psikologis. Jika masih awal, kurang dari enam bulan, impotensi masih bisa disembuhkan.

  3. Nefropati diabetik


    Nefropati diabetik adalah gangguan fungsi ginjal akibat kebocoran selaput penyaring darah. Sebagaimana diketahui, ginjal terdiri dari jutaan unit penyaring (glomerulus). Setiap unit penyaring memiliki membran/selaput penyaring. Kadar gula darah tinggi secara perlahan akan merusak selaput penyaring ini.

    Menurut Prof dr Wiguno Prodjosudjadi PhD dari Subbagian Nefrologi Bagian Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM, gula yang tinggi dalam darah akan bereaksi dengan protein sehingga mengubah struktur dan fungsi sel, termasuk membran basal glomerulus. Akibatnya, penghalang protein rusak dan terjadi kebocoran protein ke urin (albuminuria). Hal ini berpengaruh buruk pada ginjal.

    Menurut situs Nephrology Channel, tahap mikroalbuminuria ditandai dengan keluarnya 30 mg albumin dalam urin selama 24 jam. Jika diabaikan, kondisi ini akan berlanjut terus sampai tahap gagal ginjal terminal. Karena itu, penderita diabetes harus diperiksa kadar mikroalbuminurianya setiap tahun.

    Penderita diabetes tipe 1 secara bertahap akan sampai pada kondisi nefropati diabetik atau gangguan ginjal akibat diabetes. Sekitar lima sampai 15 persen diabetes tipe 2 juga berisiko mengalami kondisi ini.

    Gangguan ginjal, lanjut Wiguno, menyebabkan fungsi ekskresi, filtrasi dan hormonal ginjal terganggu. Akibat terganggunya pengeluaran zat-zat racun lewat urin, zat racun tertimbun di tubuh. Tubuh membengkak dan timbul risiko kematian. Ginjal juga memproduksi hormon eritropoetin yang berfungsi mematangkan sel darah merah. Gangguan pada ginjal menyebabkan penderita mengalami anemia.

    Pengobatan progresif sejak dini bisa menunda bahkan menghentikan progresivitas penyakit. Repotnya penderita umumnya baru berobat saat gangguan ginjal sudah lanjut atau terjadi makroalbuminuria (300 mg albumin dalam urin per 24 jam).

    Pengobatan meliputi kontrol tekanan darah. Tindakan ini dianggap paling penting untuk melindungi fungsi ginjal. Biasanya menggunakan penghambat enzim pengonversi angiotensin (ACE inhibitors) dan atau penghambat reseptor angiotensin (ARBs). Selain itu dilakukan pengendalian kadar gula darah dan pembatasan asupan protein (0,6-0,8 gram per kilogram berat badan per hari).

    Penderita yang telah sampai tahap gagal ginjal memerlukan hemodialisis atau transplantasi ginjal. Gejala nefropati diabetes baru terasa saat kerusakan ginjal telah parah berupa bengkak pada kaki dan wajah, mual, muntah, lesu, sakit kepala, gatal, sering cegukan, mengalami penurunan berat badan.

    Penderita nefropati harus menghindari zat yang bisa memperparah kerusakan ginjal, misalnya pewarna kontras yang digunakan untuk rontgen, obat anti-inflamasi nonsteroid serta obat-obatan yang belum diketahui efek sampingnya.

  4. Retinopati diabetik


    Diabetes juga dapat menimbulkan gangguan pada mata. Yang terutama adalah retinopati diabetik. Keadaan ini, menurut dr Istiantoro SpM dari Bagian Ilmu Penyakit Mata FKUI/RSCM, disebabkan rusaknya pembuluh darah yang memberi makan retina.

    Bentuk kerusakan bisa bocor dan keluar cairan atau darah yang membuat retina bengkak atau timbul endapan lemak yang disebut eksudat. Selain itu terjadi cabang-cabang abnormal pembuluh darah yang rapuh menerjang daerah yang sehat.

    Retina adalah bagian mata tempat cahaya difokuskan setelah melewati lensa mata. Cahaya yang difokuskan akan membentuk bayangan yang akan dibawa ke otak oleh saraf optik.

    Bila pembuluh darah mata bocor atau terbentuk jaringan parut di retina, bayangan yang dikirim ke otak menjadi kabur. Gangguan penglihatan makin berat jika cairan yang bocor mengumpul di fovea, pusat retina yang menjalankan fungsi penglihatan sentral. Akibatnya, penglihatan kabur saat membaca, melihat obyek yang dekat serta obyek yang lurus di depan mata.

    Pembuluh darah yang rapuh bisa pecah, sehingga darah mengaburkan vitreus, materi jernih seperti agar-agar yang mengisi bagian tengah mata. Hal ini menyebabkan cahaya yang menembus lensa terhalang dan tidak sampai ke retina atau mengalami distorsi. Jaringan parut yang terbentuk dari pembuluh darah yang pecah di korpus vitreum dapat mengerut dan menarik retina, sehingga retina lepas dari bagian belakang mata. Pembuluh darah bisa muncul di iris (selaput pelangi mata) menyebabkan glaukoma.

    Risiko terjadinya retinopati diabetik cukup tinggi. Sekitar 60 persen orang yang menderita diabetes 15 tahun atau lebih mengalami kerusakan pembuluh darah pada mata.

    Pemeriksaan dilakukan dengan oftalmoskop serta angiografi fluoresen yaitu foto rontgen mata menggunakan zat fluoresen untuk mengetahui kebocoran pembuluh darah.

    Pengobatan dilakukan dengan bedah laser oftalmologi. Yaitu, penggunaan sinar laser untuk menutup pembuluh darah yang bocor, sehingga tidak terbentuk pembuluh darah abnormal yang rapuh. Selain itu bisa dilakukan vitrektomi yaitu tindakan mengeluarkan vitreus yang dipenuhi darah dan menggantinya dengan cairan jernih.

    Penderita retinopati hanya boleh berolahraga ringan dan harus menghindari gerakan membungkuk sampai kepala di bawah.

Mengenal Osteoporosis.

Pengobatan Ustadz Galih Gumelar - Osteoporosis merupakan penyakit penurunan kekuatan tulang karena tulang mengalami pengeroposan. Kondisi ini menjadikan tulang lebih mudah patah, artinya tulang bisa patah hanya dengan trauma ringan. Makanya tidak jarang ditemui penderita osteoporosis mengalami patah tulang karena kecelakaan ringan seperti terpeleset di kamar mandi, jatuh dari tempat tidur dan lain-lain.

Osteoporosis dan Monopouse

Kalsitonin merupakan hormon yang berperan penting dalam menjaga kadar kalsium dalam tulang agar tulang kuat dan padat, kinerja hormon kalsitonin ini di pengaruhi oleh hormon estrogen. Lha pada saat premonopouse dan monopouse terjadi penurunan hormon estrogen, makanya kinerja kalsitonin dalam menjaga kadar kalsium tulang menjadi kurang maksimal. Inilah alasan mengapa osteoporosis lebih banyak terjadi pada wanita yang mendekati masa monopouse dan yang tengah monopouse.

Gejala Osteoporosis

Gejala osteoporosis ? wah ini yang susah, masalahnya osteoporosis merupakan penyakit yang pendiam, tidak ada rasa sakit sama sekali pada penderita osteoporosis. Biasanya seseorang diketahui mengalami osteoporosis ketika sudah terjadi patah tulang karena pengeroposan dan perubahan postur tubuh karena tulang gak kuat menyangga tubuh *yang asalnya tegap jadi bungkuk*. Makanya pemeriksaan densitas tulang secara teratur dimulai pada masa premonopouse merupakan deteksi dini osteoporosis.

Mengenal Kortikosteroid

Pengobatan Ust. Galih Gumelar - Obat-obat golongan kortikosteroid seperti prednison, dexametason dan hydrocortisone memiliki potensi efek terapi yang cukup ampuh dalam pengobatan berbagai penyakit seperti asma, lupus, rheumatoid arthritis dan berbagai kasus inflamasi lainnya. Tapi kortiko steroid juga memiliki berbagai efek samping yang gak ngenakin, oleh karena itu sebelum menggunakan kortikosteroid apalagi dalam jangka waktu lama dan dosis tinggi sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter anda.

Bagaimana Kortikosteroid bekerja?

Obat golongan kortikosteroid sebenarnya memiliki efek yang sama dengan hormon cortisone dan hydrocortisone yang diproduksi oleh kelenjar adrenal, kelenjar ini berada tepat diatas ginjal kita (lihat gambar). Dengan efek yang sama bahkan berlipat ganda maka kortikosteroid sanggup mereduksi sistem imun (kekebalan tubuh) dan inflamasi, makanya kalo orang dengan penyakit-penyakit yang terjadi karena proses dasar inflamasi seperti rheumatoid arthritis, gout arthritis (asam urat) danalergi gejalanya bisa lebih ringan setelah pemberian kortikosteroid.


Efek Samping Kortikosteroid

Sampai saat ini ratusan produk kortikosteroid tersedia di pasaran. Layaknya obat lainnya, kortikosteroid juga beresiko menimbulkan efek samping yang tidak diharapkan, bahkan beberapa efek sampingnya dapat menimbulkan masalah kesehatan yang cukup serius. Ketika anda mengetahui efek samping yang mungkin terjadi dari obat ini, diharapkan anda bisa mengambil langkah untuk mengontrolnya.

1. Efek samping jangka pendek

  • Peningkatan tekanan cairan di mata (glaukoma)
  • Retensi cairan, menyebabkan pembengkakan di tungkai.
  • Peningkatan tekanan darah
  • Peningkatan deposit lemak di perut, wajah dan leher bagian belakang *orangnya jadi tambah tembem*

2. Efek samping jangka panjang.

  • Katarak
  • Penurunan kalsium tulang yang menyebabkan osteoporosis dan tulang rapuh sehingga mudah patah.
  • Menurunkan produksi hormon oleh kelenjar adrenal
  • Menstruasi tidak teratur
  • Mudah terinfeksi
  • Penyembuhan luka yang lama

Impotensi Bisa Disembuhkan

Definisi Impotensi
Pengobatan Ustadz Galih Gumelar - “Impotensi” berasal dari kata “im” (artinya: tidak) dan “poten” (artinya: mampu). Jika dikaitkan dengan seksualitas, impoten berarti ketidakmampuan seorang pria untuk mencapai atau mempertahankan ereksi dalam waktu yang cukup untuk mendapatkan kepuasan seksual.
Impotensi dikenal pula dengan istilah disfungsi ereksi. Dan istilah disfungsi ereksi inilah yang sekarang lebih sering digunakan.
Seorang laki-laki dikatakan mengalami disfungsi ereksi bila tidak mampu ereksi sedangkan libido (gairah seksual)nya baik. Oleh karena itu, seorang pria berusia lanjut yang kehilangan gairah seksualnya (akibat dari kadar hormon testosteron) dengan sendirinya akan sulit ereksi, dan keadaan ini tidak dikategorikan sebagai impotensi atau disfungsi ereksi.
Macam dan Faktor Penyebab Impotensi
Berdasarkan saat terjadinya, impotensi ada beberapa macam, yaitu:
1. Impotensi primer, yaitu jika keluhan impotensi sudah ada sejak awal saat seseorang melakukan hubungan seksual (pada pengalaman pertamanya).
2. Impotensi sekunder, yaitu jika keluhan impotensi timbul pada seseorang yang sebelumnya tidak mengalami keluhan impotensi.
3. Impotensi absolut, yaitu jika keluhan impotensi timbul secara terus-menerus tanpa memandang waktu, tempat dan partnernya.
4. Impotensi selektif, yaitu jika keluhan impotensi timbul pada wanita tertentu baik itu istri atau pada wanita lain.
Sedangkan menurut penyebabnya, ada dua macam impotensi yaitu: impotensi psikogen dan impotensi organik.
Impotensi psikogen adalah kelainan potensi seksual disebabkan gangguan psikis sedangkan organ reproduksi dan faktor-faktor organ terkait normal.
Faktor-faktor gangguan psikogen antara lain:
1. Faktor perkembangan: contohnya pengalaman seksual traumatik di masa kanak-kanak.
2. Faktor afektif: kecemasan tentang ukuran penis, rasa bersalah, depresi, rasa rendah diri, kecemasan akan terjadi kehamilan, dan lain-lain.
3. Faktor interpersonal: miskin kemampuan komunikasi, tegang menghadapi pasangan, pasangan tidak menarik.
4. Faktor kognisional: ketidaktahuan atau ketabuan tentang seks, percaya pada mitos tertentu.
5. Faktor lain:kelelahan, kecemasan sementara, stres menghadapi pekerjaan, dan sebagainya.
Adapun impotensi organik terjadi karena ada gangguan pada organ tubuh, misal pada sistem reproduksi, kardiovaskular, sistem saraf, sistem hormonal, sistem metabolisme sel, penyakit infeksi, pengaruh obat-obatan, trauma, kelainan genetik, dan lainnya.
Pada tahun 1960-an impotensi dianggap 90% karena faktor psikogenik, tetapi sekarang terbukti 80% impotensi bersumber dari gangguan organik, yang dapat disembuhkan dengan tindakan medis yang tepat. Sedangkan pada penderita usia di atas 40 tahun, faktor psikisnya menjadi penyebab utama pada 20% kasus.
Penyebab paling umum impotensi adalah ketika aliran darah menuju dzakar terlalu lemah, disebabkan oleh arteri yang tersumbat atau terjepit akibat dari berbagai kondisi seperti kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, diabetes juga pria pecandu rokok.
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa merokok dan meminum minuman beralkohol dapat meningkatkan risiko terjadinya impotensi. Laki-laki yang merokok memiliki kecenderungan 40% terkena impotensi dibandingkan mereka yang bukan perokok. Sedangkan peminum alkohol bisa menderita kerusakan saraf permanen, penyebab impotensi. Oleh karena itu, jika seorang laki-laki ingin terhindar dari impotensi maka hendaklah dia menghentikan kebiasaan merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol mulai sekarang juga.
Sebagai patokan, dapat dikatakan bahwa setiap faktor risiko terjadinya penyakit jantung koroner juga merupakan faktor risiko terjadinya impotensi.
Beberapa jenis obat-obatan, misalnya obat hipertensi atau penurun kadar kolesterol juga bisa menjadi penyebab impotensi. Kadang-kadang impotensi dapat diatasi hanya dengan mengganti obat tersebut.
Penanganan
Ada beberapa cara penanganan impotensi:
1. Impotensi bukan saja masalah bagi si pasien tetapi juga masalah bagi pasangannya, sehingga harus diatasi sebagai masalah berdua. Untuk itu diperlukan kerja sama, dukungan dari pasangan dan saling pengertian di antara suami-istri. Istri hendaknya berusaha sebisa mungkin memahami kondisi yang sedang dihadapi suami dan membantunya untuk mencari jalan keluar dan penyelesaian terbaik yang memuaskan keduanya.
2. Penyebab utama tetap harus diatasi. Kenali dulu penyebabnya, apakah murni faktor psikis ataukah ada penyebab organiknya, sehingga impotensi dapat ditangani secara tuntas.
3. Usaha mengendalikan penyebab dilakukan secara bersamaan dengan pemberian obat-obatan yang berfungsi melebarkan pembuluh darah sehingga aliran darah ke dzakar bertambah. Jenis obat-obatan ini hanya digunakan bila akan bersanggama, jadi tidak diminum setiap hari. Para ahli sepakat, obat oral (diminum) adalah cara yang pertama kali ditawarkan kepada penderita impotensi karena relatif mudah, cukup efektif dengan efek samping yang bisa ditoleransi dengan cukup baik. Di Indonesia ada tiga macam obat jenis ini yaitu sildenafil (viagra), tadalafil (cialis), vardenafil (levitra). Ketiganya mempunyai efektifitas yang sebanding, yaitu berkisar 70%. Meskipun obat-obat itu ada yang dijual bebas di pasaran, penulis tidak menganjurkan untuk mengonsumsinya tanpa berkonsultasi dulu dengan dokter. Bagaimanapun juga, obat-obat tersebut mempunyai efek yang harus diwaspadai pada pasien-pasien tertentu.
4. Bila obat minum tidak berhasil, pilihan selanjutnya adalah obat injeksi (disuntikkan). Angka keberhasilannya lebih tinggi, 75–80%. Namun karena harus diinjeksi, akan lebih menyakitkan dan merepotkan, maka digunakan sebagai obat pilihan kedua bila obat oral gagal atau efek sampingnya tidak dapat ditoleransi.
5. Cara lain dengan memakai pompa vakum. Alat ini berupa sungkup yang berfungsi membuat tekanan negatif di sekitar dzakar sehingga darah akan ‘terisap’ dan menimbulkan ereksi. Cara ini cukup aman dengan efek samping yang relatif sedikit tetapi mempunyai keberhasilan yang sebanding dengan suntikan.
6. Pilihan lain adalah dengan operasi, yaitu dengan mengalihkan pembuluh darah baru ke dzakar, serupa dengan operasi by pass pada penyakit jantung koroner. Keberhasilannya cukup baik, sekitar 70% dan tidak memerlukan obat atau alat bila ingin bersanggama.
7. Pilihan terakhir adalah pemasangan protese dan silikon ke dalam dzakar. Cara ini tidak memperbesar dzakar seperti halnya waktu ereksi, tetapi membuat penyangga sehingga suami bisa menggauli istri pada farjinya. Lebih dari 80% pasien dan pasangannya menyatakan puas dengan cara ini. Namun angka kegagalannya 5%. Selain itu protese yang dipasang akan merusak jaringan yang mengembang pada saat ereksi alamiah.

Apa yang Dimaksud Dengan Impotensi?

Pengobatan Ustad Galih Gumelar - Tidak ada satu pun definisi yang dapat menjelaskan istilah impotensi. Sebagian orang mungkin akan mengatakan bahwa impotensi adalah ketidakmampuan untuk memperoleh ereksi yang cukup baik untuk melakukan hubungan seks. Sebagian lagi orang mengatakan bahwa hal itu merupakan ketidakmampuan untuk mempetaankan ereksi yang kuat. Karena tiap-tiap pria akan punya pengertian sendiri-sendiri mengenai impotensi ini, mungkin paling bagus agar kita melihatnya dengan cara begini: Anda mengalami impotensi kalau Anda tidak sanggup memperoleh ereksi yang dapat membuat Anda bahagia.

Hal ini bisa berarti, Anda hanya bisa berereksi tiap 2 minggu sekali, sedangkan Anda ingin lebih sering memperolehnya.

Atau bisa juga berarti, Anda mampu memperoleh ereksi kapan pun Anda mau, namun tidak begitu kuat. Atau juga Anda sanggup memperoleh ereksi yang kuat, namun Anda mudah sekali kehilangan ereksi itu dan penis Anda pun gampang layu hanya karena gangguan sedikit saja. Atau pengertian lainnya, Anda terlampau cepat memperoleh orgasme. Sebenarnya, masalah yang terakhir disebut ini merupakan ejakulasi prematur, bukannya impotensi. Namun sebagian pria merasa cemas masalah itu akan merembet menjadi impotensi.

Definisi apa pun yang Anda gunakan setiap kali Anda berpikir mengenai impotensi, penting bagi Anda untuk mengetahui benar bagaimana mengatasi masalah ini karena jenis impotensi yang berbeda disebabkan oleh berbagai hal yang berbeda pula. Apakah masalah itu adalah:
* Anda tidak pernah memperoleh ereksi seumur hidup Anda?
* Dulu Anda mampu bereksi, namun kini Anda tidak dapat lagi memperolehnya?
* Anda bangun di pagi hari dengan ereksi, namun nampaknya hanya itulah waktu dimana Anda mempunyai ereksi?
* Anda kerap mengalami ereksi sepanjang hari, namun Anda justru tidak dapat memperolehnya di kala Anda berduaan dengan pasangan Anda?
* Anda bisa memperoleh ereksi selagi bersama pasangan Anda, namun belum cukup kuat?
* Anda sanggup memperoleh ereksi dengan pasangan Anda, namun merasa kurang lama?
* Anda bisa bereksi dengan pasangan Anda, namun nampaknya perlu jangka waktu yang lama sekali bagi Anda untuk mencapai keadaan itu?

Semua jenis impotensi ini disebabkan oleh berbagai masalah yang sedikit berbeda. Dalam sebagian kasus, pendekatan yang berbeda diperlukan untuk membantu Anda mencapai dan tetap mempertahankan ereksi.

Satu halyang harus dipertimbangkan bila Anda sedang memikirkan mengenai impotensi: Ini bukanlah topik yang biasa Anda dengar di tengah obrolan teman-teman Anda. Namun telah terhitung bahwa sekitar satu dari 10 orang pria, atau mungkin satu dari 5 pria, menderita masalah dengan impotensi yang berkelanjutan atau kronis. Angka ini muncul terhadap satu dari 4 pria yang berusia di atas 55 tahun.

ASAL MUASAL IMPOTENSI
Sebagian pria tidak langsung mengalami keadaan benar-benar perkasa sepenuhnya hingga impoten total dalam sehari. Biasanya proses yang terjadi lamat-laun, yang butuh waktu sebulan atau bahkan bertahun-tahun.

Hal ini bermula dari ketidakmampuan mempertahankan ereksi untuk lebih dari 2 atau 3 menit. Tahap berikutnya adalah ketidakmampuan untuk memperoleh ereksi "sesuai dengan tuntuan," meski Anda tetap memperoleh ereksi di pagi hari dan tetap mempunyai ereksi melalui masturbasi. Tahap paling akhir yaitu impotensi yang benar-benar total, seratus persen, meskipun tidak selalu irreversible.

Ada sejumlah berita bagus mengenai hal ini. Sebagian pria yang mengidap impotensi bisa mengatasi masalah mereka ini, meski tidak bisa disembuhkan sepenuhnya. 20 hingga 30 tahun silam, kemajuan yang lebih menjanjikan ditemukan dalam soal pemahaman psikologi seks. Dekade belakangan ini, kemajuan ilmu pengetahuan juga memungkinkan kita untuk melawan impotensi dengan terapi obat-obatan. Sewaktu kemajuan ilmu pegetahuan ini dikombinasikan, hanya ada sedikit pria yang tidak bisa memperoleh ereksi dengan bantuan profesional.

APA YANG MENJADI PENYEBAB IMPOTENSI: TUBUH ATAU PIKIRAN?
Dokter dulunya berpikir bahwa 90 persen dari pria yang mengidap impotensi memiliki masalah psikologi yang tidak memungkinkan mereka untuk memperoleh ereksi yang bagus. Tadinya dipercayai bahwa, kecuali pria menderita diabets atau paraplegic, impotensi mereka disebabkan oleh masalah psikologis.

Namun para dokter sekarang lain lagi cara berpikirnya. Meski masih banyak yang berpikir bahawa impotensi sebab utamanya karena masalah psikologi, sebagian besar dokter percaya bahwa masalah fisiklah yang paling sering menjadi biang keladi impotensi.

Cara yang masuk akal untuk melihat situasi adalah dengan begini; Sekitar sepertiga pria yang impoten memiliki sebab psikologis yang benar-benar ada. Sekitar sepertiga mempunyai sebab fisik. Sekitar sepertiga mengidap masalah kedua-duanya (ya sebab fisik jugam dan makin diperburuk saja oleh masalah psikilogis). Inilah contoh bagaimana masalah psikologis bisa memperburuk impotensi yang pada awalnya disebabkan oleh fisik.

Coba lihat seorang pria yang mengidap diabetes, yang mulai kehilangan kekuatannya dalam bereksi. Ia mungkin akan mulai cemas mengenainya. Ia mungkin akan merasa malu bahwa ereksi yang dimilikinya terlampau lamban datangnya, atau tidak sekuat dulu. Kecemasan ini membuatnya makin sulit untuk memperoleh ereksi.

Suatu waktu, ia cemas sekali bahwa ia tidak akan bisa merasa cukup tenang untuk memperoleh ereksi. Hal itu membuatnya bahkan makin cemas- setiap kali ia berada dalam situasi seksual ia menjadi takut kalau-kalau ia menjadi malu, dan dalam sekejap ia tidak bisa memperoleh ereksi sama sekali. Seperti yang Anda lihat, impotensi ini disebabkan oleh perpaduan faktor fisik mau
pun psikologis.

IMPOTENSI ATAU KETIDAKSUBURAN?
Impotensi tidaklah sama dengan ketidaksuburan, Impotensi merupakan kemampuan untuk mencapai dan mempertahankan ereksi yang memuaskan, sedangkan ketidaksuburan dilihat hanya dari kemampuan seorang ayah untuk membuahkan anak. kedua hal itu tidaklah selalu dikaitkan satu sama lain.

Memang mungkin untuk menjadi pria yang paling perkasa di dunia dengan ereksi yang hampir selalu bisa diperoleh, namun tidak mampu untuk menghasilkan anak karena kualitas sperma Anda adalah sesuatu yang menyedihkan.

Sebaliknya, mungkin juga bagi kaum pria untuk benar-benar total impoten dan masih bisa menghasilkan anak, karena mekanisme ereksi dan ejakulasi tidaklah sama. Agar dapat membuahkan anak, yang menjadi masalah adalah kualitas sperma Anda, bukannya ereksi Anda.