Selamatkan Ginjal dengan Gigi yang Sehat

Memasuki usia tua, seseorang mengalami banyak kemunduran pada sistem organ tubuhnya. Berbagai penyakit sistemik seperti penyakit hati, ginjal, dan jantung menjadi hal yang menghantui banyak orang lanjut usia. Selengkapnya......
SekilasInfo :.::.::.::. Rasulullah saw : "Pengobatan terbaik adalah Bekam/ Al-Hijam dan Madu :.::.::.::. Majelis Dzikir aura insani Hidayatullah :.::.::.::. Dapatkan Madu Wasilah Dzikir & Doa Ust. Galih Gumelar, Yang alhamdulillah dengan izin dan pertolongan Allah swt. Telah terbukti mengobati berbagai penyakit medis dan non medis. Dapatkan Madu Wasilah dzikir & Doa Ust. Galih Gumelar, ST hanya di Glest Radio 774 AM -Tangerang, Jl. Utama Ujung 334 Komp. P&K Cipondoh Indah Tangerang Banten, Info: 021-5549023, 021-70522100 :.::.::.::.

Mendengarkan Al - qur'an Mercepat Penyembuhan Stroke

"Ketika penderita stroke mendengarkan ayat suciAl- Qur'an selama dua - tiga jam setiap hari, memori verbal dan rentang perhatian pasien membaik secara signifikan dibandingkan dengan mereka yang tidak mendapat stimulasi ayat - ayat suciAl-Qur'an atau hanya mendengarkan cerita yang dibacakan dengan keras dan musik" Ungkap Ustad Galih Gumelar.....Selengkapnya

Mengambil Manfaat Puasa untuk Detoksifikasi

Mengambil Manfaat Puasa untuk Detoksifikasi
Kini semakin banyak ditemui berbagai klinik kecantikan yang menjanjikan detoksifikasi yang menjanjikan penurunan berat badan secara instan. Padahal detoksifikasi atau sering disebut detoks, tidak berarti menurunkan berat badan. Manfaat sebenarnya adalah..... Selengkapnya...........

Trauma Mata

Trauma mata merupakan kasus gawat darurat mata, dan dapat juga sebagai kasus polisi. Perlukaan yang ditimbulkan dapat ringan sampai berat atau menimbulkan kebutaan... Selengkapnya

Jazzakumullah Khairon Khatsiro. Atas donasi Bapak/Ibu dan pengguna web Untuk Membantu Dakwah Lewat Web ini Semoga Diterima dan Dilipatgandakan oleh Allah SWT. Mari ikutan berdakwah lewat web ini Salurkan rizki anda di DDW(Donasi Dakwah lewat Web) ke: Rek. BCA a/n Galih Gumelar : 658 017 3053 (bisa tranfer antar bank yg online)
APA PUN PENYAKITNYA..., KESEMBUHAN ADA DI TANGAN ALLAH SWT. HANYA DENGAN NIAT KARENA ALLAH, BERDOA KEPADA ALLAH DAN BERIKTIHAR, INSYA ALLAH KESEMBUHAN AKAN KITA DAPATKAN

Wednesday, November 18, 2009

Makanan Berlemak Picu Nafsu Makan Berlebih

Pengobatan Ustadz Galih Gumelar - Apakah Anda termasuk termasuk orang yang sulit berhenti mengemil atau makan berat? Jika ya, Anda bisa menyalahkan otak Ada yang menjadi biang keladi dibalik nafsu makan yang besar tersebut. Demikian hasil penelitian yang diterbitkan Journal of Clinical Investigation, September ini.

Penelitian ini memperkirakan molekul yang berasal dari lemak bergerak menuju otak usai makanan dicerna, dari situ respon yang ditimbulkan tubuh adalah tidak bisa berhenti makan.

"Normalnya, tubuh kita akan merespon bila merasa kenyang, tapi itu tidak selamanya terjadi ketika kita makan makanan yang enak," tukas Deborah Clegg, Asisten Profesor Internal Medicine, Universitas Southwstern, Texas seperti yang dikutip Healthday.

Lebih jauh dia menjelaskan, penelitian juga menemukan fakta dimana zat kimia lain yang diproduksi otak bisa berubah dalam periode yang singkat. Penemuan itu diduga terjadi saat masyarakat mengkonsumi makanan dengan kadar lemak tinggi.

"Otak secara spontan mendapatkan senyawa kimia yang berasal dari lemak, anda lantas menentang insulin dan leptin, enzim yang memberi perintah bagi tubuh untuk berhenti makan. Sejak anda tidak mengatakan kepada otak untuk berhenti makan maka anda akan mengkonsumsi makanan secara berlebih," tukasnya.

Sayangnya, penlitian masih terbatas pada hewan pengerat belum terbukti pada manusia. Efek dari senyawa yang diproduksi lemak muncul usai 3 hari mengkonsumsi makanan kaya lemak. Adapun jenis asam yang diduga merugikan kesehatan antara lain asam Palmitik, banyak ditemukan pada sapi dan produk olahanya macam mentega, keju, susu.

Sayur & Buah untuk Cegah Depresi

Pengobatan Ustad Galih Gumelar -Menjalankan diet tidak sehat dan banyak mengkonsumsi makanan berlemak berpotensi sebabkan depresi. Sebaliknya, mengkonsumsi sayuran, buah-buahan dan ikan bantu cegah depresi. Demikian laporan singkat hasil penelitian yang diterbitkan Universitas London dalam British Journal of Psychiatry.

Dalam riset tersebut, peneliti membandingkan dua grup yang berbeda. Grup pertama merupakan sekumpulan individu yang cenderung bergaya hidup sehat dengan memperhatikan pola makan mereka. Sementara grup kedua merupakan sekumpulan individu yang mengonsumsi makanan serba goreng, dan mengandung lemak serta gula tinggi.

Hasilnya, hanya 26% dari grup pertama yang berisiko terkena depresi. Sementara, grup kedua, bersiko dua kali lipat dari grup pertama sekitar 58%.

Dalam keterangannya, peneliti menemukan fakta dimana setiap individu dalam grup pertama banyak mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan. Kandungan oksidan yang terkandung dalam sayuran dan buah-buahan diyakini peneliti menjadi fasktor pengurang resiko depresi.

Peneliti juga menemukan, sebagian besar individu pada grup pertama banyak mengkonsumsi ikan. Artinya, protein yang terkandung dalam ikan mengandung asam lemak tak jenuh yang menstimulasikan aktivitas otak. Dengan begitu mengurangi potensi depresi.

Sementara pada grup kedua, dimana merupakan sekumpulan individu yang tidak memiliki pola makan sehat, banyak menerima efek negatif dari makanan yang dikonsumsinya.

"Penelitian yang kami lakukan menyarankan agar dibentuk semacam kebijakan mengonsumsi makanan yang sehat guna menghasilkan manfaat secara umum kepada setiap individu. Selain itu, menreapkan pola makan sehat bisa menjadi cara terbaik guna menghindarkan diri dari depresi, " ungkap peneliti sepertii yang dilansir AFP.

Penelitian sendiri mengambil 3.486 sukarelawan yang rata-rata berusia 55 tahun dan bekerja sebagai pelayan publik di London, Inggris. Setiap sukarelawan diberikan kuasioner yang menggambarkan pola makan sukarelawan dan catatan depresi yang dimiliki sukarelawan.

Masuki Usia Pensiun, Pria Sulit Tidur

Pengobatan Ustad Galih Gumelar -Bagi para pensiunan, hari pertama menikmati masa tua merupakan hal yang menakutkan. Riset yang berlangsung di Perancis menyebutkan 15 ribu pekerja di Paris mengalami susah tidur setelah 7 tahun memasuki masa pensiun. Gangguan ini meningkat sebanyak 26% ketimbang 7 tahun sebelum para pekerja pensiun.

Para peneliti memperkirakan, kualitas tidur yang menurun disebabkan beberapa faktor dimana tekanan psikologi seperti stres begitu dominan. "Pada riset sebelumnya ditemukan bukti kuat yang menghubungkan antara stres kerja dan gangguan tidur, tapi riset kesehatan yang fokus pada efek dari pensiun juga menghasilkan fakta yang sama," tegas Jussi Vahtera, Peneliti asal University of Turku in Finland. seperti yang dilansir Health Day.

Dia juga menjelaskan, dari berbagai riset sebelumnya juga meletakan faktor pensiun sebagai penyebab stres.

Sementara itu, riset yang dilakukan Jussi dan koleganya mencatat angka 24% dari pegawai pensiunan perusahaan gas dan listrik mengalami gangguan tidur. Kondisi demikian terjadi setahun sebelum pensiun. Jussi serta tim peneliti juga mencatat angka 18% dari pegawai perusahaan yang sama mengalami gangguan tidur, setahun setelah pensiun. Namun, riset tidak menyebutkan secara detail jenis gangguan tidur macam apa yang kerap menimpa pesiunan.

Dari hasil riset juga diketahui bahwa penurunan gangguan tidur umumnya dialami pensiunan berkelamin pria. Mereka dilaporkan mengalami depresi atau tekanan mental sebelum pensiun. Riset juga mencatat, perbaikan tidur hanya dialami pensiunan pria yang biasanya pekerja berlevel manajemen, dan pekerja bersistem shif atau pekerjaan yang tidak terlalu memberikan tekanan. Menurut Jussi, hanya pensiunan yang gagal berprestasi saja yang sulit memperbaiki kualitas tidur.

"Kami meyakini, riset yang dilakukan sesuai dengan kondisi dimana pemberian insentif begitu minim bagi para pensiunan," tukas Jussi. Di negara dan posisi, masih dia menjelaskan, yang tidak berani menjamin kesejahteraan pensiun akan diikuti dengan kejadian stres, gangguan tidur bahkan sebelum memasuki pensiun.

Menanggapi riset tersebut, Dr. James P. Krainson, medical director of the South Florida Sleep Diagnostic Center in Miami menyebut riset begitu menarik namun baru terbatas pendahuluan.

"Data yang masuk berasal dari perusahaan yang sama, berati tidak bisa mewakili seluruh pekerja di AS," tukas James. Menurut dia, kualitas tidur merupakan sesuatu yang dicari saat memasuki usia pensiun tetapi riset tidak menjelaskan secara definitif sehingga membutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengetahuinya.

Riset sendiri mengambil sukarelawan pensiunan dari berbagai bidang, dengan populasi 11.581 pria dan 3.133 wanita yang memasuki masa pensiun antara tahun 1990 dan 2006. Rata-rata populasi berusia rantara 55 dan 60 tahun, dan 80%nya telah mendapatkan ongkos pensiunan. Riset telah dipublikasi sejak 1 November 2009.

Wanita Cenderung Alami Serangan Jantung

Pengobatan Ustad Galih Gumelar - Serangan jantung sering diidentikan dengan kaum pria. Padahal, perempuan memiliki potensi lebih besar terkena serangan jantung. Demikian keterangan, Joko Maryono, Ahli Penyakit Dalam Rumah Sakit Medistra Jakarta, disela Seminar Tentang Jantung yang digagas Astra Zaneca di Jakarta.

Menurut Joko, perkembangan terkini perbandingan kasus serangan jantung antara pria dan wanita mencapai 1 : 1,5. Selang waktu tak lama, perbandingan akan meningkat menjadi 1:2. "Hal ini terjadi karena kesehatan perempuan tidak diperhatikan," tukasnya.

Lebih jauh dia menjelaskan, setidaknya ada beberapa faktor penyebab mengapa jumlah kasus serangan jantung pada perempuan meningkat drastis.

Pertama, tingkat frekuensi pemeriksaan medis pada perempuan cenderung minim ketimbang pria. Menurut Joko, kondisi ini begitu ironis sekalipun tingkat harapan hidup perempuan begitu tinggi.

Faktor kedua adalah masalah aktivitas. Joko menilai, perempuan tidak memiliki aktivitas yang padat layaknya pria. Sebab itu, rasa nyeri di dada kerap diabaikan.

"Perempuan itukan minim aktivitas. Kasus yang sering terjadi adalah mereka tidak pernah mengeluh sekalipun sakit. Mereka menganggap hal itu biasa, toh mereka tidak melakukan hal yang berat maka rasa sakit bukanlah hal yang serius," tegasnya.

Faktor lainnya yang turut berperan adalah asupan gula dan lemak tinggi. Dia berpendapat, biasanya faktor asupan memang tidak begitu dominan, lantaran perempuan begitu menjaga pola makan mereka. Justru, pada faktor ini, pria jauh lebih parah.

Kurangnya Kesadaran

Selain ketiga faktor tadi, faktor kurangnya kesadaran perempuan terhadap gejala penyakit kardiovaskular menjadi masalah utama. Sebabnya, perempuan tidak mendapatkan pertolongan yang tepat waktu lantaran pihak pasien dan dokternya terlambat mengambil kesimpulan terhadap gejala penyakit jantung.

Data Badan Epidemiologi Nasional di AS, seperti yang dikutip dari Yayasan Jantung Indonesia, mencatat, proporsi wanita yang mengalami kematian diluar rumah sakit lebih tinggi daripada pria. Hampir 52% perempuan mengalami serangan jantung diluar rumah sakit, dibandingkan hanya 42% pada pria. Hal ini terjadi karena gejala penyakit jantung pada perempuan sulit dikenali.

Ahli Penyakit dalam, Fakultas Kedokteran UI dan Pusat Jantung Nasional Harapan Kita, Jakarta, Yoga Yuniadi dalam tulisannya menyebutkan, penelitian-penelitian sebelumnya menunjukan, perempuan cenderung sering mengeluh nyeri pada rahang atau leher dan nyeri bahu, mual, muntah, lemas atau kembung sebagai gejala penyakit jantung dibandingkan pria.

"90% perempuan yang disurvei pada tahun 1997 tidak menyadari akan gejala yang tidak khas itu. Dilain pihak, pria lebih sering mengalami gejala nyeri dada tipikal yang menjalar sehingga mereka dan tenaga medis segera mengenali sebagai serangan jantung," tulisnya.

Sebab itu, Yogi menyarankan agar informasi terkait penyakit kardiovaskular harus dikomunikasikan secara intensif. Tidak hanya pada pasien saja tapi juga para dokter. Dengan cara itu, jumlah kasus perempuan yang terkena serangan jantung bisa diminimalisir.

Friday, September 11, 2009

Diabetes dan Penurunan Kualitas Hidup

PengobatanUstadz Galih Gumelar -
Penyakit diabetes mellitus (DM)-yang dikenal masyarakat sebagai penyakit gula atau kencing manis-terjadi pada seseorang yang mengalami peningkatan kadar gula (glukosa) dalam darah akibat kekurangan insulin atau reseptor insulin tidak berfungsi baik.

SEKITAR 14 tahun silam Douglas Cairns (39) terpaksa kehilangan kariernya sebagai instruktur pilot jet latih tempur di Royal Air Force Inggris. Penyebabnya, ia diketahui menderita diabetes tipe 1. Sesuai peraturan di Inggris, penderita diabetes tidak diizinkan berkarya di angkatan udara atau militer. Bulan September 2002, Cairns ingin membuktikan, penderita diabetes pun mampu menerbangkan pesawat.

DENGAN mengambil cuti besar selama dua tahun dari pekerjaan sebagai Chief Executive Officer (CEO) perusahaan patungan Schroeder yang bergerak di bidang manajemen keuangan industri, Cairns melakukan petualangan terbang keliling dunia dengan pesawat kecil baling-baling bermesin ganda Beech Baron B58. Pertengahan bulan Desember 2002, ia mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta.

Selama menjalani petualangan terbang keliling dunia itu, Cairns harus disiplin mengontrol kadar gula darah. Pemeriksaan kadar gula darah menjadi semacam "ritual wajib" Cairns, 30 menit sebelum lepas landas, setiap jam selama penerbangan, dan 30 menit setelah mendarat (Kompas, 18/12/2002).

Pengalaman Cairns membuktikan, menderita diabetes bukan berarti kiamat. Penderita diabetes bisa hidup secara wajar dan normal seperti orang- orang yang bukan penderita diabetes. Bedanya, seperti dicontohkan Cairns, penderita diabetes harus disiplin mengontrol kadar gula darah agar tidak meningkat di atas normal untuk jangka waktu panjang.

Penyakit diabetes mellitus (DM)-yang dikenal masyarakat sebagai penyakit gula atau kencing manis-terjadi pada seseorang yang mengalami peningkatan kadar gula (glukosa) dalam darah akibat kekurangan insulin atau reseptor insulin tidak berfungsi baik.

Diabetes yang timbul akibat kekurangan insulin disebut DM tipe 1 atau Insulin Dependent Diabetes Mellitus (IDDM). Sedang diabetes karena insulin tidak berfungsi dengan baik disebut DM tipe 2 atau Non-Insulin Dependent Diabetes Mellitus (NIDDM).

Insulin adalah hormon yang diproduksi sel beta di pankreas, sebuah kelenjar yang terletak di belakang lambung, yang berfungsi mengatur metabolisme glukosa menjadi energi serta mengubah kelebihan glukosa menjadi glikogen yang disimpan di dalam hati dan otot.

Menurut Prof Dr dr Askandar Tjokroprawiro SpPD KE dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga/RSUD dr Soetomo Surabaya, tidak keluarnya insulin dari kelenjar pankreas penderita DM tipe 1 bisa disebabkan oleh reaksi autoimun berupa serangan antibodi terhadap sel beta pankreas.

Pada penderita DM tipe 2, insulin yang ada tidak bekerja dengan baik karena reseptor insulin pada sel berkurang atau berubah struktur sehingga hanya sedikit glukosa yang berhasil masuk sel. Akibatnya, sel mengalami kekurangan glukosa, di sisi lain glukosa menumpuk dalam darah. Kondisi ini dalam jangka panjang akan merusak pembuluh darah dan menimbulkan pelbagai komplikasi.

Askandar menyebutkan tiga gejala klasik yang dialami penderita diabetes. Yaitu, banyak minum, banyak kencing, dan berat badan turun. "Pada awalnya, kadang-kadang berat badan penderita diabetes naik. Penyebabnya, kadar gula tinggi dalam tubuh," jelasnya.

Gejala lain, sebagaimana ditulis dr Imam Subekti SpPD KE dari Subbagian Metabolik-Endokrin Bagian Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/Rumah Sakit Cipto Mangukusumo (FKUI/RSCM) dalam buku Penatalaksanaan Diabetes Melitus Terpadu adalah gangguan saraf tepi berupa kesemutan terutama di malam hari, gangguan penglihatan, gatal di daerah kemaluan atau lipatan kulit, bisul atau luka yang lama sembuh, gangguan ereksi pada pria dan keputihan pada perempuan.

Jika tidak tepat ditangani, dalam jangka panjang penyakit diabetes bisa menimbulkan berbagai komplikasi akibat gangguan pembuluh darah.

Menurut Askandar, gangguan bisa terjadi pada pembuluh darah otak (stroke), pembuluh darah mata (gangguan penglihatan), pembuluh darah jantung (penyakit jantung koroner), pembuluh darah ginjal (gagal ginjal), serta pembuluh darah kaki (luka yang sukar sembuh/gangren). Penderita juga rentan infeksi, mudah terkena infeksi paru, gigi, dan gusi serta saluran kemih.

  1. Kardiopati diabetik

    Kardiopati diabetik adalah gangguan jantung akibat diabetes. Glukosa darah yang tinggi dalam jangka waktu panjang akan menaikkan kadar kolesterol dan trigliserida darah. Lama-kelamaan akan terjadi aterosklerosis atau penyempitan pembuluh darah.

    Askandar mengatakan, penyempitan pembuluh darah koroner menyebabkan infark jantung dengan gejala antara lain nyeri dada. Karena diabetes juga merusak sistem saraf, rasa nyeri kadang-kadang tidak terasa. Serangan yang tidak terasa ini disebut silent infraction atau silent heart attack.

    Menurut Prof dr T Santoso PhD SpPD SpJP KKV dari Subbagian Kardiologi Bagian Ilmu Penyakit Dalam FKUI/ RSCM, kematian akibat kelainan jantung dan pembuluh darah pada penderita diabetes kira-kira dua hingga tiga kali lipat lebih besar dibanding bukan penderita diabetes.

    Menurut Santoso, pengendalian kadar gula dalam darah belum cukup untuk mencegah gangguan jantung pada penderita diabetes.

    Sebagaimana rekomendasi Asosiasi Diabetes Amerika (ADA) serta perkumpulan sejenis di Eropa atau Indonesia (Perkumpulan Endokrinologi Indonesia/Perkeni), penderita diabetes diharapkan mengendalikan semua faktor secara bersama-sama untuk mendapatkan hasil yang optimal.

    "Tekanan darah harus diturunkan secara agresif di bawah 130/80 mmHg, trigliserida di bawah 150 mg/dl, LDL (kolesterol buruk) kurang dari 100 mg/dl, HDL (kolesterol baik) di atas 40 mg/dl. Hal ini memberi proteksi lebih baik pada jantung," kata Santoso.

  2. Gangren dan impotensi



    Penderita diabetes yang kadar glukosanya tidak terkontrol respons imunnya menurun. Akibatnya, penderita rentan terhadap infeksi, seperti infeksi saluran kencing, infeksi paru serta infeksi kaki.

    Banyak hal yang menyebabkan kaki penderita diabetes mudah kena infeksi. Askandar mencontohkan, terkena knalpot, lecet akibat sepatu sesak, luka kecil saat memotong kuku, kompres kaki yang terlalu panas. Infeksi kaki mudah timbul pada penderita diabetes kronis dan dikenal sebagai penyulit gangren atau ulkus.

    Jika dibiarkan, infeksi akan mengakibatkan pembusukan pada bagian luka karena tidak mendapat aliran darah. Pasalnya, pembuluh darah penderita diabetes banyak tersumbat atau menyempit. Jika luka membusuk, mau tidak mau bagian yang terinfeksi harus diamputasi.

    Menurut Askandar, penderita diabetes yang terkena gangren perlu dikontrol ketat gula darahnya serta diberi antibiotika. Penanganan gangren perlu kerja sama dengan dokter bedah. Untuk mencegah gangren, penderita diabetes perlu mendapat informasi mengenai cara aman memotong kuku serta cara memilih sepatu.

    Impotensi juga menjadi momok bagi penderita diabetes. Menurut Askandar, impotensi disebabkan pembuluh darah mengalami kebocoran sehingga penis tidak bisa ereksi. Impotensi pada penderita diabetes juga bisa disebabkan oleh faktor psikologis atau gabungan organis dan psikologis. Jika masih awal, kurang dari enam bulan, impotensi masih bisa disembuhkan.

  3. Nefropati diabetik


    Nefropati diabetik adalah gangguan fungsi ginjal akibat kebocoran selaput penyaring darah. Sebagaimana diketahui, ginjal terdiri dari jutaan unit penyaring (glomerulus). Setiap unit penyaring memiliki membran/selaput penyaring. Kadar gula darah tinggi secara perlahan akan merusak selaput penyaring ini.

    Menurut Prof dr Wiguno Prodjosudjadi PhD dari Subbagian Nefrologi Bagian Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM, gula yang tinggi dalam darah akan bereaksi dengan protein sehingga mengubah struktur dan fungsi sel, termasuk membran basal glomerulus. Akibatnya, penghalang protein rusak dan terjadi kebocoran protein ke urin (albuminuria). Hal ini berpengaruh buruk pada ginjal.

    Menurut situs Nephrology Channel, tahap mikroalbuminuria ditandai dengan keluarnya 30 mg albumin dalam urin selama 24 jam. Jika diabaikan, kondisi ini akan berlanjut terus sampai tahap gagal ginjal terminal. Karena itu, penderita diabetes harus diperiksa kadar mikroalbuminurianya setiap tahun.

    Penderita diabetes tipe 1 secara bertahap akan sampai pada kondisi nefropati diabetik atau gangguan ginjal akibat diabetes. Sekitar lima sampai 15 persen diabetes tipe 2 juga berisiko mengalami kondisi ini.

    Gangguan ginjal, lanjut Wiguno, menyebabkan fungsi ekskresi, filtrasi dan hormonal ginjal terganggu. Akibat terganggunya pengeluaran zat-zat racun lewat urin, zat racun tertimbun di tubuh. Tubuh membengkak dan timbul risiko kematian. Ginjal juga memproduksi hormon eritropoetin yang berfungsi mematangkan sel darah merah. Gangguan pada ginjal menyebabkan penderita mengalami anemia.

    Pengobatan progresif sejak dini bisa menunda bahkan menghentikan progresivitas penyakit. Repotnya penderita umumnya baru berobat saat gangguan ginjal sudah lanjut atau terjadi makroalbuminuria (300 mg albumin dalam urin per 24 jam).

    Pengobatan meliputi kontrol tekanan darah. Tindakan ini dianggap paling penting untuk melindungi fungsi ginjal. Biasanya menggunakan penghambat enzim pengonversi angiotensin (ACE inhibitors) dan atau penghambat reseptor angiotensin (ARBs). Selain itu dilakukan pengendalian kadar gula darah dan pembatasan asupan protein (0,6-0,8 gram per kilogram berat badan per hari).

    Penderita yang telah sampai tahap gagal ginjal memerlukan hemodialisis atau transplantasi ginjal. Gejala nefropati diabetes baru terasa saat kerusakan ginjal telah parah berupa bengkak pada kaki dan wajah, mual, muntah, lesu, sakit kepala, gatal, sering cegukan, mengalami penurunan berat badan.

    Penderita nefropati harus menghindari zat yang bisa memperparah kerusakan ginjal, misalnya pewarna kontras yang digunakan untuk rontgen, obat anti-inflamasi nonsteroid serta obat-obatan yang belum diketahui efek sampingnya.

  4. Retinopati diabetik


    Diabetes juga dapat menimbulkan gangguan pada mata. Yang terutama adalah retinopati diabetik. Keadaan ini, menurut dr Istiantoro SpM dari Bagian Ilmu Penyakit Mata FKUI/RSCM, disebabkan rusaknya pembuluh darah yang memberi makan retina.

    Bentuk kerusakan bisa bocor dan keluar cairan atau darah yang membuat retina bengkak atau timbul endapan lemak yang disebut eksudat. Selain itu terjadi cabang-cabang abnormal pembuluh darah yang rapuh menerjang daerah yang sehat.

    Retina adalah bagian mata tempat cahaya difokuskan setelah melewati lensa mata. Cahaya yang difokuskan akan membentuk bayangan yang akan dibawa ke otak oleh saraf optik.

    Bila pembuluh darah mata bocor atau terbentuk jaringan parut di retina, bayangan yang dikirim ke otak menjadi kabur. Gangguan penglihatan makin berat jika cairan yang bocor mengumpul di fovea, pusat retina yang menjalankan fungsi penglihatan sentral. Akibatnya, penglihatan kabur saat membaca, melihat obyek yang dekat serta obyek yang lurus di depan mata.

    Pembuluh darah yang rapuh bisa pecah, sehingga darah mengaburkan vitreus, materi jernih seperti agar-agar yang mengisi bagian tengah mata. Hal ini menyebabkan cahaya yang menembus lensa terhalang dan tidak sampai ke retina atau mengalami distorsi. Jaringan parut yang terbentuk dari pembuluh darah yang pecah di korpus vitreum dapat mengerut dan menarik retina, sehingga retina lepas dari bagian belakang mata. Pembuluh darah bisa muncul di iris (selaput pelangi mata) menyebabkan glaukoma.

    Risiko terjadinya retinopati diabetik cukup tinggi. Sekitar 60 persen orang yang menderita diabetes 15 tahun atau lebih mengalami kerusakan pembuluh darah pada mata.

    Pemeriksaan dilakukan dengan oftalmoskop serta angiografi fluoresen yaitu foto rontgen mata menggunakan zat fluoresen untuk mengetahui kebocoran pembuluh darah.

    Pengobatan dilakukan dengan bedah laser oftalmologi. Yaitu, penggunaan sinar laser untuk menutup pembuluh darah yang bocor, sehingga tidak terbentuk pembuluh darah abnormal yang rapuh. Selain itu bisa dilakukan vitrektomi yaitu tindakan mengeluarkan vitreus yang dipenuhi darah dan menggantinya dengan cairan jernih.

    Penderita retinopati hanya boleh berolahraga ringan dan harus menghindari gerakan membungkuk sampai kepala di bawah.