Wednesday, November 18, 2009

Makanan Berlemak Picu Nafsu Makan Berlebih

Pengobatan Ustadz Galih Gumelar - Apakah Anda termasuk termasuk orang yang sulit berhenti mengemil atau makan berat? Jika ya, Anda bisa menyalahkan otak Ada yang menjadi biang keladi dibalik nafsu makan yang besar tersebut. Demikian hasil penelitian yang diterbitkan Journal of Clinical Investigation, September ini.

Penelitian ini memperkirakan molekul yang berasal dari lemak bergerak menuju otak usai makanan dicerna, dari situ respon yang ditimbulkan tubuh adalah tidak bisa berhenti makan.

"Normalnya, tubuh kita akan merespon bila merasa kenyang, tapi itu tidak selamanya terjadi ketika kita makan makanan yang enak," tukas Deborah Clegg, Asisten Profesor Internal Medicine, Universitas Southwstern, Texas seperti yang dikutip Healthday.

Lebih jauh dia menjelaskan, penelitian juga menemukan fakta dimana zat kimia lain yang diproduksi otak bisa berubah dalam periode yang singkat. Penemuan itu diduga terjadi saat masyarakat mengkonsumi makanan dengan kadar lemak tinggi.

"Otak secara spontan mendapatkan senyawa kimia yang berasal dari lemak, anda lantas menentang insulin dan leptin, enzim yang memberi perintah bagi tubuh untuk berhenti makan. Sejak anda tidak mengatakan kepada otak untuk berhenti makan maka anda akan mengkonsumsi makanan secara berlebih," tukasnya.

Sayangnya, penlitian masih terbatas pada hewan pengerat belum terbukti pada manusia. Efek dari senyawa yang diproduksi lemak muncul usai 3 hari mengkonsumsi makanan kaya lemak. Adapun jenis asam yang diduga merugikan kesehatan antara lain asam Palmitik, banyak ditemukan pada sapi dan produk olahanya macam mentega, keju, susu.

Sayur & Buah untuk Cegah Depresi

Pengobatan Ustad Galih Gumelar -Menjalankan diet tidak sehat dan banyak mengkonsumsi makanan berlemak berpotensi sebabkan depresi. Sebaliknya, mengkonsumsi sayuran, buah-buahan dan ikan bantu cegah depresi. Demikian laporan singkat hasil penelitian yang diterbitkan Universitas London dalam British Journal of Psychiatry.

Dalam riset tersebut, peneliti membandingkan dua grup yang berbeda. Grup pertama merupakan sekumpulan individu yang cenderung bergaya hidup sehat dengan memperhatikan pola makan mereka. Sementara grup kedua merupakan sekumpulan individu yang mengonsumsi makanan serba goreng, dan mengandung lemak serta gula tinggi.

Hasilnya, hanya 26% dari grup pertama yang berisiko terkena depresi. Sementara, grup kedua, bersiko dua kali lipat dari grup pertama sekitar 58%.

Dalam keterangannya, peneliti menemukan fakta dimana setiap individu dalam grup pertama banyak mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan. Kandungan oksidan yang terkandung dalam sayuran dan buah-buahan diyakini peneliti menjadi fasktor pengurang resiko depresi.

Peneliti juga menemukan, sebagian besar individu pada grup pertama banyak mengkonsumsi ikan. Artinya, protein yang terkandung dalam ikan mengandung asam lemak tak jenuh yang menstimulasikan aktivitas otak. Dengan begitu mengurangi potensi depresi.

Sementara pada grup kedua, dimana merupakan sekumpulan individu yang tidak memiliki pola makan sehat, banyak menerima efek negatif dari makanan yang dikonsumsinya.

"Penelitian yang kami lakukan menyarankan agar dibentuk semacam kebijakan mengonsumsi makanan yang sehat guna menghasilkan manfaat secara umum kepada setiap individu. Selain itu, menreapkan pola makan sehat bisa menjadi cara terbaik guna menghindarkan diri dari depresi, " ungkap peneliti sepertii yang dilansir AFP.

Penelitian sendiri mengambil 3.486 sukarelawan yang rata-rata berusia 55 tahun dan bekerja sebagai pelayan publik di London, Inggris. Setiap sukarelawan diberikan kuasioner yang menggambarkan pola makan sukarelawan dan catatan depresi yang dimiliki sukarelawan.

Masuki Usia Pensiun, Pria Sulit Tidur

Pengobatan Ustad Galih Gumelar -Bagi para pensiunan, hari pertama menikmati masa tua merupakan hal yang menakutkan. Riset yang berlangsung di Perancis menyebutkan 15 ribu pekerja di Paris mengalami susah tidur setelah 7 tahun memasuki masa pensiun. Gangguan ini meningkat sebanyak 26% ketimbang 7 tahun sebelum para pekerja pensiun.

Para peneliti memperkirakan, kualitas tidur yang menurun disebabkan beberapa faktor dimana tekanan psikologi seperti stres begitu dominan. "Pada riset sebelumnya ditemukan bukti kuat yang menghubungkan antara stres kerja dan gangguan tidur, tapi riset kesehatan yang fokus pada efek dari pensiun juga menghasilkan fakta yang sama," tegas Jussi Vahtera, Peneliti asal University of Turku in Finland. seperti yang dilansir Health Day.

Dia juga menjelaskan, dari berbagai riset sebelumnya juga meletakan faktor pensiun sebagai penyebab stres.

Sementara itu, riset yang dilakukan Jussi dan koleganya mencatat angka 24% dari pegawai pensiunan perusahaan gas dan listrik mengalami gangguan tidur. Kondisi demikian terjadi setahun sebelum pensiun. Jussi serta tim peneliti juga mencatat angka 18% dari pegawai perusahaan yang sama mengalami gangguan tidur, setahun setelah pensiun. Namun, riset tidak menyebutkan secara detail jenis gangguan tidur macam apa yang kerap menimpa pesiunan.

Dari hasil riset juga diketahui bahwa penurunan gangguan tidur umumnya dialami pensiunan berkelamin pria. Mereka dilaporkan mengalami depresi atau tekanan mental sebelum pensiun. Riset juga mencatat, perbaikan tidur hanya dialami pensiunan pria yang biasanya pekerja berlevel manajemen, dan pekerja bersistem shif atau pekerjaan yang tidak terlalu memberikan tekanan. Menurut Jussi, hanya pensiunan yang gagal berprestasi saja yang sulit memperbaiki kualitas tidur.

"Kami meyakini, riset yang dilakukan sesuai dengan kondisi dimana pemberian insentif begitu minim bagi para pensiunan," tukas Jussi. Di negara dan posisi, masih dia menjelaskan, yang tidak berani menjamin kesejahteraan pensiun akan diikuti dengan kejadian stres, gangguan tidur bahkan sebelum memasuki pensiun.

Menanggapi riset tersebut, Dr. James P. Krainson, medical director of the South Florida Sleep Diagnostic Center in Miami menyebut riset begitu menarik namun baru terbatas pendahuluan.

"Data yang masuk berasal dari perusahaan yang sama, berati tidak bisa mewakili seluruh pekerja di AS," tukas James. Menurut dia, kualitas tidur merupakan sesuatu yang dicari saat memasuki usia pensiun tetapi riset tidak menjelaskan secara definitif sehingga membutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengetahuinya.

Riset sendiri mengambil sukarelawan pensiunan dari berbagai bidang, dengan populasi 11.581 pria dan 3.133 wanita yang memasuki masa pensiun antara tahun 1990 dan 2006. Rata-rata populasi berusia rantara 55 dan 60 tahun, dan 80%nya telah mendapatkan ongkos pensiunan. Riset telah dipublikasi sejak 1 November 2009.

Wanita Cenderung Alami Serangan Jantung

Pengobatan Ustad Galih Gumelar - Serangan jantung sering diidentikan dengan kaum pria. Padahal, perempuan memiliki potensi lebih besar terkena serangan jantung. Demikian keterangan, Joko Maryono, Ahli Penyakit Dalam Rumah Sakit Medistra Jakarta, disela Seminar Tentang Jantung yang digagas Astra Zaneca di Jakarta.

Menurut Joko, perkembangan terkini perbandingan kasus serangan jantung antara pria dan wanita mencapai 1 : 1,5. Selang waktu tak lama, perbandingan akan meningkat menjadi 1:2. "Hal ini terjadi karena kesehatan perempuan tidak diperhatikan," tukasnya.

Lebih jauh dia menjelaskan, setidaknya ada beberapa faktor penyebab mengapa jumlah kasus serangan jantung pada perempuan meningkat drastis.

Pertama, tingkat frekuensi pemeriksaan medis pada perempuan cenderung minim ketimbang pria. Menurut Joko, kondisi ini begitu ironis sekalipun tingkat harapan hidup perempuan begitu tinggi.

Faktor kedua adalah masalah aktivitas. Joko menilai, perempuan tidak memiliki aktivitas yang padat layaknya pria. Sebab itu, rasa nyeri di dada kerap diabaikan.

"Perempuan itukan minim aktivitas. Kasus yang sering terjadi adalah mereka tidak pernah mengeluh sekalipun sakit. Mereka menganggap hal itu biasa, toh mereka tidak melakukan hal yang berat maka rasa sakit bukanlah hal yang serius," tegasnya.

Faktor lainnya yang turut berperan adalah asupan gula dan lemak tinggi. Dia berpendapat, biasanya faktor asupan memang tidak begitu dominan, lantaran perempuan begitu menjaga pola makan mereka. Justru, pada faktor ini, pria jauh lebih parah.

Kurangnya Kesadaran

Selain ketiga faktor tadi, faktor kurangnya kesadaran perempuan terhadap gejala penyakit kardiovaskular menjadi masalah utama. Sebabnya, perempuan tidak mendapatkan pertolongan yang tepat waktu lantaran pihak pasien dan dokternya terlambat mengambil kesimpulan terhadap gejala penyakit jantung.

Data Badan Epidemiologi Nasional di AS, seperti yang dikutip dari Yayasan Jantung Indonesia, mencatat, proporsi wanita yang mengalami kematian diluar rumah sakit lebih tinggi daripada pria. Hampir 52% perempuan mengalami serangan jantung diluar rumah sakit, dibandingkan hanya 42% pada pria. Hal ini terjadi karena gejala penyakit jantung pada perempuan sulit dikenali.

Ahli Penyakit dalam, Fakultas Kedokteran UI dan Pusat Jantung Nasional Harapan Kita, Jakarta, Yoga Yuniadi dalam tulisannya menyebutkan, penelitian-penelitian sebelumnya menunjukan, perempuan cenderung sering mengeluh nyeri pada rahang atau leher dan nyeri bahu, mual, muntah, lemas atau kembung sebagai gejala penyakit jantung dibandingkan pria.

"90% perempuan yang disurvei pada tahun 1997 tidak menyadari akan gejala yang tidak khas itu. Dilain pihak, pria lebih sering mengalami gejala nyeri dada tipikal yang menjalar sehingga mereka dan tenaga medis segera mengenali sebagai serangan jantung," tulisnya.

Sebab itu, Yogi menyarankan agar informasi terkait penyakit kardiovaskular harus dikomunikasikan secara intensif. Tidak hanya pada pasien saja tapi juga para dokter. Dengan cara itu, jumlah kasus perempuan yang terkena serangan jantung bisa diminimalisir.

Friday, September 11, 2009

Diabetes dan Penurunan Kualitas Hidup

PengobatanUstadz Galih Gumelar -
Penyakit diabetes mellitus (DM)-yang dikenal masyarakat sebagai penyakit gula atau kencing manis-terjadi pada seseorang yang mengalami peningkatan kadar gula (glukosa) dalam darah akibat kekurangan insulin atau reseptor insulin tidak berfungsi baik.

SEKITAR 14 tahun silam Douglas Cairns (39) terpaksa kehilangan kariernya sebagai instruktur pilot jet latih tempur di Royal Air Force Inggris. Penyebabnya, ia diketahui menderita diabetes tipe 1. Sesuai peraturan di Inggris, penderita diabetes tidak diizinkan berkarya di angkatan udara atau militer. Bulan September 2002, Cairns ingin membuktikan, penderita diabetes pun mampu menerbangkan pesawat.

DENGAN mengambil cuti besar selama dua tahun dari pekerjaan sebagai Chief Executive Officer (CEO) perusahaan patungan Schroeder yang bergerak di bidang manajemen keuangan industri, Cairns melakukan petualangan terbang keliling dunia dengan pesawat kecil baling-baling bermesin ganda Beech Baron B58. Pertengahan bulan Desember 2002, ia mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta.

Selama menjalani petualangan terbang keliling dunia itu, Cairns harus disiplin mengontrol kadar gula darah. Pemeriksaan kadar gula darah menjadi semacam "ritual wajib" Cairns, 30 menit sebelum lepas landas, setiap jam selama penerbangan, dan 30 menit setelah mendarat (Kompas, 18/12/2002).

Pengalaman Cairns membuktikan, menderita diabetes bukan berarti kiamat. Penderita diabetes bisa hidup secara wajar dan normal seperti orang- orang yang bukan penderita diabetes. Bedanya, seperti dicontohkan Cairns, penderita diabetes harus disiplin mengontrol kadar gula darah agar tidak meningkat di atas normal untuk jangka waktu panjang.

Penyakit diabetes mellitus (DM)-yang dikenal masyarakat sebagai penyakit gula atau kencing manis-terjadi pada seseorang yang mengalami peningkatan kadar gula (glukosa) dalam darah akibat kekurangan insulin atau reseptor insulin tidak berfungsi baik.

Diabetes yang timbul akibat kekurangan insulin disebut DM tipe 1 atau Insulin Dependent Diabetes Mellitus (IDDM). Sedang diabetes karena insulin tidak berfungsi dengan baik disebut DM tipe 2 atau Non-Insulin Dependent Diabetes Mellitus (NIDDM).

Insulin adalah hormon yang diproduksi sel beta di pankreas, sebuah kelenjar yang terletak di belakang lambung, yang berfungsi mengatur metabolisme glukosa menjadi energi serta mengubah kelebihan glukosa menjadi glikogen yang disimpan di dalam hati dan otot.

Menurut Prof Dr dr Askandar Tjokroprawiro SpPD KE dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga/RSUD dr Soetomo Surabaya, tidak keluarnya insulin dari kelenjar pankreas penderita DM tipe 1 bisa disebabkan oleh reaksi autoimun berupa serangan antibodi terhadap sel beta pankreas.

Pada penderita DM tipe 2, insulin yang ada tidak bekerja dengan baik karena reseptor insulin pada sel berkurang atau berubah struktur sehingga hanya sedikit glukosa yang berhasil masuk sel. Akibatnya, sel mengalami kekurangan glukosa, di sisi lain glukosa menumpuk dalam darah. Kondisi ini dalam jangka panjang akan merusak pembuluh darah dan menimbulkan pelbagai komplikasi.

Askandar menyebutkan tiga gejala klasik yang dialami penderita diabetes. Yaitu, banyak minum, banyak kencing, dan berat badan turun. "Pada awalnya, kadang-kadang berat badan penderita diabetes naik. Penyebabnya, kadar gula tinggi dalam tubuh," jelasnya.

Gejala lain, sebagaimana ditulis dr Imam Subekti SpPD KE dari Subbagian Metabolik-Endokrin Bagian Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/Rumah Sakit Cipto Mangukusumo (FKUI/RSCM) dalam buku Penatalaksanaan Diabetes Melitus Terpadu adalah gangguan saraf tepi berupa kesemutan terutama di malam hari, gangguan penglihatan, gatal di daerah kemaluan atau lipatan kulit, bisul atau luka yang lama sembuh, gangguan ereksi pada pria dan keputihan pada perempuan.

Jika tidak tepat ditangani, dalam jangka panjang penyakit diabetes bisa menimbulkan berbagai komplikasi akibat gangguan pembuluh darah.

Menurut Askandar, gangguan bisa terjadi pada pembuluh darah otak (stroke), pembuluh darah mata (gangguan penglihatan), pembuluh darah jantung (penyakit jantung koroner), pembuluh darah ginjal (gagal ginjal), serta pembuluh darah kaki (luka yang sukar sembuh/gangren). Penderita juga rentan infeksi, mudah terkena infeksi paru, gigi, dan gusi serta saluran kemih.

  1. Kardiopati diabetik

    Kardiopati diabetik adalah gangguan jantung akibat diabetes. Glukosa darah yang tinggi dalam jangka waktu panjang akan menaikkan kadar kolesterol dan trigliserida darah. Lama-kelamaan akan terjadi aterosklerosis atau penyempitan pembuluh darah.

    Askandar mengatakan, penyempitan pembuluh darah koroner menyebabkan infark jantung dengan gejala antara lain nyeri dada. Karena diabetes juga merusak sistem saraf, rasa nyeri kadang-kadang tidak terasa. Serangan yang tidak terasa ini disebut silent infraction atau silent heart attack.

    Menurut Prof dr T Santoso PhD SpPD SpJP KKV dari Subbagian Kardiologi Bagian Ilmu Penyakit Dalam FKUI/ RSCM, kematian akibat kelainan jantung dan pembuluh darah pada penderita diabetes kira-kira dua hingga tiga kali lipat lebih besar dibanding bukan penderita diabetes.

    Menurut Santoso, pengendalian kadar gula dalam darah belum cukup untuk mencegah gangguan jantung pada penderita diabetes.

    Sebagaimana rekomendasi Asosiasi Diabetes Amerika (ADA) serta perkumpulan sejenis di Eropa atau Indonesia (Perkumpulan Endokrinologi Indonesia/Perkeni), penderita diabetes diharapkan mengendalikan semua faktor secara bersama-sama untuk mendapatkan hasil yang optimal.

    "Tekanan darah harus diturunkan secara agresif di bawah 130/80 mmHg, trigliserida di bawah 150 mg/dl, LDL (kolesterol buruk) kurang dari 100 mg/dl, HDL (kolesterol baik) di atas 40 mg/dl. Hal ini memberi proteksi lebih baik pada jantung," kata Santoso.

  2. Gangren dan impotensi



    Penderita diabetes yang kadar glukosanya tidak terkontrol respons imunnya menurun. Akibatnya, penderita rentan terhadap infeksi, seperti infeksi saluran kencing, infeksi paru serta infeksi kaki.

    Banyak hal yang menyebabkan kaki penderita diabetes mudah kena infeksi. Askandar mencontohkan, terkena knalpot, lecet akibat sepatu sesak, luka kecil saat memotong kuku, kompres kaki yang terlalu panas. Infeksi kaki mudah timbul pada penderita diabetes kronis dan dikenal sebagai penyulit gangren atau ulkus.

    Jika dibiarkan, infeksi akan mengakibatkan pembusukan pada bagian luka karena tidak mendapat aliran darah. Pasalnya, pembuluh darah penderita diabetes banyak tersumbat atau menyempit. Jika luka membusuk, mau tidak mau bagian yang terinfeksi harus diamputasi.

    Menurut Askandar, penderita diabetes yang terkena gangren perlu dikontrol ketat gula darahnya serta diberi antibiotika. Penanganan gangren perlu kerja sama dengan dokter bedah. Untuk mencegah gangren, penderita diabetes perlu mendapat informasi mengenai cara aman memotong kuku serta cara memilih sepatu.

    Impotensi juga menjadi momok bagi penderita diabetes. Menurut Askandar, impotensi disebabkan pembuluh darah mengalami kebocoran sehingga penis tidak bisa ereksi. Impotensi pada penderita diabetes juga bisa disebabkan oleh faktor psikologis atau gabungan organis dan psikologis. Jika masih awal, kurang dari enam bulan, impotensi masih bisa disembuhkan.

  3. Nefropati diabetik


    Nefropati diabetik adalah gangguan fungsi ginjal akibat kebocoran selaput penyaring darah. Sebagaimana diketahui, ginjal terdiri dari jutaan unit penyaring (glomerulus). Setiap unit penyaring memiliki membran/selaput penyaring. Kadar gula darah tinggi secara perlahan akan merusak selaput penyaring ini.

    Menurut Prof dr Wiguno Prodjosudjadi PhD dari Subbagian Nefrologi Bagian Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM, gula yang tinggi dalam darah akan bereaksi dengan protein sehingga mengubah struktur dan fungsi sel, termasuk membran basal glomerulus. Akibatnya, penghalang protein rusak dan terjadi kebocoran protein ke urin (albuminuria). Hal ini berpengaruh buruk pada ginjal.

    Menurut situs Nephrology Channel, tahap mikroalbuminuria ditandai dengan keluarnya 30 mg albumin dalam urin selama 24 jam. Jika diabaikan, kondisi ini akan berlanjut terus sampai tahap gagal ginjal terminal. Karena itu, penderita diabetes harus diperiksa kadar mikroalbuminurianya setiap tahun.

    Penderita diabetes tipe 1 secara bertahap akan sampai pada kondisi nefropati diabetik atau gangguan ginjal akibat diabetes. Sekitar lima sampai 15 persen diabetes tipe 2 juga berisiko mengalami kondisi ini.

    Gangguan ginjal, lanjut Wiguno, menyebabkan fungsi ekskresi, filtrasi dan hormonal ginjal terganggu. Akibat terganggunya pengeluaran zat-zat racun lewat urin, zat racun tertimbun di tubuh. Tubuh membengkak dan timbul risiko kematian. Ginjal juga memproduksi hormon eritropoetin yang berfungsi mematangkan sel darah merah. Gangguan pada ginjal menyebabkan penderita mengalami anemia.

    Pengobatan progresif sejak dini bisa menunda bahkan menghentikan progresivitas penyakit. Repotnya penderita umumnya baru berobat saat gangguan ginjal sudah lanjut atau terjadi makroalbuminuria (300 mg albumin dalam urin per 24 jam).

    Pengobatan meliputi kontrol tekanan darah. Tindakan ini dianggap paling penting untuk melindungi fungsi ginjal. Biasanya menggunakan penghambat enzim pengonversi angiotensin (ACE inhibitors) dan atau penghambat reseptor angiotensin (ARBs). Selain itu dilakukan pengendalian kadar gula darah dan pembatasan asupan protein (0,6-0,8 gram per kilogram berat badan per hari).

    Penderita yang telah sampai tahap gagal ginjal memerlukan hemodialisis atau transplantasi ginjal. Gejala nefropati diabetes baru terasa saat kerusakan ginjal telah parah berupa bengkak pada kaki dan wajah, mual, muntah, lesu, sakit kepala, gatal, sering cegukan, mengalami penurunan berat badan.

    Penderita nefropati harus menghindari zat yang bisa memperparah kerusakan ginjal, misalnya pewarna kontras yang digunakan untuk rontgen, obat anti-inflamasi nonsteroid serta obat-obatan yang belum diketahui efek sampingnya.

  4. Retinopati diabetik


    Diabetes juga dapat menimbulkan gangguan pada mata. Yang terutama adalah retinopati diabetik. Keadaan ini, menurut dr Istiantoro SpM dari Bagian Ilmu Penyakit Mata FKUI/RSCM, disebabkan rusaknya pembuluh darah yang memberi makan retina.

    Bentuk kerusakan bisa bocor dan keluar cairan atau darah yang membuat retina bengkak atau timbul endapan lemak yang disebut eksudat. Selain itu terjadi cabang-cabang abnormal pembuluh darah yang rapuh menerjang daerah yang sehat.

    Retina adalah bagian mata tempat cahaya difokuskan setelah melewati lensa mata. Cahaya yang difokuskan akan membentuk bayangan yang akan dibawa ke otak oleh saraf optik.

    Bila pembuluh darah mata bocor atau terbentuk jaringan parut di retina, bayangan yang dikirim ke otak menjadi kabur. Gangguan penglihatan makin berat jika cairan yang bocor mengumpul di fovea, pusat retina yang menjalankan fungsi penglihatan sentral. Akibatnya, penglihatan kabur saat membaca, melihat obyek yang dekat serta obyek yang lurus di depan mata.

    Pembuluh darah yang rapuh bisa pecah, sehingga darah mengaburkan vitreus, materi jernih seperti agar-agar yang mengisi bagian tengah mata. Hal ini menyebabkan cahaya yang menembus lensa terhalang dan tidak sampai ke retina atau mengalami distorsi. Jaringan parut yang terbentuk dari pembuluh darah yang pecah di korpus vitreum dapat mengerut dan menarik retina, sehingga retina lepas dari bagian belakang mata. Pembuluh darah bisa muncul di iris (selaput pelangi mata) menyebabkan glaukoma.

    Risiko terjadinya retinopati diabetik cukup tinggi. Sekitar 60 persen orang yang menderita diabetes 15 tahun atau lebih mengalami kerusakan pembuluh darah pada mata.

    Pemeriksaan dilakukan dengan oftalmoskop serta angiografi fluoresen yaitu foto rontgen mata menggunakan zat fluoresen untuk mengetahui kebocoran pembuluh darah.

    Pengobatan dilakukan dengan bedah laser oftalmologi. Yaitu, penggunaan sinar laser untuk menutup pembuluh darah yang bocor, sehingga tidak terbentuk pembuluh darah abnormal yang rapuh. Selain itu bisa dilakukan vitrektomi yaitu tindakan mengeluarkan vitreus yang dipenuhi darah dan menggantinya dengan cairan jernih.

    Penderita retinopati hanya boleh berolahraga ringan dan harus menghindari gerakan membungkuk sampai kepala di bawah.

Mengenal Osteoporosis.

Pengobatan Ustadz Galih Gumelar - Osteoporosis merupakan penyakit penurunan kekuatan tulang karena tulang mengalami pengeroposan. Kondisi ini menjadikan tulang lebih mudah patah, artinya tulang bisa patah hanya dengan trauma ringan. Makanya tidak jarang ditemui penderita osteoporosis mengalami patah tulang karena kecelakaan ringan seperti terpeleset di kamar mandi, jatuh dari tempat tidur dan lain-lain.

Osteoporosis dan Monopouse

Kalsitonin merupakan hormon yang berperan penting dalam menjaga kadar kalsium dalam tulang agar tulang kuat dan padat, kinerja hormon kalsitonin ini di pengaruhi oleh hormon estrogen. Lha pada saat premonopouse dan monopouse terjadi penurunan hormon estrogen, makanya kinerja kalsitonin dalam menjaga kadar kalsium tulang menjadi kurang maksimal. Inilah alasan mengapa osteoporosis lebih banyak terjadi pada wanita yang mendekati masa monopouse dan yang tengah monopouse.

Gejala Osteoporosis

Gejala osteoporosis ? wah ini yang susah, masalahnya osteoporosis merupakan penyakit yang pendiam, tidak ada rasa sakit sama sekali pada penderita osteoporosis. Biasanya seseorang diketahui mengalami osteoporosis ketika sudah terjadi patah tulang karena pengeroposan dan perubahan postur tubuh karena tulang gak kuat menyangga tubuh *yang asalnya tegap jadi bungkuk*. Makanya pemeriksaan densitas tulang secara teratur dimulai pada masa premonopouse merupakan deteksi dini osteoporosis.

Mengenal Kortikosteroid

Pengobatan Ust. Galih Gumelar - Obat-obat golongan kortikosteroid seperti prednison, dexametason dan hydrocortisone memiliki potensi efek terapi yang cukup ampuh dalam pengobatan berbagai penyakit seperti asma, lupus, rheumatoid arthritis dan berbagai kasus inflamasi lainnya. Tapi kortiko steroid juga memiliki berbagai efek samping yang gak ngenakin, oleh karena itu sebelum menggunakan kortikosteroid apalagi dalam jangka waktu lama dan dosis tinggi sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter anda.

Bagaimana Kortikosteroid bekerja?

Obat golongan kortikosteroid sebenarnya memiliki efek yang sama dengan hormon cortisone dan hydrocortisone yang diproduksi oleh kelenjar adrenal, kelenjar ini berada tepat diatas ginjal kita (lihat gambar). Dengan efek yang sama bahkan berlipat ganda maka kortikosteroid sanggup mereduksi sistem imun (kekebalan tubuh) dan inflamasi, makanya kalo orang dengan penyakit-penyakit yang terjadi karena proses dasar inflamasi seperti rheumatoid arthritis, gout arthritis (asam urat) danalergi gejalanya bisa lebih ringan setelah pemberian kortikosteroid.


Efek Samping Kortikosteroid

Sampai saat ini ratusan produk kortikosteroid tersedia di pasaran. Layaknya obat lainnya, kortikosteroid juga beresiko menimbulkan efek samping yang tidak diharapkan, bahkan beberapa efek sampingnya dapat menimbulkan masalah kesehatan yang cukup serius. Ketika anda mengetahui efek samping yang mungkin terjadi dari obat ini, diharapkan anda bisa mengambil langkah untuk mengontrolnya.

1. Efek samping jangka pendek

  • Peningkatan tekanan cairan di mata (glaukoma)
  • Retensi cairan, menyebabkan pembengkakan di tungkai.
  • Peningkatan tekanan darah
  • Peningkatan deposit lemak di perut, wajah dan leher bagian belakang *orangnya jadi tambah tembem*

2. Efek samping jangka panjang.

  • Katarak
  • Penurunan kalsium tulang yang menyebabkan osteoporosis dan tulang rapuh sehingga mudah patah.
  • Menurunkan produksi hormon oleh kelenjar adrenal
  • Menstruasi tidak teratur
  • Mudah terinfeksi
  • Penyembuhan luka yang lama

Impotensi Bisa Disembuhkan

Definisi Impotensi
Pengobatan Ustadz Galih Gumelar - “Impotensi” berasal dari kata “im” (artinya: tidak) dan “poten” (artinya: mampu). Jika dikaitkan dengan seksualitas, impoten berarti ketidakmampuan seorang pria untuk mencapai atau mempertahankan ereksi dalam waktu yang cukup untuk mendapatkan kepuasan seksual.
Impotensi dikenal pula dengan istilah disfungsi ereksi. Dan istilah disfungsi ereksi inilah yang sekarang lebih sering digunakan.
Seorang laki-laki dikatakan mengalami disfungsi ereksi bila tidak mampu ereksi sedangkan libido (gairah seksual)nya baik. Oleh karena itu, seorang pria berusia lanjut yang kehilangan gairah seksualnya (akibat dari kadar hormon testosteron) dengan sendirinya akan sulit ereksi, dan keadaan ini tidak dikategorikan sebagai impotensi atau disfungsi ereksi.
Macam dan Faktor Penyebab Impotensi
Berdasarkan saat terjadinya, impotensi ada beberapa macam, yaitu:
1. Impotensi primer, yaitu jika keluhan impotensi sudah ada sejak awal saat seseorang melakukan hubungan seksual (pada pengalaman pertamanya).
2. Impotensi sekunder, yaitu jika keluhan impotensi timbul pada seseorang yang sebelumnya tidak mengalami keluhan impotensi.
3. Impotensi absolut, yaitu jika keluhan impotensi timbul secara terus-menerus tanpa memandang waktu, tempat dan partnernya.
4. Impotensi selektif, yaitu jika keluhan impotensi timbul pada wanita tertentu baik itu istri atau pada wanita lain.
Sedangkan menurut penyebabnya, ada dua macam impotensi yaitu: impotensi psikogen dan impotensi organik.
Impotensi psikogen adalah kelainan potensi seksual disebabkan gangguan psikis sedangkan organ reproduksi dan faktor-faktor organ terkait normal.
Faktor-faktor gangguan psikogen antara lain:
1. Faktor perkembangan: contohnya pengalaman seksual traumatik di masa kanak-kanak.
2. Faktor afektif: kecemasan tentang ukuran penis, rasa bersalah, depresi, rasa rendah diri, kecemasan akan terjadi kehamilan, dan lain-lain.
3. Faktor interpersonal: miskin kemampuan komunikasi, tegang menghadapi pasangan, pasangan tidak menarik.
4. Faktor kognisional: ketidaktahuan atau ketabuan tentang seks, percaya pada mitos tertentu.
5. Faktor lain:kelelahan, kecemasan sementara, stres menghadapi pekerjaan, dan sebagainya.
Adapun impotensi organik terjadi karena ada gangguan pada organ tubuh, misal pada sistem reproduksi, kardiovaskular, sistem saraf, sistem hormonal, sistem metabolisme sel, penyakit infeksi, pengaruh obat-obatan, trauma, kelainan genetik, dan lainnya.
Pada tahun 1960-an impotensi dianggap 90% karena faktor psikogenik, tetapi sekarang terbukti 80% impotensi bersumber dari gangguan organik, yang dapat disembuhkan dengan tindakan medis yang tepat. Sedangkan pada penderita usia di atas 40 tahun, faktor psikisnya menjadi penyebab utama pada 20% kasus.
Penyebab paling umum impotensi adalah ketika aliran darah menuju dzakar terlalu lemah, disebabkan oleh arteri yang tersumbat atau terjepit akibat dari berbagai kondisi seperti kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, diabetes juga pria pecandu rokok.
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa merokok dan meminum minuman beralkohol dapat meningkatkan risiko terjadinya impotensi. Laki-laki yang merokok memiliki kecenderungan 40% terkena impotensi dibandingkan mereka yang bukan perokok. Sedangkan peminum alkohol bisa menderita kerusakan saraf permanen, penyebab impotensi. Oleh karena itu, jika seorang laki-laki ingin terhindar dari impotensi maka hendaklah dia menghentikan kebiasaan merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol mulai sekarang juga.
Sebagai patokan, dapat dikatakan bahwa setiap faktor risiko terjadinya penyakit jantung koroner juga merupakan faktor risiko terjadinya impotensi.
Beberapa jenis obat-obatan, misalnya obat hipertensi atau penurun kadar kolesterol juga bisa menjadi penyebab impotensi. Kadang-kadang impotensi dapat diatasi hanya dengan mengganti obat tersebut.
Penanganan
Ada beberapa cara penanganan impotensi:
1. Impotensi bukan saja masalah bagi si pasien tetapi juga masalah bagi pasangannya, sehingga harus diatasi sebagai masalah berdua. Untuk itu diperlukan kerja sama, dukungan dari pasangan dan saling pengertian di antara suami-istri. Istri hendaknya berusaha sebisa mungkin memahami kondisi yang sedang dihadapi suami dan membantunya untuk mencari jalan keluar dan penyelesaian terbaik yang memuaskan keduanya.
2. Penyebab utama tetap harus diatasi. Kenali dulu penyebabnya, apakah murni faktor psikis ataukah ada penyebab organiknya, sehingga impotensi dapat ditangani secara tuntas.
3. Usaha mengendalikan penyebab dilakukan secara bersamaan dengan pemberian obat-obatan yang berfungsi melebarkan pembuluh darah sehingga aliran darah ke dzakar bertambah. Jenis obat-obatan ini hanya digunakan bila akan bersanggama, jadi tidak diminum setiap hari. Para ahli sepakat, obat oral (diminum) adalah cara yang pertama kali ditawarkan kepada penderita impotensi karena relatif mudah, cukup efektif dengan efek samping yang bisa ditoleransi dengan cukup baik. Di Indonesia ada tiga macam obat jenis ini yaitu sildenafil (viagra), tadalafil (cialis), vardenafil (levitra). Ketiganya mempunyai efektifitas yang sebanding, yaitu berkisar 70%. Meskipun obat-obat itu ada yang dijual bebas di pasaran, penulis tidak menganjurkan untuk mengonsumsinya tanpa berkonsultasi dulu dengan dokter. Bagaimanapun juga, obat-obat tersebut mempunyai efek yang harus diwaspadai pada pasien-pasien tertentu.
4. Bila obat minum tidak berhasil, pilihan selanjutnya adalah obat injeksi (disuntikkan). Angka keberhasilannya lebih tinggi, 75–80%. Namun karena harus diinjeksi, akan lebih menyakitkan dan merepotkan, maka digunakan sebagai obat pilihan kedua bila obat oral gagal atau efek sampingnya tidak dapat ditoleransi.
5. Cara lain dengan memakai pompa vakum. Alat ini berupa sungkup yang berfungsi membuat tekanan negatif di sekitar dzakar sehingga darah akan ‘terisap’ dan menimbulkan ereksi. Cara ini cukup aman dengan efek samping yang relatif sedikit tetapi mempunyai keberhasilan yang sebanding dengan suntikan.
6. Pilihan lain adalah dengan operasi, yaitu dengan mengalihkan pembuluh darah baru ke dzakar, serupa dengan operasi by pass pada penyakit jantung koroner. Keberhasilannya cukup baik, sekitar 70% dan tidak memerlukan obat atau alat bila ingin bersanggama.
7. Pilihan terakhir adalah pemasangan protese dan silikon ke dalam dzakar. Cara ini tidak memperbesar dzakar seperti halnya waktu ereksi, tetapi membuat penyangga sehingga suami bisa menggauli istri pada farjinya. Lebih dari 80% pasien dan pasangannya menyatakan puas dengan cara ini. Namun angka kegagalannya 5%. Selain itu protese yang dipasang akan merusak jaringan yang mengembang pada saat ereksi alamiah.

Apa yang Dimaksud Dengan Impotensi?

Pengobatan Ustad Galih Gumelar - Tidak ada satu pun definisi yang dapat menjelaskan istilah impotensi. Sebagian orang mungkin akan mengatakan bahwa impotensi adalah ketidakmampuan untuk memperoleh ereksi yang cukup baik untuk melakukan hubungan seks. Sebagian lagi orang mengatakan bahwa hal itu merupakan ketidakmampuan untuk mempetaankan ereksi yang kuat. Karena tiap-tiap pria akan punya pengertian sendiri-sendiri mengenai impotensi ini, mungkin paling bagus agar kita melihatnya dengan cara begini: Anda mengalami impotensi kalau Anda tidak sanggup memperoleh ereksi yang dapat membuat Anda bahagia.

Hal ini bisa berarti, Anda hanya bisa berereksi tiap 2 minggu sekali, sedangkan Anda ingin lebih sering memperolehnya.

Atau bisa juga berarti, Anda mampu memperoleh ereksi kapan pun Anda mau, namun tidak begitu kuat. Atau juga Anda sanggup memperoleh ereksi yang kuat, namun Anda mudah sekali kehilangan ereksi itu dan penis Anda pun gampang layu hanya karena gangguan sedikit saja. Atau pengertian lainnya, Anda terlampau cepat memperoleh orgasme. Sebenarnya, masalah yang terakhir disebut ini merupakan ejakulasi prematur, bukannya impotensi. Namun sebagian pria merasa cemas masalah itu akan merembet menjadi impotensi.

Definisi apa pun yang Anda gunakan setiap kali Anda berpikir mengenai impotensi, penting bagi Anda untuk mengetahui benar bagaimana mengatasi masalah ini karena jenis impotensi yang berbeda disebabkan oleh berbagai hal yang berbeda pula. Apakah masalah itu adalah:
* Anda tidak pernah memperoleh ereksi seumur hidup Anda?
* Dulu Anda mampu bereksi, namun kini Anda tidak dapat lagi memperolehnya?
* Anda bangun di pagi hari dengan ereksi, namun nampaknya hanya itulah waktu dimana Anda mempunyai ereksi?
* Anda kerap mengalami ereksi sepanjang hari, namun Anda justru tidak dapat memperolehnya di kala Anda berduaan dengan pasangan Anda?
* Anda bisa memperoleh ereksi selagi bersama pasangan Anda, namun belum cukup kuat?
* Anda sanggup memperoleh ereksi dengan pasangan Anda, namun merasa kurang lama?
* Anda bisa bereksi dengan pasangan Anda, namun nampaknya perlu jangka waktu yang lama sekali bagi Anda untuk mencapai keadaan itu?

Semua jenis impotensi ini disebabkan oleh berbagai masalah yang sedikit berbeda. Dalam sebagian kasus, pendekatan yang berbeda diperlukan untuk membantu Anda mencapai dan tetap mempertahankan ereksi.

Satu halyang harus dipertimbangkan bila Anda sedang memikirkan mengenai impotensi: Ini bukanlah topik yang biasa Anda dengar di tengah obrolan teman-teman Anda. Namun telah terhitung bahwa sekitar satu dari 10 orang pria, atau mungkin satu dari 5 pria, menderita masalah dengan impotensi yang berkelanjutan atau kronis. Angka ini muncul terhadap satu dari 4 pria yang berusia di atas 55 tahun.

ASAL MUASAL IMPOTENSI
Sebagian pria tidak langsung mengalami keadaan benar-benar perkasa sepenuhnya hingga impoten total dalam sehari. Biasanya proses yang terjadi lamat-laun, yang butuh waktu sebulan atau bahkan bertahun-tahun.

Hal ini bermula dari ketidakmampuan mempertahankan ereksi untuk lebih dari 2 atau 3 menit. Tahap berikutnya adalah ketidakmampuan untuk memperoleh ereksi "sesuai dengan tuntuan," meski Anda tetap memperoleh ereksi di pagi hari dan tetap mempunyai ereksi melalui masturbasi. Tahap paling akhir yaitu impotensi yang benar-benar total, seratus persen, meskipun tidak selalu irreversible.

Ada sejumlah berita bagus mengenai hal ini. Sebagian pria yang mengidap impotensi bisa mengatasi masalah mereka ini, meski tidak bisa disembuhkan sepenuhnya. 20 hingga 30 tahun silam, kemajuan yang lebih menjanjikan ditemukan dalam soal pemahaman psikologi seks. Dekade belakangan ini, kemajuan ilmu pengetahuan juga memungkinkan kita untuk melawan impotensi dengan terapi obat-obatan. Sewaktu kemajuan ilmu pegetahuan ini dikombinasikan, hanya ada sedikit pria yang tidak bisa memperoleh ereksi dengan bantuan profesional.

APA YANG MENJADI PENYEBAB IMPOTENSI: TUBUH ATAU PIKIRAN?
Dokter dulunya berpikir bahwa 90 persen dari pria yang mengidap impotensi memiliki masalah psikologi yang tidak memungkinkan mereka untuk memperoleh ereksi yang bagus. Tadinya dipercayai bahwa, kecuali pria menderita diabets atau paraplegic, impotensi mereka disebabkan oleh masalah psikologis.

Namun para dokter sekarang lain lagi cara berpikirnya. Meski masih banyak yang berpikir bahawa impotensi sebab utamanya karena masalah psikologi, sebagian besar dokter percaya bahwa masalah fisiklah yang paling sering menjadi biang keladi impotensi.

Cara yang masuk akal untuk melihat situasi adalah dengan begini; Sekitar sepertiga pria yang impoten memiliki sebab psikologis yang benar-benar ada. Sekitar sepertiga mempunyai sebab fisik. Sekitar sepertiga mengidap masalah kedua-duanya (ya sebab fisik jugam dan makin diperburuk saja oleh masalah psikilogis). Inilah contoh bagaimana masalah psikologis bisa memperburuk impotensi yang pada awalnya disebabkan oleh fisik.

Coba lihat seorang pria yang mengidap diabetes, yang mulai kehilangan kekuatannya dalam bereksi. Ia mungkin akan mulai cemas mengenainya. Ia mungkin akan merasa malu bahwa ereksi yang dimilikinya terlampau lamban datangnya, atau tidak sekuat dulu. Kecemasan ini membuatnya makin sulit untuk memperoleh ereksi.

Suatu waktu, ia cemas sekali bahwa ia tidak akan bisa merasa cukup tenang untuk memperoleh ereksi. Hal itu membuatnya bahkan makin cemas- setiap kali ia berada dalam situasi seksual ia menjadi takut kalau-kalau ia menjadi malu, dan dalam sekejap ia tidak bisa memperoleh ereksi sama sekali. Seperti yang Anda lihat, impotensi ini disebabkan oleh perpaduan faktor fisik mau
pun psikologis.

IMPOTENSI ATAU KETIDAKSUBURAN?
Impotensi tidaklah sama dengan ketidaksuburan, Impotensi merupakan kemampuan untuk mencapai dan mempertahankan ereksi yang memuaskan, sedangkan ketidaksuburan dilihat hanya dari kemampuan seorang ayah untuk membuahkan anak. kedua hal itu tidaklah selalu dikaitkan satu sama lain.

Memang mungkin untuk menjadi pria yang paling perkasa di dunia dengan ereksi yang hampir selalu bisa diperoleh, namun tidak mampu untuk menghasilkan anak karena kualitas sperma Anda adalah sesuatu yang menyedihkan.

Sebaliknya, mungkin juga bagi kaum pria untuk benar-benar total impoten dan masih bisa menghasilkan anak, karena mekanisme ereksi dan ejakulasi tidaklah sama. Agar dapat membuahkan anak, yang menjadi masalah adalah kualitas sperma Anda, bukannya ereksi Anda.

Bagaimana Menerima Impotensi Sebagai Keadaan Diri Anda

Pengobatan Ustadz Galih Gumelar - Baiklah, pada akhirnya Anda sampai pada keadaan genting. Anda pun sudah bisa menerima bahwa diri Anda impoten, yang merupakan langkah cukup penting bagi Anda. Akan sulit untuk menerima kenyataan bahwa Anda menghadapi masalah, apalagi bila masalah itu adalah sesuatu sesentral seksualitas Anda. Namun Anda sudah memiliki keberanian untuk menerima bahwa Anda memang mengalami masalah dan untuk lebih mengetahuinya, Anda harus membaca artikel ini. Anda patut mendapat ucapan selamat karena punya keberanian diri untuk sampai hingga pada babak sejauh ini.

Anda bahkan mungkin sudah menemui dokter, yang menyodorkan Anda berbagai macam pertanyaan, memeriksa Anda, meminta Anda untuk menjalani sejumlah tes darah, dan biasanya akan turut campur ke dalam beberapa aspek kehidupan Anda yang begitu pribadinya hingga Anda segan membahas mengenai topik itu dengannya.

Anda mungkin sudah diberikan sebuah jawaban berkenaan dengan apa yang menyebabkan Anda jadi impoten. Anda mungkin akan menyadari bahwa impotensi ini disebabkan karena Anda menderita diabetes, atau Anda pun sudah tahu bahwa pembuluh darah Anda tidak berfungsi seefektif katup, atau Anda pun mungkin mengira impotensi ini disebabkan karena Anda sudah berusia 70 tahun dan ingin tetap memperoleh ereksi yang Anda dapatkan sama seperti yang Anda dapat setengah abad yang lalu.

Apa pun sebabnya, ada dua pengobatan utama yang tersedia untuk Anda. Anda bisa menerima keadaan penis Anda seperti apa adanya, atau Anda bisa berbuat sesuatu mengenainya.

Bila Anda berniat untuk melakukan sesuatu mengenainya, sejumlah pilihan pengobatan terbuka bagi Anda. Dokter Anda akan menuntun Anda untuk mengambil pengobatan apa yang paling sesuai dengan masalah yang Anda hadapi, dan pengobatan mana lagi yang paling mungkin dilakukan. Namun pada dasarnya, semua pengobatan ini termasuk dalam tiga kelompok besar: injeksi, implantasi, dan operasi korektif. Coba lihat Bagian 8,9, dan 10 untuk keterangan lebih terperinci mengenai berbagai pilihan pengobatan ini.

MENCOBA MENERIMA KEADAAN
Menerima kenyataan bahwa Anda menderita impotensi bisa menjadi sesuatu yang mudah dilakukan bagi sebagian orang, namun bisa jadi sukar bagi beberapa orang.

Stereotip pria Australia yang macho, doyan minum-minum, suka berolahraga, dan gila seks. Namun, betulkah ini yang dinamakan sosok sejati seorang pria?

Dalam masyarakat Australia, untuk menjadi seorang pria sama saja Anda harus melakukan beberapa hal tertentu. Anda harus minum bir. Anda harus suka olahraga football dan cricket. Anda harus selalu siap untuk menikmati seks kapan pun Anda bisa. Dan seks itu sendiri, yah ... berarti hubungan badaniah.

Hal ini memberikan tekanan yang luar biasa besar kepada para pria Australia, bahwa mereka harus mengikuti sosok mitikal dari pria yang doyan minum, suka olahraga, dan gila seks. Namun masalahnya di sini adalah, tidak setiap orang suka hal-hal tersebut. Tidak semua orang doyan menenggak bir. Tidak semua orang suka berolahraga. Dan tidak semua orang ingin melakukan hubungan seks selama 24 jam sehari.

Namun bila Anda bisa menerima bahwa Anda memang impoten, dan Anda tidak menginginkan seks, maka banyak dari masalah yang diasosiasikan dengan impotensi ini akan sirna.

Bila Anda tidak mau mempercayai image gila seks tersebut, dan gambaran pria macho yang ada di tengah kultur, maka Anda pun Å masih bisa jadi "pria" meski Anda tidak menjalani hubungan seksual. Anda tidak merasa malu bahwa Anda "bukanlah seorang pria." Anda tidak merasa gentar bahwa semua orang akan mengetahui rahasia Anda ini dan Anda pun tidak membenci diri Anda sendiri karena Anda tidak sesuai dengan citra seorang pria seharusnya.

Hal ini memang tidak selalu kedengaran mudah untuk dilakukan. Bagi banyak pria, hal ini bukanlah sesuatu yang gampang mereka lakukan. Buku-buku populer yang ditulis oleh pengarang macam Harold Robbins dan Jackie Collins mengemukakan bahwa seorang pria sejati bukanlah sekedar mesin seks yang luar biasa. Seperti apa yang digambarkan film-film Hollywood. Memang tidak mudah untuk dijalankan sesuatu yang berlawanan dengan apa yang selama ini Anda ketahui selama hidup Anda.

Namun hal ini bisa dilakukan. Apalagi kalau Anda bisa mencatat sederetan bantuan konseling profesional.

CARA LAIN UNTUK BERHUBUNGAN SEKS
Masalah besar lainnya yang dihadapi pria yang menderita impotensi adalah memikirkan tentang seks. Sebagian pria tumbuh dewasa untuk mempercayai bahwa seks berarti menyusupkan penis yang keras ke dalam vagina, asyik bergoyang ke sana ke mari, mencapai orgasme, dan menggulingkan badan, lalu pergi tidur.

Namun ada banyak cara untuk menikmati seks daripada sekedar hal yang tadi. Ada pertalian dan kehangatan fisik, seperti juga memberi dan menerima kenikmatan seksual.

Bila Anda memang impoten sepenuhnya, tidak mau menjalani pengobatan fisik, dan masih ingin memberi dan menerima kenikmatan seksual, ada banyak hal yang bisa Anda lakukan.

Sebagai awalnya, janganlah pernah berhenti melakukan belaian dan sentuhan. Belaian adalah sesuatu yang hangat, perhatian, dan memberi perasaan nikmat tersendiri. Membelai tidak harus selalu menggiring orang untuk melakukan hubungan seks-namun menjadi suatu aktivitas yang tidak diakhiri dengan apa-apa.

Membelai dan menyentuh juga menunjukkan kepada pasangan Anda bahwa Anda masih mencintai dirinya dan tetap menganggapnya menarik. Perasaan pasangan Anda mengenai impotensi Anda adalah hal yang penting untuk dipertimbangkan, dan akan bijaklah kalau Anda turut mengikutsertakan dirinya dalam segala diskusi mengenai masalah ini.

Selanjutnya, ada banyak variasi seks yang biasanya dikenal dengan "foreplay", namun benar-benar merupakan bentuk legitimasi dari ekpresi seksual mereka sendiri. Banyak dari metode seksual ini yang mungkin sudah pernah Anda coba dan nikmati di kala Anda masih berusia lebih muda dan lebih suka berpetualang, sebelum Anda menetap pada rutinitas pemikiran bahwa hubungan seks adalah inti dari seks.

Misalnya, Anda bisa mencoba seks oral. Dalam aktivitas ini, Anda bisa dengan lembut menjilat klitoris istri Anda dan vaginanya, Anda bisa mencoba merangsangnya dengan tangan Anda. Atau Anda juga bisa mengikuti posisi kuno dalam berhubungan seks, tanpa memasukkan penis Anda ke dalam vaginanya, dan mengelus paha Anda ke pahanya. Dengan begini, Anda bisa membuat klitorisnya terangsang dan memberinya kenikmatan seperti yang bisa diberikan cara lainnya.

Dan tidak ada alasan, hanya karena penis Anda begitu loyo, Anda tidak bisa merasakan kenikmatan. Pasangan Anda bisa mengelus penis Anda, atau menjilatnya, atau mengelusnya lembut ke klitorisnya.

Bila ia menginginkan sensasi sesuatu yang keras di dalam dirinya, Anda bisa coba gunakan sebuah dildo atau vibrator. Bila Anda memutuskan untuk mencoba alat-alat ini secara bersamaan, kalian berdua bisa mengalami perasaan terangsang bersama, tanpa adanya ereksi yang Anda cari.

Tentu saja, meski semua bentuk ekspresi seksual ini tersedia, tidaklah selalu mudah untuk dijalankan. Anda mungkin akan mencoba untuk mengubah kebiasaan berpikir yang sudah berjalan selama bertahun-tahun lamanya. Dan ini tidak bisa terjadi begitu saja dalam semalam.

Akan lebih baik lagi kalau Anda punya waktu untuk hal yang satu ini, dan jangan pula mengharapkan mukjizat bisa langsung terjadi pada diri Anda. Bicarakanlah dengan pasangan Anda. Katakan kepadanya apa yang Anda suka dan tidak suka. Tanyakan kepadanya pertanyaan yang sama. Cobalah untuk memastikan bahwa kalian berdua merasa nyaman dengan apa yang kalian lakukan.

Penasehat seks profesional tersedia bila Anda menginginkan bantuan. Tanyakan dokter Anda atau carilah di bagian Pertolongan pada buku telepon Anda untuk memperoleh keterangan lebih terperinci.

PASANGAN ANDA
Bila Anda sudah menikah atau punya seorang pasangan tetap, jangan lupakan dirinya. Pasangan Anda jelas-jelas sudah mengetahui mengenai impotensi Anda, dan mungkin bertanya-tanya apa sesungguhnya yang terjadi. Apakah dengan begini berarti Anda sudah tidak menganggapnya menarik lagi? Apakah dengan begitu berarti Anda sudah bosan dengannya? Atau jangan-jangan Anda sedang punya skandal?

Pasangan Anda akan merasa butuh untuk diyakinkan bahwa tidak satu pun dari hal-hal di atas yang terjadi pada Anda (kita anggap saja misalnya tidak). Ia membutuhkan kejujuran dari Anda, Bila Anda memang masih menganggapnya menarik, katakanlah demikian. Bila Anda berbahagia bersamanya, dan memandangnya sebagai seorang wanita yang menarik, katakanlah kepadanya. Bila Anda seorang lelaki setia, nyatakanlah hal ini kepadanya.

Ajak ia untuk membicarakan hal ini. Apakah ia jadi cemas karena Anda impoten? Apakah ia rindu untuk melakukan hubungan seksual yang badaniah?

Anda akan lebih mudah menghadapi impotensi bila Anda melibatkan dirinya dengan penuh. Bila Anda menemui dokter, ajaklah ia untuk turut serta. Diskusikan mengenai pilihan pengobatan bagi Anda. Anda mungkin akan terkejut tatkala mengetahui apa yang ia inginkan.

Misalnya, Anda ingin menjalani implantasi karena Anda menganggap istri Anda menginginkan penis yang keras. Ia mungkin akan mengejutkan Anda dan mengatakan bahwa ia lebih memilih cara lain untuk mengekspresikan seks. Ingatlah, Anda tidak akan tahu hingga Anda bertanya.

Impotensi dan Kesehatan Anda

Pengobatan Ustadz Galih Gumelar - Penis Anda bukanlah organ yang terpisah dari bagian-bagian lainnya dari tubuh Anda. Bagian yang satu ini merupakan sesuatu yang tak terpisahkan dari diri Anda. Seperti juga mata Anda, ginjal, kaki Anda, dan hati Anda. Anda tidak bisa menginginkannya untuk berfungsi secara sendiri-sendiri dari bagian-bagian lainnya dalam tubuh Anda. Penis Anda dipengaruhi oleh segala hal yang sedang berjalan dalam tubuh Anda. Bila Anda sedang mengalami selesma yang parah, atau merasa amat lelah, atau demam, maka penis Anda pun nampaknya akan merasa tidak segan juga untuk melakukan apa-apa. Anda akan menyadari hal ini di waktu malam Anda merasa letih, pokoknya Anda tidak bernafsu untuk menyentuh yang namanya seks.

Keseluruhan kesehatan Anda adalah sesuatu yang vital. Bila Anda menderita penyakit yang berkepanjangan, maka kemungkinan besar Anda pun akan merasa kurang sehat untuk berhubungan seks.

Misalnya, bila Anda menderita kegagalan ginjal yang parah, maka Anda mungkin akan merasa amat lemah. Penyakit berkenaan dengan jaringan konektif lainnya macam rheumatoid arthritis atau systemic lupus erythematosus (SLE) mungkin juga mempengaruhi kemampuan Anda atau hasrat Anda untuk berhubungan seks.

PENYAKIT JANTUNG
Pria yang menderita penyakit jantung khususnya mudah terserang impotensi. Pada awalnya, bila Anda menderita penyakit jantung, maka pembuluh darah Anda kemungkinan berada dalam keadaan parah.

Hal ini berarti, si pembuluh darah yang menyuplai darah ke penis Anda nampaknya tidak begitu bagus juga. Jadi, bila Anda punya penyakit jantung, maka Anda mungkin memiliki alasan fisik untuk menjadi impoten.

Sebagian dari obat-obatan yang Anda minum untuk mengobati penyakit jantung atau tekanan darah tinggi Anda juga bisa mengakibatkan impotensi, atau setidaknya bisa membuat impotensi yang ada sekarang ini makin menjadi-jadi (lihat Bagian 3 untuk lebih jelas lagi).

Dan lagi, hal yang paling mempengaruhi dibanding semua hal di atas adalah satu masalah yang terpenting- rasa takut. Bila Anda punya penyakit jantung, dan khususnya bila Anda pernah terkena serangan jantung, maka Anda pun jadi takut kalau-kalau latihan apa pun yang Anda jalani akan bisa mengakibatkan serangan jantung lainnya lagi.

Bila Anda merasa cemas akan efek dari seks, maka kecemasan itu akan bisa membuat Anda impoten. Rasa takut ini memang bisa dimengerti, namun ada kiat yang bisa Anda perbuat untuk mengatasinya. Anda harus membicarakannya dengan dokter Anda mengenai kapan Anda bisa mulai berhubungan seks lagi setelah serangan jantung kebanyakan dokter menganjurkan Anda untuk menunggu 4 higgga 6 minggu.

Kemudian, di saat Anda mulai melakukan seks lagi, lakukanlah dengan "alon-alon asal kelakon." Karena Anda pun tentunya tidak bisa mengharapkan untuk mampu lari menempuh jarak sekian jauhnya dalam waktu sekejap saja, Anda pun tidak seharusnya berharap untuk bisa jadi atlet seksual dalam sekejap. Bila Anda melakukannya dengan perlahan, dan meminta pasangan Anda untuk lebih melakukan aksi fisik, maka Anda pun tidak usah merasa takut-takut untuk perlahan mulai menjalani kembali kehidupan seks normal Anda.

Dan bila Anda tidak merasa takut untuk berhubungan seks, maka impotensi pun menjadi sesuatu yang tidak usah begitu Anda kuatirkan.

DEPRESI
Depresi adalah masalah yang ditemui di mana-mana. Anda tenggelam dalam kesedihan, Anda merasa sulit untuk tidur, Anda kehilangan nafsu makan, dalam benak Anda berkecamuk masalah-masalah yang dulu-dulu. Untuk sebagian pria, keadaan ini merupakan sesuatu yang hanya terjadi sementara saja. Namun untuk pria lainnya, ini termasuk masalah yang sekali-kali kambuh.

Banyak orang yang tidak menyadari bahwa depresi tidaklah sekedar suatu keadaan pikiran kita, namun semacam penyakit fisik yang terjadi untuk mempengaruhi otak dan pikiran, bukannya sejumlah bagia dari tubuh. Depresi bukanlah sesuatu yang bisa begitu saja Anda "enyahkan." Depresi itu termasuk penyakit fisik yang membutuhkan pengobatan medis, seperti juga penyakit lainnya.

Bila Anda dilanda depresi, jelas-jelas Anda kemungkinan tidak akan bergairah untuk melakukan seks. Nafsu seks Anda kemungkinan akan rendah. Yang terpenting dari itu, keseluruhan tubuh Anda menderita akibat penyakit Anda. Anda mungkin akan merasa Anda jadi impoten sebagai akibat dari depresi yang menyerang Anda.

Impotensi yang dikaitkan dengan depresi nampaknya akan menjadi masalah yang sifatnya sementara, yang akan berkurang kalau depresi Anda sirna. Namun yang lebih rumitnya, sebagian obat yang dipakai untuk mengobati depresi (atau mencegahnya) bisa membuat Anda impoten atau membuat impoten yang sudah Anda derita menjadi makin buruk. Obat-obatan ini umumnya termasuk dalam kelompok obat-obatan yang dikenal dengan MAO inhibitors, atau monoamine oxidase inhibitors. Lihat Bagian 3 untuk keterangan lebih terperinci.

KANKER
Bila Anda menderita kanker, maka Anda mungkin akan mengalami impotensi untuk sementara waktu, Hal ini terjadi karena beberapa alasan:
* Kanker itu sendiri mungkin membuat diri Anda begitu lemah.

* Pengobatan yang dijalani mungkin membuat Anda sakit atau merasa lelah.

* Anda mungkin menjalani operasi yang berkaitan dengan citra diri Anda sendiri dan seksualitas Anda. Misalnya, Anda mungkin terpaksa harus diambil testisnya karena kanker testis. Hal ini membuat Anda memikirkan seksualitas Anda, dan menumbuhkan rasa takut Anda, dan mungkin buntut-buntutnya akan membuat Anda impoten.

* Segala perjalanan yang harus Anda lakukan untuk menemui dokter dan mendatangi rumah sakit mungkin mengkibatkan Anda merasa lelah.

* Anda mungkin merasa takut memikirkan kalau-kalau Anda nanti akan mati.

* Karena segudang alasan itu, dan masih banyak lagi, kanker bisa menganggu seksualitas Anda. Adalah penting untuk menyadari bahwa kemungkinan kecil impotensi Anda itu akan terjadi selamanya. Di kala kanker Anda telah berakhir, dan pengobatan sudah usai, tenaga seksual dan potensi Anda pun hampir pasti akan kembali.
(Sebagian pengobatan untuk kanker bisa mengakibatkan Anda kehilangan kesuburan Anda, yang merupakan hal lain lagi. Anda harus bertanya kepada dokter Anda mengenai hal ini bila Anda menjalani pengobatan kanker).

Anda mungkin akan melakukan pendekatan terhadap hal ini dalam satu atau dua cara. Kalau tidak dengan menerima keadaan impotensi Anda yang sifatnya sementara itu, Anda bisa menemukan cara lain untuk menumpahkan keinginan seksual Anda. Lihatlah Bagian 7 untuk keterangan lebih terperinci mengenai ini. Atau Anda pun bisa mencari pertolongan. Dalam soal berpikir atau bertindak, tidak ada yang namanya salah atau benar.

Faktor-Faktor Psikologi Penyebab Impotensi

Pengobatan Ustadz Galih Gumelar - Seperti yang sudah dipaparkan di Bagian 2, kita sudah tahu betapa kompleksnya respon fisik yang Anda butuhkan untuk memperoleh dan tetap mempertahankan ereksi. Seperti yang bisa Anda bayangkan, sangatlah mudah untuk menginterupsi rantai fisik dari urutan kejadian itu, membuat ereksi sulit diperoleh atau sulit dipertahankan. Namun rasa takut, kecemasan, dan rasa bersalah merupakan alasan psikologis utama yang membuat banyak pria menjadi impoten untuk sementara waktu. Namun ada berbagai macam alasan yang tidak bisa dihitung kenapa sejumlah pria tidak dapat memperoleh ereksi.

Anda mungkin sedang menghadapi masalah berkenaan dengan pekerjaan Anda. Sang atasan mungkin sedang menekan Anda, atau perusahaan sedang dalam keadaan kembang-kempis, atau bertebarannya isu-isu yang tidak sedap didengar.

Anda mungkin sedang dilanda kesulitan keuangan. Bila Anda kehilangan pekerjaan, atau pasangan Anda sedang menganggur, atau bertumpuknya tagihan-tagihan yang harus dibayar makin mencekik Anda, atau si petugas pajak kembali datang untuk mendera Anda, tidaklah mudah bagi Anda untuk memperoleh pikiran yang jernih untuk menikmati seks.

Hubungan yang sedang Anda jalin barangkali juga sedang tersendat-sendat. Bila Anda berselisih dengan pasangan Anda dan merasa gelisah tiap kali Anda melihat dirinya, kegelisahan itu bisa tercermin di dalam semua aspek dalam hidup Anda, termasuk juga kehidupan seks Anda.

Anda mungkin sedang dibebani perasaan bersalah karena skandal yang Anda jalani. Hal ini bisa membuat Anda tidak perkasa di hadapan sang istri, atau dengan pasangan baru Anda itu, atau dengan keduanya.

Anda mungkin sedang cemas memikirkan penyakit yang sedang menyerang keluarga Anda. Bila seseorang yang Anda sangat cintai sedang menderita penyakit yang serius, sulitlah untuk menggeser segala rasa cinta dan perhatian Anda ke arah lain agar Anda bisa memfokuskan diri pada hal lainnya. Anda bahkan mungkin merasa bersalah karena merasakan kenikmatan di saat orang lain sedang berjuang melalui penderitaan.

Hal-hal inilah yang mungkin menjadi awal dari masalah yang ada. Dan selanjutnya, masalah baru lainnya pun bermunculan di saat Anda mengalami kegagalan pertama untuk memperoleh ereksi.

Anda bisa lihat apa yang menjadi masalahnya. Anda dibesarkan di tengah masyarakat yang "macho," dimana seorang pria dilihat sebagai sosok yang harus bertindak dengan kuat dan bertangan dingin. Dan untuk alasan apa pun (kelelahan, masalah keuangan, rasa bersalah, apa pun juga) Anda tidak bisa memperoleh ereksi di saat Anda menginginkannya.

Anda pun mulai merasa bersalah. Pasangan Anda sudah siap untuk berhubungan seks, dan Anda tidak dapat unjuk gigi. Anda merasa kurang jantan. Jadi lain kali Anda merasa siap untuk bercinta, Anda pun jadi memikirkan tentang penis Anda, bertanya-tanya apakah bagian yang satu itu akan bisa menunjukkan kehebatannya seperti yang Anda inginkan. Hal ini sama saja memberikan diri Anda beban yang sebenarnya tidak perlu.

Bila kemudian Anda gagal untuk memperoleh ereksi, Anda pun makin membuat diri Anda terbebani dengan tekanan dan tekanan dan kegelisahan dan kegelisahan. Kenapa gerangan Anda tidak bisa berereksi, di saat Anda melupakan seks dan mencemaskan performa Anda sendiri? Hal ini dikenal dengan sederhananya sebagai kecemasan terhadap penampilan diri. Atau tahap kegelisahan.

PERCERAIAN
Impotensi adalah sesuatu yang sudah umum terjadi di kalangan pria yang bercerai karena alasan -alasan yang persis dikemukakan di atas. Skenario kejadiannya biasanya terjadi seperti berikut ini:

Seorang pria separuh baya bercerai dengan istrinya. Ia pun minum-minum dengan agak berlebihan. Ia merasa kesepian dan tidak biasa bepergian dengan wanita tanpa adanya sang (mantan) istri. Ia memimpikan seks, namun tidak pernah menikmatinya lagi selama 2 tahun.
Dan pada suatu malam, ia pun cukup dilanda mabuk untuk memikirkan seks denagn seorang wanita yang ia sudah kenal beberapa waktu. Namun ia begitu cemas berhubungan seks dengan wanita yang bukan istrinya sendiri, dan juga terlampau mabuk, hingga ia pun tidak dapat berereksi.

Hari berikutnya. ia merasa amat sengsara. Terlepas dari rasa pusingnya karena mabuk, ia malu dan gelisah. Ia tidak pernah mau melihat wanita lagi, karena ia tahu ia akan dipermalukan. Ia perlu mabuk-mabukan lagi untuk memompa keberaniannya untuk mengajak bermain cinta dengan wanita selanjutnya yang ia kencani. Dan lagi-lagi, ia pun tidak bisa berereksi.

Pria ini begitu gugupnya hingga ia menghindari situasi dimana seks mungkin akan menjadi sesuatu yang dipertimbangkan. Ia menghindari wanita di tengah lingkup pergaulannya, dan menjadi makin tertekan dan tertekan. Ia minum makin banyak karena ia merasa malu, yang membuat peluang untuk memperoleh ereksi makin menipis. Ia pun terjebak dalam lingkaran setan.

Untungnya, pria yang bahkan sudah terjerumus ke dalam lingkaran ketakutan dan perasaan rendah diri dan alkohol ini pun masih bisa ditolong. Bacalah terus.

HAL LAIN YANG MENGANGGU PIKIRAN
Ada sebuah lelucon yang menggambarkan dengan jelas bagaimana kecemasan bisa menghentikan fungsi tubuh manusia untuk bertindak sebagaimana mestinya.

Seorang jutawan muda sedang ngotot-ngototan dengan seorang pria yang lebih tua mengenai harga sebuah stasiun TV yang ia ingin beli. Setelah menjalani negosiasi selama berminggu-minggu, si jutawan muda ini bersedia membayar 150 juta dolar, sedangkan si bapak yang lebih tua ini ingin dibayar 160 juta dolar. Si pria yang lebih tua ingin berkata, "Begini saja, saya ada usul. Saya harus pergi ke toilet sekarang. Anda datang dan berdiri di samping saya di urinal. Bila Anda sanggup kencing selama kurang lebih satu menit berdiri di sana, stasiun TV ini bolehlah jadi milik Anda denagan harga 150 juta dolar. Tapi kalau Anda tidak mampu melakukannya, yah harganya tetap 160 juta dolar."

Si pria muda menganggap ini sesuatu yang mudah untuk 10 juta dolar, hanya mampu untuk kencing ke dinding!

Mereka pun pergi ke toilet. Si bapak tua ini mengeluarkan arlojinya. Si pria muda mengeluarkan penisnya dan berdiri di sana. Ia tidak bisa merasa cukup tenang untuk mengeluarkan air kencingnya. Harganya pun jadi naik: 160 juta dolar. Si pria yang lebih tua ini tahu bahwa tekanan yang mendera si pemuda ini begitu membuatnya tegang hingga ia tidak dapat cukup merasa tenang, bahkan untuk melakukan sesuatu yang biasanya terjadi dengan alami.

Hal paling ampuh yang meyebabkan orang tidak dapat tampil dengan baik adalah rasa takut akan kegagalan.

Faktor-Faktor Fisik Penyebab Impotensi

Pengobatan Ustadz Galih Gumelar - Bagian ini melihat dengan lebih cermat mengenai sebab-sebab fisik dari impotensi. Pada Bagian 4, kita meneliti faktor-faktor psikologi yang bisa mengakibatkan impotensi. Seperti yang kita jelaskan di Bagian sebelumnya, ada tiga bagian utama dari tubuh yang harus berfungsi dengan semestinya agar Anda bisa memperoleh ereksi:
* Syaraf-syaraf Anda harus menyampaikan pesan kepada penis Anda supaya penis itu berereksi.
* Arteri Anda harus makin membesar agar lebih banyak darah mengalir ke dalam alam penis Anda.
* Anda perlu semacam mekanisme yang bertindak sebagai katup untuk menghentikan agar darah tidak mengalir keluar dari penis Anda.

MASALAH PEMBULUH DARAH
Berhubung para dokter tidak dapat menemukan sebab-sebab fisik yang mengakibatkan impotensi pada banyak pria, dan pria pun jelas-jelas mencemaskan mengenai hal ini, pihak dokter ini pun menduga bahwa masalah-masalah psikologislah yang menjadi biang keladi dari impotensi ini. Namun di dekade belakangan ini, mereka menyadari bahwa masalah dengan darah yang mengalir ke dalam dan keluar penis mungkin yang menjadi sebab utama dari impotensi. Ini disebut dengan masalah vascular, atau masalah pembuluh darah.

Vascular mengacu ke pembuluh yang membawa darah, yang dinamakan arteri (urat nadi) dan veins (urat darah).


Masalah Arteri


Bila arteri yang bertugas mengalirkan darah ke penis Anda tidak bekerja dengan semestinya, maka sulitlah bagi Anda untuk mendapatkan ereksi.

Apa pun yang mempengaruhi arteri Anda bisa menganggu darah yang harusnya mengalir ke penis. Sebab utama dari darah yang tidak dapat mengalir dengan semestinya adalah:


* Atherosclerosis, atau mengeraskan arteri, yang berhubungan dengan proses penuaan.


* Level kolesterol yang tinggi


* Ada anggota keluarga yang berpenyakit jantung atau serangan jantung, yang memberi kemungkinan Anda mengidap penyakit yang berkenaan dengan pembuluh darah.


* Merokok


* Kurang berolahraga

Semua faktor di atas ini bisa menyempitkan pembuluh darah Anda, atau menjadi kurang berfungsi dan tidak akan begitu bisa mengedarkan lebih banyak darah untuk mengalir. Bila darah tidak dapat mengalir lebih banyak, maka Anda pun tidak dapat berereksi.

Anda pun mungkin menderita luka, seperti jatuh menimpa pagar atau jatuh dari sepeda. Hal ini bisa merusak arteri ke penis Anda.

Masalah yang berkenaan dengan urat darah


Seperti yang sudah dipaparkan di Bagian 2, Anda bisa memperoleh ereksi karena darah yang mengalir ke dalam penis Anda dan mendekam di sana. Darah bersemayam di sana karena urat darah ini, yang biasanya membawa darah keluar dari penis, beroperasi persis seperti katup kecil. Bila Anda memperoleh ereksi, urat-urat darah ini menutup dan menghentikan darah agar tidak mengalir keluar dari penis.

Bagaimana pun juga, urat darah ini bisa bocor. Bila memang bocor, maka darah tidak akan mendekam di dalam penis dan ereksi Anda pun akan tidak dapat bertahan lebih lama dari yang Anda inginkan.

Pola yang biasanya terjadi pada seorang pria yang mengidap masalah urat darah ini adalah: Ia biasa memperoleh ereksi dengan cukup mudah, namun selama durasi ereksi atau bahkan sebelum hubungan seks, penis itu akan menjadi lembek. Ia mungkin tidak akan bisa melanjutkan aktivitas hubungan seksnya untuk kepuasan dirinya dan kepuasan pasangannya, karena penisnya menjadi terlalu loyo.

Diabetes


Banyak pria yang mengidap diabetes menjadi impoten. Ini memang tidak terjadi secara mendadak, namun bisa terjadi 10 atau 15 tahun setelah diabetes mulai menyerang.

Hal ini terjadi karena sejumlah alasan. Seperti yang sudah dijelaskan di Bagian 2, untuk dapat memperoleh dan mempertahankan ereksi Anda memerlukan banyak bagian berbeda dari tubuh Anda untuk berfungsi dengan semstinya. Celakanya, diabetes berdampak pada keseluruhan tubuh Anda dan bisa merusak bagian-bagian yang diperlukan untuk berereksi itu.

Selama jangka waktu yang cukup lama, diabetes lambat-laun mengerutkan pembuluh-pembuluh darah besar. Hal ini merusak kemampuan jantung untuk memompa darah ke dalam penis, yang diperlukan untuk bisa berereksi.

Diabetes juga merusak pembuluh darah kecil, yang menjadi sebab kenapa Anda mungkin mengalami masalah seperti penyakit ginjal dan maag. Pembuluh darah kecil yang sudah rusak ini tidak mengalirkan darah dengan semestinya dari arteri yang lebih besar ke sel-sel yang memerlukan darah.

Masalah ketiga yang ditimbulkan oleh diabetes berkenaan dengan syaraf. Banyak syaraf kecil yang tak dapat diapa-apakan lagi menjadi rusak karena penyakit diabetes yang menggeregoti dalam jangka waktu lama. Inilah kenapa Anda mungkin memperoleh kesulitan atau merasa sukar untuk mempertahankan keseimbangan Anda.

Masalah keempat yaitu dibanding pria lainnya, pria yang menderita diabetes lebih mudah terkena parutan bekas luka, bahkan hanya karena luka yang sepele saja. Jadi bila Anda punya penyakit diabetes, Anda mungkin akan menemukan bekas luka kecil di dalam corpora cavernosa. Bekas luka ini lambat-laun berkontraksi dan dapat menutup pembuluh darah, membuat darah makin sulit untuk mengalir ke dalam penis Anda.

Semua masalah ini bercampur-aduk dan menyatu, memberikan masalah yang tidak bisa dibilang sepele bagi pria yang berpenyakit diabetes.

Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk meringankan masalah ini. Mengontrol tingkat gula dalam tubuh Anda dengan teratur, mengikuti diet yang sudah ditetapkan dengan semestinya, mengendalikan berat badan Anda, dan menuruti semua pengobatan yang sudah diharuskan. Semua hal di atas ini dapat membantu untuk menunda masalah seperti impotensi ini.

Anda juga bisa memastikan bahwa Anda tidak menambah masalah yang sudah ditimbulkan diabetes ini dengan merokok atau minum-minum dengan berlebih-lebihan. Anda pun bisa mengecek bahwa semua pengobatan yang Anda jalani itu tidak memperburuk masalah dengan impotensi ini.

Namun secara garis besar, bila Anda menderita impotensi dan mengidap diabetes, maka dokterlah yang lebih bisa menentukan bisa atau tidaknya Anda memperoleh ereksi, dibanding dengan kiat Anda menolong diri sendiri. Lihatlah Bagian 7 hingga 10 untuk mendiskusikan pilihan-pilihan pengobatan yang ada.

OBAT-OBATAN DARI DOKTER


Pengobatan di jaman sekarang ini bisa berbuat banyak hal yang mengagumkan. Obat-obatan bisa membuat orang yang tadinya nyaris kehilangan nyawanya hidup kembali. Namun sayangnya, setiap obat yang Anda minum punya efek samping sendiri. Dan impotensi merupakan salah satu efek samping yang disebabkan oleh sejumlah jenis obat.

Sejumlah obat bisa mengakibatkan impotensi secara langsung. Sejumlah obat lainnya hanya membuat masalah yang sudah ada makin buruk saja. Inilah daftar obat-obatan yang mungkin bisa membuat Anda impoten. Sebagian besar pria meminumnya tidak akan menjadi impoten.

Tablet-tablet untuk darah tinggi, jantung dan cairan:


* Aldactone (spironolactone).


* Catapres (clonidine).


* Chlotride (chlorothiazide). Juga dijual dengan nama Azide.


* Dichlotride (hydrochlorothiazide).


* Dyazide (triamterene dan hydrochlorothiazide).


* Inderal (propranolol). Juga dijual dengan nama Cardinol, Deralin.


* Isoptin SR (verapamil). Juga dijual dengan nama Isoptin Oral, Cordilox SR, Cordilox Oral, Veradil, Verpamil.


* LoBeta (penbutolol).


* Minipress (prazosin).


* Moduretic (hydrochlorothiazide dan amiloride). Juga dijual sebagai Amizide).


* Natrilix (indapamide).


* Navidrex (cyclopenthiazide).


* Tambocor (flecainide).


* Tenormin (atenolol). Juga dijual dengan nama Noten.

Obat penenang dan antidepresi:


* Marplan (isocarboxazid).


* Nardil (phenelzine).

Obat-obatan lain yang mungkin mengakibatkan impotensi:


* Atromid-S (clofibrate) untuk kolesterol darah tingkat tinggi.


* Maxolon (metoclopramide) untuk mual dan muntah-muntah.


* Tagamet (cimetidine) untuk maag. Juga dijual dengan nama Duractin.


* Obat-obatan yang digunakan dalam perawatan kanker prostat.

Banyak di antara obat-obatan ini merupakan jenis hormon seks wanita.

Tidak hanya menyebabkan atau memperburuk impotensi, sebagian dari obat-obatan ini bisa menurunkan libido atau nafsu seks Anda. Jadi, meski secara fisik mereka tidak membuat Anda sulit untuk memperoleh ereksi, obat-obatan ini membuat Anda merasa seolah Anda tidak bisa diganggu-gugat untuk berhubungan seks. Selain masalah yang ditimbulkan karena obat-obatan yang diresepkan ini, sejumlah obat yang terlarang (khususnya mariyuana) juga bisa merusak keperkasaan Anda.

OBAT-OBATAN DARI LINGKUNGAN SEKITAR


Memberitahukan berita-berita yang tidak sedap itu memang tidak enak, apalagi kalau begitu banyak berita buruk yang bertebaran di sekitar, namun fakta mengatakan bahwa merokok dan minum minuman keras itu tidaklah baik untuk Anda.

Anda mungkin sudah tahu akan hal ini. Dokter mengatakannya juga kepada Anda. Teman-teman pun tak ketinggalan memberitahukannya. Mungkin bisa untuk bersikap cuek dengan berita-berita yang bertebaran di sekeliling Anda, namun menutup mata Anda dengan akibat yang berbahaya mungkin akan memberi Anda akibat yang lebih dari yang Anda bayangkan.

Namun apa yang mungkin tidak Anda sadari adalah bahwa merokok dan minum-minum itu tidaklah baik untuk penis Anda. Mereka bisa-bisa membuat Anda impoten.

Merokok


Nikotin yang terkandung dalam sigaret dan tembakau pipa mengerutkan arteri Anda. Hal ini mengurangi darah yang mengalir ke seluruh tubuh Anda. Peran nikotin yang membuat arteri mengerut inilah yang menjadi salah satu alasan utama mengapa orang-orang yang merokok gampang terkena serangan jantung. Ini karena coronary arteri yang mensuplai darah ke jantung mereka menjadi mengerut.

Dengan cara yang sama, nikotin mengurangi darah yang mengalir ke penis. Tentu saja, Anda tidak akan menderita serangan penis, namun Anda mungkin akan menjadi impoten bila aliran darah yang terhambat cukup parah.

Dalam beberapa minggu Anda menghentikan kebiasaan merokok, darah yang mengalir di sekitar jaringan tubuh Anda menjadi makin bertambah. Meskipun merokok mungkin tidak menjadi satu-satunya penyebab impotensi Anda, kebiasaan ini mungkin menjadi sebuah faktor yang mempengaruhi keseimbangan dari aliran darah yang kurang cukup bagi Anda untuk bisa memperoleh ereksi.

Menghentikan kebiasaan merokok mungkin hal yang paling penting agar Anda memperoleh kembali keperkasaan Anda. Merokok dan minum minuman keras bisa membuat Anda impoten.

Alkohol


Alkohol jelas-jelas menimmbulkan aneka keanehan terhadap seksualitas kaum pria. Cairan ini membangkitkan nafsu seks Anda dan membuat Anda memikirkan tentang seks. Wanita di depan Anda pun menjadi nampak lebih aduhai dan menggairahkan secara seksual. Selain itu, Anda pun menjadi lebih berani dan bersemangat, tidak takut-takut, dan lebih mudah bagi Anda untuk mengubah imajinasi seks yang menggelora di dalam pikiran Anda itu menjadi kenyataan.

Namun di lain pihak, alkohol ini pun membuat Anda tidak begitu menarik secara seksual. Dan minuman ini pun tidak salah lagi mengurangi keperkasaan Anda.

"Brewer's droop" bukanlah sebuah lelucon, namun kenyataan yang memang terjadi. Bahkan untuk kaum remaja. Bila para remaja ini sudah cukup banyak minum, mereka pun jadi sukar untuk berereksi. Semangat boleh menggebu-gebu, namun apa daya "si Ntong" masih juga loyo?

Tentu saja, sebagian besar remaja hanya minum-minum di akhir minggu dan mereka tidak menganggap diri mereka impoten karena segelintir kegagalan yang mereka alami ketika mereka ingin memperoleh ereksi.

Namun sebagian pria yang berada di usia 30-an dan yang lebih tua, minum lebih dari sekedar beberapa kali setiap malam. Hal ini berarti mereka kemungkinan tidak mampu untuk memperoleh ereksi tidap malamya- waktu-waktu dimana sebagian pria yang sedang berusaha berereksi ingin memperoleh ereksi itu. Mereka sudah menjerumuskan diri mereka sendiri ke dalam lubang impotensi.

Mengurangi kebiasaan minum minuman keras jelas merupakan jawaban untuk masalah ini. Bila Anda hanya sedikit minum, dan tidak begitu sering lagi minum, maka kemungkinan besar impotensi Anda akan berkurang dan Anda pun akan memperoleh kembali keperkasaan seksual Anda. Tentu saja, hal ini tidaklah selalu mudah untuk dilakukan. Untuk banyak pria, setengah lusin bir setelah bekerja sudah menjadi bagian dari hidup mereka, dan sukar bagi mereka untuk mengubah gaya hidup itu. Namun dengan usaha keras, dan bantuan dari keluarga Anda, dan juga dukungan dari kelompok seperti Alcoholic Anonymous, atau dengan bantuan profesional bila memang diperlukan, hal ini bisa Anda lakukan.

MAKIN BERTAMBAHNYA USIA


Semakin bertambahnya usia seorang pria, maka makin sulitlah baginya untuk memperoleh ereksi. Pria yang lebih tua secara keseluruhan memperoleh hanya sedikit ereksi dan itu pun tidak sekokoh seperti yang mereka peroleh di waktu muda dulu.

Bila kaum pria dengan usia yang lebih tua terganggu konsentrasinya, kemungkinan mereka kehilangan ereksi lebih besar dibanding kaum muda. Begitu pun juga waktu di antara ereksi yang makin memanjang seiring dengan bertambahnya usia Anda. Seorang pria muda bisa memperoleh orgasme 5 kali sehari, sedangkan seorang pria yang berusia lebih tua mungkin tidak akan dapat berereksi selama berhari-hari atau bahkan seminggu setelah orgasme yang ia peroleh.

Mustahil juga untuk memperoleh ereksi hanya dengan memikirkan seks, atau membicarakan mengenainya, atau bahkan mempersiapkan untuk menikmatinya. Banyak pria dengan usia yang lebih tua, bahkan pria di usia 30-an, dan 40-an, membutuhkan rangsangan langsung di penis mereka untuk memperoleh ereksi.

Hal ini tergolong cukup normal. Suplai darah yang dimiliki pria dengan usia yang lebih tua tentu tidaklah sebagus yang dimiliki pria yang usianya lebih muda. Syarafnya mungkin juga tidak akan befungsi dengan baik. Konsentrasi pria yang lebih tua ini mungkin tidak akan baik juga. Hormon yang ada dalam tubuhnya tidak selincah dulu lagi. Seperti dalam bagian-bagian hidup lainnya yang kian lamban dari seorang pria yang lebih tua, begitu pun kehidupan seksnya yang kian melamban.

Namun tidaklah normal kalau kita katakan bahwa pria yang sudah mencapai 60 itu tidak akan bisa memperoleh ereksi lagi. Bila seorang pria yang berusia lebih tua tidak bisa berereksi sama sekali, maka pasti ada sesuatu yang tidak beres. Dan sesuatu ini pasti biasa disembuhkan.

Namun hal ini menimbulkan satu pertanyaan penting: Bila Anda berusia 70 atau 80 dan tidak dapat memperoleh ereksi lagi, apakah itu hal yang patut dikuatirkan? Apa Anda memang masih membutuhkan ereksi?

Sebagian pria yang tergolong lebih tua menikmati kehidupan seks yang aktif dan memuaskan, dan ingin penis mereka tetap bisa bertindak persis seperti jaman mereka muda dulu. Hal ini khususnya menjadi kasus bagi pria yang tergolong lebih tua yang kawin dengan wanita yang lebih muda, namun juga menjadi kasus yang dialami pria yang telah biasa menjalani hidup mereka dengan aktif dan mereka nampak lebih muda dibanding umur mereka sesungguhnya.

Di pihak lain, sebagian pria yang tergolong lebih tua merasa bahwa mereka tidak bisa menoleh seks lagi. Mereka sudah pernah merasakannya, sudah melakukannya.

Tidak ada cara yang benar atau salah dalam soal merasakan seks kalau Anda memang sudah makin tua. Hanya satu hal yang perlu diperhatikan, bila Anda memang tidak bisa memperoleh ereksi lagi dan Anda masih tetap menginginkannya, jangan sampai usia menghalangi Anda untuk memperoleh pertolongan.

JANGAN BERPRASANGKA YANG TIDAK-TIDAK


Bila Anda memang punya penyakit diabetes, dan Anda impoten, sebaiknya jangan langsung menduga bahwa diabetes Anda itu yang menyebabkan impotensi. Selalu ada manfaatnya bagi Anda untuk menjalani pemeriksaan dan tes fisik secara menyeluruh untuk memastikan ada atau tidak adanya sebab-sebab yang lain.

MEROKOK


Ada peringatakan kesehatan yang tertera pada kemasan-kemasan rokok, yang berbunyi: "Merokok mengakibatkan kanker paru-paru", "Merokok mengakibatkan Anda menderita penyakit jantung", dan "Merokok mengurangi kebugaran tubuh Anda." Banyak yang menduga bahwa kalau di kemasan sigaret itu tertera tanda peringatan "Merokok bisa menghambat ereksi Anda," pesan itu mungkin akan lebih efektif!

MASA-MASA SETELAH OPERASI


Operasi apa pun yang berhubungan dengan tulang belakang, bagian bawah perut atau panggul Anda, bisa membuat Anda impoten. Operasi yang termuk dalam hal ini yaitu operasi:

* Pada pembuluh darah utama, seperti arteri aorta, dan iliac.


* Pada isi perut Anda (usus besar) seperti pengobatan pada kanker usus.


* Pada kelenjar prostat Anda- prostatectomy terbuka, dimana para dokter membedah melalui perut Anda, kerap mengakibatkan impotensi. Sedangkan transurethral resection (UTR), yang dilakukan mellaui urethra Anda, hanya menyebabkan impoten yang terjadi kadang-kadang saja. Bagaimana pun juga, hal ini mengakibatkan retrogade ejaculation, di mana air mani diejakulasikan kembali ke dalam kandung kemih, bukannya ke bawah urethra. Ini karena otot pada leher kandung kemih tidak dapat menutup, karena kerusakan pada syaraf pada wilayah itu.

Mengapa operasi menyebabkan impotensi sebagian besar adalah karena hal itu menganggu-gugat syaraf yang berada di sepanjang tulang belakang Anda hingga ke penis Anda.

MASALAH YANG SUDAH ADA SEJAK LAHIR


Semua hal yang menyebabkan urat syaraf tulang belakang tidak bisa berkembang dengan semestinya bisa menyebabkan impotensi. Satu contoh dari hal ini adalah spina bifida. Pada spina bifida, urat syaraf tulang belakang tidak menutup dengan semestinya selama perkembangan terjadi.

Spina bifida bisa menjadi masalah yang amat sepele, hanya menyebabkan sembelit karena syaraf yang menuju ke arah perut tidak berfungsi dengan semestinya. Atau, akibatnya bisa amat parah, dan fatal dalam beberapa hari kelahiran. Atau juga akibat-akibat semacamnya.

LUKA-LUKA PADA SUMSUM TULANG BELAKANG


Syaraf ke arah penis Anda berasal dari urat syaraf tulang belakang Anda. Apa pun yang merusak tulang belakang dan urat syaraf tulang belakang Anda bisa membuat Anda impoten.

Sebagian besar pria yang lumbuh bagian bawahnya (quadraplegic atau paraplegic) tidak merasakan sensasi pada penis mereka. Juga, karena keterkaitan di antara otak dan syaraf yang berasal dari syaraf tulang belakang sudah rusak, pikiran erotis apa pun dalam benak mereka namapaknya tidak akan bisa diterjemahkan menjadi ereksi.

Namun karena jalan refleks dari penis ke urat syaraf tulang belakang dan kembali lagi, banyak pria yang menderita quadraplegia atau paraplegia bisa memperoleh ereksi bila penis mereka langsung dirangsang.

RADIOTERAPI


Radioterapi atau pengobatan melalui radiasi terhadap bagian perut bawah atau panggul bisa mengakibatkan impotensi. Hal ini terjadi karena syaraf langsung menjadi rusak karena radiasi, atau karena jaringan di dalam tubuh terluka setelah radiotrapi sudah selesai, yang mendorong syaraf dan menjadikannya rusak.

PENYAKIT PEYRONIE


Penyakit Peyronie adalah sejenis penyakit yang aneh. Tanpa alasan yang cukup jelas, sedikit bagian dari tunica albuginea dari penis mulai membentuk jaringan yang berserat-serat. Fibrosis ini mungkin akan makin berkembang ke corpora cavernosa. Jaringan berserat ini kemudian berkontraksi. Pada akhirnya, akibat yang ditimbulkannya adalah penis yang bengkok secara permanen.

Sebagian besar pria yang menderita penyakit Peyronie ini melihat penis mereka yang berbentuk aneh itu hanya sebagai bahan pembicaraan saja, tidak lebih dari itu. Namun untuk sejumlah pria, karena lengkungan dan penciutan itu, penis menjadi begitu melengkung hingga sulit bagi mereka untuk memasukkannya ke dalam vagina, walau mereka sudah mencoba dari sudut mana pun juga. Dan sebagian pria lainnya juga melihat baha penis itu tidak bisa berkembang begitu saja untuk dapat berereksi. Dengan kata lain, sejumlah pria yang mengidap penyakit Peyronie yang parah mungkin akan menjadi impoten, sedangkan pria lainnya mungkin masih bisa perkasa namun tidak mampu lagi untuk berhubungan seksual.

Dulu, pengobatan utama untuk menangai penyakit Peyronie ini adalah operasi untuk memotong jaringan berserat dalam tunica albuginea. Namun kini, menurut para dokter, biasanya akan lebih baik untuk menjahit tunica albuginea di sisi lain dari si penis.

Metode pengobatan ini mungkin tidak akan membuat penis berkembang lebih mudah, namun jelas bisa membuat si penis lebih lurus. Namun meski begitu, lebih baik lagi untuk tidak menjalani operasi ini. Kadang-kadang, penyakit Peyronie bisa hilang sendiri.

Untuk membuat suatu penyakit aneh menjadi lebih aneh lagi, dokter telah melihat dengan cermat bahwa pria yang menderita penyakit Peyronie ini punya peluang yang lebih besar untuk memperoleh sesuatu yang dikenal denagn Dupuytren's contracture. Ini merupakan penciutan pada jari yang lebih kecil dan kadang-kadang jari manis. Jari-jemari ini ini bisa menjalar ke arah telapak tangan, seperti cakar kuku.

Tidak ada juga yang tahu apa yang menyebabkan terjadinya Dupuytren's contracture ini.

KEKURANGAN HORMON


Meskipun kekurangan hormon itu biasanya sesuatu yang tergolong langka, sedikit pria memang ada yang menderita kekurangan hormon pria yang diperlukan untuk mendorong terjadinya perkembangan seksual, produksi sperma dan keberhasilan memperoleh ereksi. Anda banyak alasan mengapa hal ini bisa terjadi.

Satu hal yang menjadi sebab mengapa ini terjadi dikenal dengan Sindrom Klinefelter, yaitu ketidaknormalan bawaaan dari kromosom. Bukannya memiliki satu kromoson X dan satu kromosom Y, pria yang menderita sindrom Klinefer ini malah punya dua X dan satu Y. Pria yang mengidap sindrom Klinefer ini tidak memproduksi testosteron yang cukup.

Pria yang menderita impotensi juga bisa mempunyai kekurangan hormones luteinising hormone (LH) dan follicle stimulating hormone (FSH), atau sebuah akses hormon proclatin (lihat Bagian 6). Biasanya, impotensi bisa disebabkan karena kekurangan hormon thyroid, yang dihasilkan dalam kelenjar thyroid pada leher.