Tuesday, December 16, 2008

Lemak Trigliserida Perlu di Waspadai

Lemak Trigliserida Perlu di Waspadai

RENTAN: Orang yang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas rentan memiliki kandungan lemak darah termasuk trigliserida tinggi yang bisa memicu stroke.

CHICAGO-- Buat orang-orang yang mengikuti perkembangan lemak darah mereka, trigliserida mungkin menjadi lemak baru yang perlu diawasi, kata beberapa peneliti di Chicago, Selasa (11/11).

Sebuah studi awal pekan ini menemukan, persentase orang dewasa di Amerika Serikat dengan trigliserida tinggi telah berlipat-ganda selama tiga dasawarsa terakhir. Tampaknya disebabkan oleh peningkatan angka orang yang kegemukan.

Dalam studi lain, beberapa peneliti Denmark melaporkan pemeriksaan darah yang tak mengharuskan orang berpuasa memperlihatkan hubungan kuat antara kadar triglyceride tinggi dan resiko stroke akibat penggumpalan darah.

Secara keseluruhan, kedua studi itu menunjukkan perlunya bagi penangan secara lebih baik trigliserida, lemak darah yang secara khusus telah berada pada lapis kedua "low-density lopoprotein" atau LDL, yang dikenal sebagai kolesterol "jahat" karena perannya dalam mengakibatkan serangan jantung dan stroke.

Obat penurun kolesterol yang dikenal sebagai "statin" membantu mengurangi LDL, tapi obat itu seingkali tak menangani tingkat tinggi trigliserida yang diperoleh dari lemak yang dikonsumsi orang dan lemak di dalam tubuh. Secara khusus, triglyceride dan lemak lain diukur setelah orang berpuasa selama delapan sampai 12 jam.

Trigliserida adalah faktor resiko terpisah bagi sakit jantung, penyebab utama kematian di Amerika Serikat.

Dalam studi di Denmark, yang disiarkan di dalam Journal of the American Medical Association, Borge Noerdestgaard dari Copenhagen University Hospital mempelajari tingkat triglyceride tanpa orang berpuasa untuk melihat seberapa baik mereka dapat meramalkan resiko stroke.

Misalnya, seseorang yang berusia 55 tahun atau lebih dengan tingkat trigliserida tertinggi yaitu di atas 443 miligram per desiliter, memiliki 17% resiko stroke dalam waktu 10 tahun. Sementara itu, orang dengan kadar trigliserida paling rendah, 89% per desiliter, memiliki resiko sebesar 3% untuk terserang stroke.

"Trigliserida orang yang tak berpuasa bahkan mungkin lebih baik dibandingkan dengan triglyceride orang yang berpuasa dalam meramalkan resiko," kata Nordestgaard dalam suatu wawancara telepon.

Dia mengatakan, pemeriksaan tanpa puasa jauh lebih meyakinkan bagi pasien, suatu faktor yang mungkin membuat lebih banyak orang mau diperiksa.

Satu studi AS awal November, dalam suatu pertemuan American Heart Association di New Orleans menemukan, kandungan trigliserida meningkat.

Studi oleh survei kesehatan pemerintah selama 30 tahun tersebut mendapati bahwa meskipun kadar LDL telah turun, persentase orang dewasa dengan kandungan tinggi trigliserida telah berlipat ganda.

"Saat LDL diserap oleh penggunaan statin, triglyceride muncul sebagai faktor resiko baru lemak darah," kata Dr. Jerome Cohen dari St. Louis University School of Medicine di Missouri, yang mengerjakan studi itu, dalam satu wawancara telepon.

Dia mengatakan, studi tersebut memperlihatkan peningkatan dramatis jumlah orang Amerika bertubuh gemuk mungkin membantu dalam menjelaskan peningkatan itu.

Dr. Irene Katzan dari Cleveland Clinic di Ohio, yang tak terlibat dalam kedua studi tersebut, mengatakan studi itu dan yang lain mencerminkan peningkatan pusat perhatian pada pengendalian trigliserida. "Akhirnya lemak itu mendapat perhatian yang semestinya," katanya. (reuters/ant/ri)

No comments: