Wednesday, December 3, 2008

Mangga




Klasifikasi :
Kingdom Plantae – Plants
Subkingdom Tracheobionta – Vascular plants
Superdivision Spermatophyta – Seed plants
Division Magnoliophyta – Flowering plants
Class Magnoliopsida – Dicotyledons
Subclass Rosidae –
Order Sapindales –
Family Anacardiaceae – Sumac family
Genus Mangifera L. – mango
Species Mangifera indica L. – mango

Mangga merupakan tanaman buah tahunan berupa pohon yang berasal dari negara India. Tanaman ini kemudian menyebar ke wilayah Asia Tenggara termasuk Malaysia dan Indonesia.

Lokasi yang sesuai untuk tanaman mangga ini pada curah hujan yang tidak terlalu tinggi dan ketinggian tempat sekitar 1.200 m dari permukaan laut. Mempunyai batang sedang dan tingginya mencapai 25 m. daun berbentuk lonjong dan tunggal. Buahnya berbentuk bulat panjang.

Jenis mangga yang terkenal, yaitu mangga gedong, mangga gadung, mangga golek, mangga harum manis, mangga madu, mangga dodol, mangga gurih.

Mangga yang telah matang berwarna hijau atau kuning (tergantung pada varietasnya) dan mempunyai tangkai buah yang berwarna cokelat. Hindari mangga yang terlalu keras atau lunak, layu, dan tercium bau fermentasi.
Umumnya mangga dinikmati sebagi juice atau dimakan langsung.

Ciri-ciri fisiknya adalah seperti berikut:
•Daun
Berwarna hijau, berselang-seling, dan mempunyai bentuk lonjong, dengan panjangnya sebanyak 15-35 cm dan lebarnya 6-16 cm. Ketika muda, warnanya jambu merah-jingga, tetapi berubah dengan cepatnya menjadi merah tua berkilat, dan kemudiannya hijau tua ketika matang.
•Bunga
Berbentuk bulir ujungnya, dengan panjang 1-0,4 cm. Ukuran bunga kecil dan berwarna putih, dengan lima kelopak yang panjangnya 5-10 mm. Bau bunga ini sedikit harum seperti bau bunga lili. Setelah kelopak bunga rontok, buahnya akan matang setelah 3-6 bulan.
•Buah
Apabila masak, buah ini terjuntai-juntai dari dahan dengan tangkai yang panjang. Ukuran buahnya antara 10-25 cm panjangnya, dan 7-12 cm diameternya. Beratnya hingga 2.5 kg. Warna buah yang masak berbeda-beda antara warna kuning, jingga, atau merah pada bagian yang menghadap ke matahari, dan warna kuning pada bagian yang teduh. Warna hijau biasanya menunjukkan bahwa buah itu masih belum masak, tetapi ini bergantung kepada kultivarnya. Apabila masak, buah ini memberi bau damar yang sedikit wangi.
•Biji
Satu biji tunggal yang leper, dan berbentuk empat segi panjang, dengan ukuran panjang 4-7 cm, lebar 3-4 cm, dan lebar 1 cm. Bergantung kepada kultivarnya, biji ini berserabut atau licin pada permukaannya. Tebal kulit biji 1-2 mm dan di bawah kulit ini, terdapat satu lapisan tipis seperti kertas yang melingkupi biji tersebut.

Manfaat mangga untuk terapi antara lain :
1.Desinfektan tubuh
2.Pembersih darah
3.Menurunkan panas badan
4.Menghilangkan bau badan

Mangga paling baik dimakan sebagai buah segar. Buah ini mengandung gula dan sedikit asam. Mangga mengandung sejumlah asam galat yang baik bagi isi saluran pencernaan. Sangat baik untuk desinfektan tubuh sehingga melindungi tubuh dari serangan infeksi. Mangga dianggap mampu membersihkan aliran darah dan mengurangi kelebihan panas badan. Selain itu mangga juga baik untuk menghilangkan bau badan.

Kandungan : vitamin C, karoten dan flavonoid yang tinggi dapat berfungsi sebagi antioksidan, salah satunya ádalah untuk mencegah kanker.

Khasiat : buah mangga yaitu obat asma, bronkitis, sesak nafas dan influenza berat.

Tanaman mangga merupakan tanaman tahunan yang mengalami dormansi kuncup. Faktor lingkungan yang mempengaruhi dormansi kuncup antara lain adalah intensitas, kualitas dan kuantitas penyinaran. Salah satu kendala penting dalam meningkatkan produksi buah mangga adalah besarny'a jumlah kerontokan buah yang terjadi pada setiap stadiaperkembangan buah sejak terjadinya antesis sampai menjelang buah dipanen. Pengelolaan mangga dengan memberikan nutrisi makro dan mikro. Salah satu penunjang terhadap pertumbuhan tanaman yang balk adalah pemberian nutrisi diantaranya pupuk makro dan mikro secara seimbang.

Proses kerontokan pada tanaman mangga dapat terjadi pada bagian tanaman yaitu daun, bunga, buah atau cabang dari batang pokok. Dilihat dari segi anatomi tanaman dikotil terlihat bahwa tanaman tersusun dari berbagai struktur, beberapa masalah yang dapat menimbulkan kerontokan bagian tanaman diantaranya, suhu rendah (dingin), panas, kekeringan, kimiawi, penuaan dan bermacam-macam jenis kerusakkan. Pengaturan waktu pembungaan tanaman mangga dapat dilakukan dengan pemberian zat pengatur tumbuh paklobutrazol. Kondisi lingkungan diantaranya musim hujan, pemberian nutrisi, dan pengaturan pengairan pada musim kemarau merupakan masalah yang berpengaruh terhadap ketahanan organ reproduksi.

Kerontokan bunga maupun buah menyebabkan rendahnya produksi buah mangga. Kejadian ini dimulai setelah buah terbentuk dan kerontokan terbanyak terjadi pada minggu pertama setelah itu kerontokan buah akan mereda pada minggu ke lima dari sejak terjadinya penyerbukan. Kerontolan buah selanjutnya juga terjadi pada buah yang hampir masak walaupun jumlahnya sedikit.

Anatomi

Kayu dari mangga domestica karena terlalu banyak mengandung cairan dang etas, cabang-cabangnya yang besarpun tidak dapat diandalkan. Dilukiskan sebagai : agak berat, berwarna putih kekuning-kuningan dan agak lunak, dan mempunyai lingkaran-lingkaran tahun yang jelas. Menurut suatu catatan pabrik-pabrik korek api di Inda karena tidak ada lainnya yang lebih baik unutk sementara waktu merasa puas memenuhi kebutuhannya dengan gubal dari pohon mangga muda.

Orang jawa menggunakan seduhan dari kulit batang untuk memberi warna hijau pada pakaian yang telah dicat biru dengan indigo. Diberitahukan untuk memberi warna hijau pada bahan anyaman. Dikatakan bahwa kulit batang yang pahit dan aromatis digunakan terhadap diare, leucorhee, dan dianggap harsanya mempunyai daya anti syphilis. Kuit batang mangga yang ditumbuk halus dengan kapur sirih, kemudian dicairkan dengan minyak tanah atau minyak kelapa digunakan terhadap peradangan di daerah kuku pada kaki kuda.

Daunnya yang muda dan berwarna coklat kelembayungan dapat dimakan mentah atau sebagai acar. Oleh orang jawa yang dimakan sebagai lauk dengan nasi adalah hanya daun muda dari varietas-varietas palem dodol, p. laliwiwa, dan p. sengir ; akan tetapi mungkin yang tersebut pertama harus diabaikan karena ia tajam rasanya dan dapat ditambahkan mangga kidang dan m. gurih yang juga dapat dimakan.

Di Madura daun-daun ini digunakan sebagai makanan ternak bila hanya terdapat makanan ternak sedikit. Pemberian makanan yang semacam dengan daun mangga kepada sapi, menyebabkan mereka sakit-sakitan dan dalam keadaan demikian keadaan urine mereka dapat dipisahkan zat pewarna kuning, yang di India dikumpulkan.

Buah yang mentah sangat cocok dan umumnya direndam dalam air garam dan cuka,seperti halnya dengan buah zaitun Spanyol, buah mentah yang telah diolah demikian dimakan bersama berbagai makanan untuk membangkitkan selera makan. Dari buah mangga yang telah masak dibuat moes (lempuk) yang rasanya menyenangkan dan buah mangga yang masak biasanya dimakan tanpa diolah karena enak rasanya sehingga tidak akan membosankan. Cairan bening dari perasan buahnya, direbus dengan gula biasanya dibuat suatu cairan kental yang tahan lama, yang sangat menyenangkan bagi orang sakit untuk menyegarkan mulutnya. Di Makasar buahnya dalam jumlah banyak tanggal dari pohonnya, karena terlalu banyak untuk dapat dimakan orang; tetapi yang tanggal dipungut dan diperas cairannya hingga berguci-guci banyaknya hanya untuk dibuat cuka.

Mangga mentah merupakan bahan untuk membuat sebagian besar chutnev dari perdagangan. Pengawetan buah mangga dalam kaleng serupa benar dengan pengawetan buah perzik dalam kaleng: kulit dan biji buah dihilangkan dan daging buahnya diawetkan dengan alat-alat.

Isi biji karena pahitnya tidak dimakan, akan tetapi sebagai obat cacing, dan digoreng sebagai obat murus.

FISIOLOGI
Mangifera indica ini atau lebih dikenal dengan nama mangga ini termasuk ke dalam tumbuhan C3 karena produk fiksasi karbon organic pertamanya ialah senyawa berkarbon tiga ( 3-fosfogliserat), dimana tumbuhan ini melewati reaksi gelap dan reaksi terang serta tumbuhan ini memproduksi sedikit makanan apabila stomatanya tertutup pada hari yang panas dan kering. Tingkat CO2 yang menurun dalam daun akan mengurangi bahan ke siklus Calvin, dimana rubisko ini dapat menerima O2 sebagai pengganti CO2. Karena konsentrasi O2 melebihi konsentrasi CO2 dalam ruang udara di dalam daun, maka rubisko menambahkan O2 pada siklus Calvin dan bukannya CO2. Akibatnya produknya terurai dan satu potong senyawa berkarbon dua dikirim keluar dari kloroplas. Lalu mitokondria dan peroksisom akan memecah molekul berkarbon dua itu menjadi CO2 sehingga proses ini sering juga disebut fotorespirasi karena proses ini terjadi dalam cahaya dan mengkonsumsi O2. Akan tetapi fotorespirasi ini tidak menghasilkan ATP. Tahap-tahap respirasi dari tumbuhan ini juga sama secara umum, yaitu melalui tahap glikolisis, grooming phase, siklus Krebs, fosforilasi oksidatif dan ETC.



















No comments: