Showing posts with label Kanker. Show all posts
Showing posts with label Kanker. Show all posts

Thursday, September 3, 2009

Gejala Kanker Pada Anak-anak

Pengobatan Ustadz Galih Gumelar - Belum diketahui pasti apa penyebab kanker pada anak-anak. Kanker yang menyerang bayi sejak dilahirkan, diduga penyebabnya adalah penyimpangan pertumbuhan sel akibat cacat genetika dalam kandungan. Pada anak-anak yang lebih besar, diduga pemicunya adalah faktor lingkungan dan makanan anak-anak yang tidak sehat. Bisa juga karena radiasi atau infeksi virus. Atau perpaduan antara faktor genetika, lingkungan, radiasi, dan infeksi.

Kanker yang paling banyak dijumpai pada anak-anak adalah kanker darah atau leukemia (25-30%), disusul oleh retinoblastoma (kanker retina mata), limfoma (kanker kelenjar getah bening), neuroblastoma (kanker saraf), kanker ginjal (tumor Wilms), rabdomiosarkoma (kanker otot lurik), dan osteosarkoma (kanker tulang).

Seperti halnya pada orang dewasa, kanker pada anak kemungkinan besar dapat disembuhkan jika ditemukan dalam stadium dini. Tetapi melakukan deteksi dini kanker anak tidaklah mudah, karena anak-anak belum dapat memahami dan menceritakan gejala yang dirasakannya. Karena itu peran orang-orang di sekitarnya sangat penting dalam mendeteksi adanya gejala-gejala kanker.

Menurut beberapa sumber, gejala kanker anak antara lain:

a. Kanker Darah (Leukemia)



Gejala yang perlu diwaspadai dan sering ditemukan pada leukemia antara lain wajah pucat, lesu, lemah, demam yang tidak jelas sebabnya dan tidak sembuh oleh antibiotik, perdarahan yang tidak jelas sebabnya, permukaan kulit tampak lebam biru kehitaman padahal tidak terbentur, nyeri anggota gerak (tulang), perut bengkak/keras, pembesaran kelenjar getah bening.

b. Kanker Otak
Gejala yang harus diwaspadai adalah sakit kepala yang makin lama makin berat, disertai mual sampai muntah yang menyemprot akibat tekanan dari dalam kepala yang meningkat. Dapat pula disertai gangguan bicara, gangguan penglihatan, gangguan keseimbangan, kejang, penurunan kesadaran, bahkan bisa terjadi perubahan perilaku. Ciri khusus pada bayi adalah ubun-ubunnya tampak menonjol.

c. Kanker Retina Mata (Retinoblastoma)
Kanker ini paling banyak menyerang bayi berusia 6 bulan-2 tahun. Gejala yang perlu diwaspadai adalah adanya bercak putih di bagian tengah mata yang seolah bersinar bila kena cahaya (seperti mata kucing). Gejala lain adalah penglihatan terganggu, juling mendadak, dan pada stadium lanjut bola mata menonjol keluar.

d. Kanker Kelenjar Getah Bening (Limfoma Maligna)
Kanker ini kebanyakan menyerang anak-anak usia 5-7 tahun. Gejala yang harus diwaspadai adalah bila terjadi pembengkakan progresif kelenjar-kelenjar getah bening di leher, ketiak, dan usus, tanpa disertai radang dan rasa nyeri. Bila timbul di kelenjar getah bening dalam usus, dapat menyebabkan sumbatan pada usus dengan gejala sakit perut, muntah, tidak bisa buang air besar, dan demam. Bila tumbuh di daerah dada, dapat mendorong atau menekan saluran napas, sehingga penderita mengalami sesak napas dan muka membiru. Selain itu anak tampak lemah, lesu, dan nafsu makan menurun.

e. Kanker Saraf (Neuroblastoma)
Kanker saraf simpatis ini dapat terjadi di berbagai bagian tubuh. Pada anak paling sering terjadi di dekat ginjal, di daerah pinggang, di daerah leher atau rongga dada, dan mata. Bila terdapat di daerah mata, dapat membuat bola mata menonjol, kelopak mata bengkak dan biru, atau kelopak mata turun, dan pupil melebar. Bila terdapat di tulang belakang, dapat menekan saraf tulang belakang dan mengakibatkan kelumpuhan yang cepat. Penyebaran pada tulang dapat menyebabkan patah tulang tanpa sebab, tanpa nyeri, sehingga penderita mendadak pincang. Gejala lain adalah muncul benjolan-benjolan di kepala, atau perut membesar dan keras.

f. Kanker Ginjal (Nefroblastoma)
Nefroblastoma yang sering disebut Tumor Wilms ini paling banyak menyerang anak usia 3-4 tahun, tapi dapat pula menyerang bayi yang baru lahir. Gejalanya ditandai dengan kencing berdarah, rasa tidak enak di perut, dan bila sudah cukup besar perut tampak membesar dan teraba keras.

g. Kanker otot (Rabdomiosarkoma)
Kanker ini dapat menyerang otot di mana saja, pada anak biasanya di daerah kepala, leher, kandung kemih, prostat, dan vagina. Gejala yang ditimbulkan tergantung letaknya. Pada rongga mata, dapat menyebabkan mata menonjol keluar, benjolan di mata. Di telinga menyebabkan nyeri atau keluarnya darah dari lubang telinga. Di saluran kemih menyebabkan gangguan berkemih. Jika mengenai otot lurik anggota gerak, menimbulkan pembengkakan.

h. Kanker Tulang (Osteosarkoma)
Osteosarkoma biasanya menyerang anak usia 10-20 tahun. Dapat menyerang setiap bagian tulang, tetapi yang terbanyak ditemukan pada tungkai, lengan, dan pinggul. Biasanya ditandai rasa nyeri dan pembengkakan pada tulang. Kadang-kadang didahului benturan keras, seperti jatuh yang tidak jelas penyebabnya.

Jika anda menemukan gejala-gejala seperti tersebut di atas pada bayi dan anak-anak anda, segera konsultasikan pada dokter. Pengobatannya pada dasarnya sama dengan orang dewasa, yaitu kombinasi antara operasi, kemoterapi, radiasi, dan transplantasi sumsum tulang.

Sedang upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah, ibu-ibu hamil sebaiknya menghindari radiasi, menghindari polusi dan asap rokok, selalu menyantap makanan sehat dan menghindari makanan yang mengandung bahan-bahan kimia tambahan, mengurangi konsumsi lemak, serta membiasakan anak-anak untuk hidup sehat, menyantap makanan sehat, terlindung dari polusi

Friday, July 31, 2009

Perokok Beresiko Terkena Kanker Pankreas

Pengobatan Ust. Galih Gumelar - Pankreas merupakan organ berbentuk tuba seperti spong dengan panjang sekitar 15 cm. Terletak di bagian belakang perut dengan kepala pankreas berada di sisi kanan perut. Organ ini terhubung dengan duodenum dan bagian atas usus kecil. Pankreas bertugas membuat jus pankreas dan hormon-hormon termasuk insulin. Jus pankreas yang biasa disebut enzim, membantu mencerna makanan dalam usus kecil. Sedangkan insulin mengontrol sejumlah gula dalam darah.

Gangguan paling menakutkan yang terjadi pada organ ini adalah kanker pankreas. Kanker pankreas bisa menjadi sangat ganas, hingga mengakibatkan kematian. Banyak penderitanya meninggal dalam kurun waktu setahun setelah didiagnosis. Sedangkan yang mampu bertahan hidup hanya sekitar 4%. The National Cancer Intitute menyebutkan kanker pankreas sangat jarang bisa disembuhkan.

Karsinoma pankreas menjadi penyebab utama kematian di AS baik pada laki-laki maupun perempuan. Setidaknya 32.300 orang meninggal di tahun 2006 (American Canker Sosciety). Merokok merupakan salah satu faktor resiko kejadian kanker pankreas. Insiden pada perokok meningkat 3 kali lebih banyak dibanding yang bukan perokok. Kurangnya aktivitas, penyakit pankreas kronis, diabetes dan sirosis merupakan faktor resiko. Menurut American Cancer society, jumlah penderita kanker pankreas meningkat di negara-negara dimana masyarakatnya terbiasa melakukan diet tinggi lemak. Kanker pankreas amat jarang terjadi pada mereka yang berusia kurang dari 45 tahun.

Diagnosis pada penyakit yang membuat penyanyi Pavarotti meninggal ini dimulai dari pemeriksaan fisik. Dokter akan menanyakan riwayat keluarga. Suhu tubuh, detak jantung, tekanan darah, urin, dan tinja akan diperiksa. Dokter akan meminta melakukan pemeriksaan pankreas atau barium swallow. Untuk melakukan pemeriksaan ini pasien disuruh untuk meminum cairan barium sebelum disinar X dibagian sistem pencernaan.

Pemeriksaan lain adalah :

  • Angiogram untuk melihat kondisi pembuluh darah.
  • CT Scan untuk melihat bagian-bagian pankreas.
  • Ultrasound Transabdominal untuk melihat pankreas. Dalam prosedur ini sebuah alat yang mampu mengirimkan gelombang suara dengan frekuensi tinggi yang tidak dapat kita dengar akan dimasukkan ke perut. Suara ini akan menggema di pankreas yang akhirnya membentuk gambar di layar monitar.
  • ERCP (Endoscopic Retrogade Cholangiopancreatogram) merupakan sinar X istimewa yang difokuskan pada saluran empedu. Untuk pemeriksaan ini, tuba fleksibel (endoskopi) akan dimasukkan ke perut menuju usus halus. Pewarna akan diinjeksikan ke saluran empedu dan bakal disinari sinar X. Dokter dapat melihat lewat endoskopi dan mengambil jaringan sebagai contoh.
  • Endoscopic Ultrasound merupakan prosedur yang relatif baru yang digunakan untuk mendiagnosis kanker pankreas. Pengguanaannya sama dengan ERCP. Dengan alat ini pula biopsi dapat dilakukan. Biopsi merupakan satu-satunya cara untuk melihat ada tidaknya kanker. Kadang operasi yang disebut laparotomi juga dilakukan. Laparotomi membantu dokter dalam menentukan derajat kanker atau seberapa jauh penyakit ini menyebar.

Bagi pasien dengan kanker yang masih berukuran kurang dari 2 cm, tanpa ada penyebaran ke kelenjar getah bening, operasi pengangkatan kanker dapat menyelamatkan penderita setidaknya sampai lima tahun. Kemungkinan ini bisa mencapai 18-24 %. Perawatan kanker tergantung dari sejumlah faktor, seperti tipe kanker, ukuran dan penyebaran kanker, juga kondisi keseluruhan penderita dan usianya. Meski sulit disembuhkan namun dokter akan berupaya untuk merawat pasien agar kualitas hidupnya meningkat antara lain dengan tindakan bedah, radioterapi, atau kemoterapi. Biasanya pengobatan untuk kanker pankreas sangat luar biasa. Pengobatan akan memberi efek mual, kulit memerah, rambut rontok, kurang nafsu makan, lemah, juga menurunnya berat badan. Asupan gizi serta pola hidup yang baik sangat dibutuhkan untuk mendukung proses pengobatan.

Perut Langsing, Menghindari Kanker Pankreas

Pengobatan Ust. Galih Gumelar – Para wanita yang kelebihan berat terutama di bagian perut, sebaiknya ekstra waspada. Mungkin Anda bisa segera berdiet dan berolahraga untuk mengecilkannya. Penelitian terbaru menyebutkan, kecenderungan lemak berlebih di bagian tubuh tersebut memperbesar risiko hingga 70% terhadap kanker pankreas.

Studi tersebut juga membuktikan bahwa kaitan antara obesitas dan kanker terjadi sama besarnya pada perempuan dan laki-laki. Hal itu diungkap Juhua Luo dari institut Karolinska Swedia pada Jurnal Kanker Inggris seperti dilansir Kantor Berita Reuters, baru-baru ini.

“Kami menemukan risiko meningkatnya kanker pankreas terjadi pada wanita yang menderita obesitas pada masa pasca-menopouse, yang memiliki kelebihan berat di sekitar perut. Obesitas adalah masalah yang dapat dicegah, untuk itu penting bagi para wanita menyadari hal itu berisiko tinggi," jelasnya.

Kanker pankreas menempati urutan kelima yang penyebab kematian. Setidaknya 2% dari diagnosa kanker setiap tahunnya. Namun, menurut Universitas Johns Hopkins di Baltimore, yang berhasil bertahan hidup pada tahun pertama kurang dari 5%.

Hingga saat ini penyebab kanker pankreas yang terbanyak yang disebabkan oleh asap rokok dan sakit pankreas kronis. Kini semakin banyak bukti yang mengungkap bahwa risiko kanker tersebut meningkat karena faktor obesitas pada wanita dan pria.

Penelitian terbaru itu merupakan bagian dari Women's Health Initiative, yang melibatkan lebih dari 138.000 wanita yang sudah memasuki menopause di Amerika Serikat selama lebih dari tujuh tahun. Tim peneliti fokus mempelajari hubungan antara obesitas dan kanker pankreas.

Mereka menemukan 251 wanita benar-benar terkena kanker pankreas, sekitar 78 orang dari mereka memiliki pinggul besar. Setelah menyisihkan faktor lain, maka sekitar 70% dari wanita tersebut sekitar 34 orang tercatat memiliki kelebihan lemak di bagian perut terbanyak benar-benar terjangkit. Penemuan juga menunjukan bahwa kelebihan berat di sekitar perut lebih mudah diprediksi penyakit daripada indeks massa badan, ukuran obesitas.

Tim peneliti juga mengatakan, obesitas lebih berisiko terkena kanker pankreas dengan beberapa faktor lainnya seperti pemakaian insulin tingkat tertentu. Terutama, obesitas juga memperbesar kemungkinan untuk terkena penyakit diabetes. “Seperti yang kita ketahui,lemak yang berlebih pada bagian perut berhubungan dengan meningkatnya level insulin, bisa jadi hal itu menjadi penyebab antara obesitas dan kanker pankreas” terang Luo.

Beberapa penilitian sebelumnya menunjukan, obesitas meningkatkan resiko beberapa tipe kanker termasuk payudara dan usus juga serangan jantung dan kondisi lain

Tuesday, April 28, 2009

Kanker Leher Rahim

Tentu anda sudah tak asing lagi dengan istilah kanker servik (Cervical Cancer), atau kanker pada leher rahim. Benar, sesuai dengan namanya, kanker leher rahim adalah kanker yang terjadi pada servik uterus, suatu daerah pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk ke arah rahim yang terletak antara rahim (uterus) dengan liang senggama (vagina). Kanker ini biasanya terjadi pada wanita yang telah berumur, tetapi bukti statistik menunjukan bahwa kanker leher rahim dapat juga menyerang wanita yang berumur antara 20 sampai 30 tahun.
Memang istilah "kanker" sendiri sudah pasti memberi kesan menakutkan dan menyeramkan. Laksana seorang terpidana menerima hukuman mati.

Bagaimana pula dengan kanker leher rahim?
Apakah juga sama menakutkannya dengan beberapa kanker lainnya?
Menurut para ahli kanker, kanker leher rahim adalah salah satu jenis kanker yang paling dapat dicegah dan paling dapat disembuhkan dari semua kasus kanker. Tetapi, biarpun demikian, di wilayah Australia barat saja, tercatat sebanyak 85 orang wanita didiagnosa positif terhadap kanker leher rahim setiap tahun. Dan pada tahun 1993 saja, 40 wanita telah tewas menjadi korban keganasan kanker ini.

Bagaimanakah kanker leher rahim terjadi?
Layaknya semua kanker, kanker leher rahim terjadi ditandai dengan adanya pertumbuhan sel-sel pada leher rahim yang tidak lazim (abnormal). Tetapi sebelum sel-sel tersebut menjadi sel-sel kanker, terjadi beberapa perubahan yang dialami oleh sel-sel tersebut. Perubahan sel-sel tersebut biasanya memakan waktu sampai bertahun-tahun sebelum sel-sel tadi berubah menjadi sel-sel kanker. Selama jeda tersebut, pengobatan yang tepat akan segera dapat menghentikan sel-sel yang abnormal tersebut sebelum berubah menjadi sel kanker. Sel-sel yang abnormal tersebut dapat dideteksi kehadirannya dengan suatu test yang disebut "Pap smear test", sehingga semakin dini sel-sel abnormal tadi terdeteksi, semakin rendahlah resiko seseorang menderita kanker leher rahim.
Memang Pap smear test adalah suatu test yang aman dan murah dan telah dipakai bertahun-tahun lamanya untuk mendeteksi kelainan-kelainan yang terjadi pada sel-sel leher rahim. Test ini ditemukan pertama kali oleh Dr. George Papanicolou, sehingga dinamakan Pap smear test. Pap smear test adalah suatu metode pemeriksaan sel-sel yang diambil dari leher rahim dan kemudian diperiksa di bawah mikroskop untuk melihat perubahan-perubahan yang terjadi dari sel tersebut. Perubahan sel-sel leher rahim yang terdeteksi secara dini akan memungkinkan beberapa tindakan pengobatan diambil sebelum sel-sel tersebut dapat berkembang menjadi sel kanker.
Test ini hanya memerlukan waktu beberapa menit saja. Dalam keadaan berbaring terlentang, sebuah alat yang dinamakan spekulum akan dimasukan kedalam liang senggama. Alat ini berfungsi untuk membuka dan menahan dinding vagina supaya tetap terbuka, sehingga memungkinkan pandangan yang bebas dan leher rahim terlihat dengan jelas. Sel-sel leher rahim kemudian diambil dengan cara mengusap leher rahim dengan sebuah alat yang dinamakan spatula, suatu alat yang menyerupai tangkai pada es krim, dan usapan tersebut dioleskan pada obyek-glass, dan kemudian dikirim ke laboratorium patologi untuk pemeriksaan yang lebih teliti.
Prosedur pemeriksaan Pap smear test mungkin sangat tidak menyenangkan untuk anda, tetapi tidak akan menimbulkan rasa sakit. Mungkin anda lebih memilih dokter wanita untuk prosedur ini, tetapi pada umumnya para dokter umum dan klinik Keluarga Berencana dapat dimintai bantuan untuk pemeriksaan Pap smear test. Usahakanlah melakukan Pap smear test ini pada waktu seminggu atau dua minggu setelah berakhirnya masa menstruasi anda. Jika anda sudah mati haid, Pap smear test dapat anda lakukan kapan saja. Tetapi jika kandung rahim dan leher rahim telah diangkat atau dioperasi (hysterectomy atau operasi pengangkatan kandung rahim dan leher rahim), anda tidak perlu lagi melakukan Pap smear test karena anda sudah terbebas dari resiko menderita kanker leher rahim. Pap smear test biasanya dilakukan setiap dua tahun sekali, dan lebih baik dilakukan secara teratur. Hal yang harus selalu diingat adalah tidak ada kata terlambat untuk melakukan Pap smear test. Pap smear test selalu diperlukan biarpun anda tidak lagi melakukan aktifitas seksual.

Bagaimanakah Tanda-tanda Kanker Serviks?
Perubahan awal yang terjadi pada sel leher rahim tidak selalu merupakan suatu tanda-tanda kanker. Pemeriksaan Pap smear test yang teratur sangat diperlukan untuk mengetahui lebih dini adanya perubahan awal dari sel-sel kanker. Perubahan sel-sel kanker selanjutnya dapat menyebabkan perdarahan setelah aktivitas sexual atau diantara masa menstruasi.
Jika anda mendapatkan tanda-tanda tersebut, sebaiknya anda segera melakukan pemeriksaan ke dokter. Adanya perubahan ataupun keluarnya cairan (discharge) ini bukanlah suatu hal yang normal, dan pemeriksaan yang teliti harus segera dilakukan walaupun anda baru saja melakukan Pap smear test. Biarpun begitu, pada umumnya, setelah dilakukan pemeriksaan yang teliti, hasilnya tidak selalu positip kanker.

Pengobatan
Seperti pada kejadian penyakit yang lain, jika perubahan awal dapat dideteksi seawal mungkin, tindakan pengobatan dapat diberikan sedini mungkin. Jika perubahan awal telah diketahui pengobatan yang umum diberikan adalah dengan:
  1. Pemanasan, diathermy atau dengan sinar laser.
  2. Cone biopsi, yaitu dengan cara mengambil sedikit dari sel-sel leher rahim, termasuk sel yang mengalami perubahan. Tindakan ini memungkinkan pemeriksaan yang lebih teliti untuk memastikan adanya sel-sel yang mengalami perubahan. Pemeriksaan ini dapat dilakukan oleh ahli kandungan.
Jika perjalanan penyakit telah sampai pada tahap pre-kanker, dan kanker leher rahim telah dapat diidentifikasi, maka untuk penyembuhan, beberapa hal yang dapat dilakukan adalah:
  1. Operasi, yaitu dengan mengambil daerah yang terserang kanker, biasanya uterus beserta leher rahimnya.
  2. Radioterapi yaitu dengan menggunakan sinar X berkekuatan tinggi yang dapat dilakukan secara internal maupun eksternal.
Resiko untuk terserang kanker:
Setiap wanita yang pernah melakukan hubungan seksual mempunyai resiko terhadap kanker leher rahim. Sel-sel leher rahim mungkin mengalami perubahan sehingga sangat diperlukan melakukan Pap smear test secara teratur (baik yang telah ataupun yang belum pernah mendapatkan Pap smear test). Demikian juga bagi anda yang merokok kemungkinan untuk mendapatkan kanker leher rahim sangat besar.
Dijumpainya Human Papilloma Virus (HPV) sering diduga sebagai penyebab terjadinya perubahan yang abnormal dari sel-sel leher rahim.
Memiliki pasangan seksual yang berganti-ganti atau memulai aktifitas seksual pada usia yang sangat muda juga memperbesar resiko kemungkinan mendapat kanker leher rahim.
Apa yang harus anda lakukan untuk menghindari kanker leher rahim ?
Yang pertama, jika anda pernah melakukan hubungan seksual anda harus melakukan Pap smear test secara teratur setiap dua tahun dan ini dilakukan sampai anda berusia 70 tahun. Pada beberapa kasus mungkin dokter menyarankan untuk melakukan Pap smear test lebih sering.
Hal yang ke dua adalah melaporkan adanya gejala-gejala yang tidak normal seperti adanya perdarahan, terutama setelah coitus (senggama).
Hal yang ke tiga adalah tidak merokok. Data statistik melaporkan bahwa resiko terserang kanker leher rahim akan menjadi lebih tinggi jika wanita merokok.
Dengan melakukan beberapa tindakan yang dapat memperkecil resiko tersebut, mudah-mudahan kita dijauhkan dari kejadian kanker leher rahim ini. Semoga.
Dapatkah anda membayangkan, bagaimanakah perasaan anda jika mengetahui hasil pemeriksaan 'Pap Smear' anda memberikan hasil abnormal? Tentulah anda akan merasa kuatir dan cemas, manakala anda mendapati bahwa hasil pemeriksaan 'Pap Smear' anda abnormal. Tetapi janganlah terlalu cemas dahulu, karena tidak semua penampakan sel-sel yang abnormal tersebut berarti kanker. Memang 'Pap Smear' dapat mendeteksi kelainan-kelainan perubahan sel-sel leher rahim secara dini. Paradigma yang harus diingat adalah semakin awal ditemukannya kelainan-kelainan pada pemeriksaan 'Pap Smear', maka akan semakin mudah pula diatasi masalahnya.
Apakah artinya jika 'Pap Smear' anda abnormal.
Hasil 'Pap Smear' dikatakan abnormal jika sel-sel yang berasal dari leher rahim anda ketika diperiksa di bawah mikroskop akan memberikan penampakan yang berbeda dengan sel normal. Kejadian ini biasanya terjadi 1 dari 10 pemeriksaan 'Pap Smear'. Beberapa faktor yang dapat memberikan indikasi diketemukannya penampakan 'Pap Smear' yang abnormal adalah:
  1. Unsatisfactory 'Pap Smear'
    Pada kasus ini, berarti pegawai di Lab tersebut tidak bisa melihat sel-sel leher rahims anda dengan detail sehingga gagal untuk membuat suatu laporan yang komprehensive kepada dokter anda. Jika kasus ini menimpa anda sebaiknya anda datang lagi untuk pemeriksaan 'Pap Smear' pada waktu yang akan ditentukan oleh dokter anda.
  2. Jika ada infeksi atau inflamasi
    Kadang-kadang pada pemeriksaan 'Pap Smear' memberikan penampakan terjadinya inflamasi. Ini berarti bahwa sel-sel di dalam leher rahims mengalami suatu iritasi yang ringan sifatnya. Memang kadang-kadang inflamasi dapat kita deteksi melalui pemeriksaan 'Pap Smear', biarpun kita tidak merasakan keluhan-keluhan karena tidak terasanya gejala klinis yang ditimbulkannya. Sebabnya bermacam-macam. Mungkin telah terjadi infeksi yang dikarenakan oleh bakteri, atau karena jamur'. Konsultasikan dengan dokter anda mengenai masalah ini beserta pengobatannya jika diperlukan. Tanyakan kapan anda harus menjalani 'Pap Smear' lagi.
  3. Atypia atau Minor Atypia
    Yang dimaksud dengan keadaan ini adalah jika pada pemeriksaan 'Pap Smear' terdeteksi perubahan-perubahan sel-sel leher rahims, tetapi sangat minor dan penyebabnya tidak jelas. Pada kasus ini, biasanya hasilnya dilaporkan sebagai 'atypia'. Biasanya terjadinya perubahan penampakan sel-sel tersebut dikarenakan adanya peradangan, tetapi tidak jarang pula karena infeksi virus. Karena untuk membuat suatu diagnosa yang definitif tidak memungkinkan pada tahap ini, dokter anda mungkin akan merekomendasikan anda untuk menjalani pemeriksaan lagi dalam waktu enam bulan. Pada umumnya, sel-sel tersebut akan kembali menjadi normal lagi. Jadi, adalah sangat penting bagi anda untuk melakukan 'Pap Smear' lagi untuk memastikan bahwa kelainan-kelainan yang tampak pada pemeriksaan pertama tersebut adalah gangguan yang tidak serius. Jika hasil pemeriksaan menghasilkan hasil yang sama maka anda mungkin disarankan untuk menjalani kolposkopi.

Apakah kolposkopi itu?
Kolposkopi adalah suatu prosedur pemeriksaan vagina dan leher rahims oleh seorang dokter yang berpengalaman dalam bidang tersebut. Dengan memeriksa permukaan leher rahims, dokter akan menentukan penyebab abnormalitas dari sel-sel leher rahims seperti yang dinyatakan dalam pemeriksaan 'Pap Smear'. Cara pemeriksaan kolposkopi adalah sebagai berikut: dokter akan memasukkan suatu cairan kedalam vagina dan memberi warna saluran leher rahims dengan suatu cairan yang membuat permukaan leher rahims yang mengandung sel-sel yang abnormal terwarnai.. Kemudian dokter akan melihat kedalam saluran leher rahims melalui sebuah alat yang disebut kolposkop. Kolposkop adalah suatu alat semacam mikroskop binocular yang mempergunakan sinar yang kuat dengan pembesaran yang tinggi.
Jika area yang abnormal sudah terlokalisasi, dokter akan mengambil sampel pada jaringan tersebut (melakukan biopsi) untuk kemudian dikirim ke lab guna pemeriksaan yang mendetail dan akurat. Pengobatan akan sangat tergantung sekali pada hasil pemeriksaan kolposkopi anda.

Bagaimanakah dengan aktifitas seksual anda?
Pada tahap ini, anda tidak perlu kuatir dengan aktifitas seksual anda. Anda tidak perlu absen melakukan aktifitas seksual hanya karena pemeriksaan 'Pap Smear' anda positip, karena keadaan kanker atau pre-kanker yang anda derita tidak mungkin ditularkan kepada suami anda. Tetapi jika sedang dalam pengobatan penyembuhan, sebaiknya tanyakanlah kepada dokter anda kapan anda dapat melakukan hubungan sanggama lagi dan seberapa seringnya hubungan tersebut.

Perlukah dilakukan pemeriksaan lanjutan sesudah selesainya pengobatan?
Pemeriksaan lanjutan sesudah selesainya masa pengobatan adalah mutlak diperlukan untuk mendapatkan kepastian bahwa area yang telah diobati telah sembuh sama sekali. Biarpun metode pengobatan yang anda dapatkan sangat efektif, sel-sel yang abnormal kadang-kadang dapat kambuh lagi, bahkan dapat berkembang dengan derajat keparahan yang lebih tinggi. Jadi deteksi dini adalah hal yang sangat esensial sekali. Selama dua tahun pertama masa pengobatan anda, anda disarankan untuk menjalani pemeriksaan 'Pap Smear' setiap tiga bulan atau enam bulan sekali. Jika setelah tiga kali pemeriksaan berturut-turut hasil 'Pap Smear' anda normal, ini berarti anda telah dapat dinyatakan sembuh, dan anda dapat melakukan pemeriksaan 'Pap Smear' tersebut setiap tahun sekali secara kontinyu.

Apa itu kanker serviks?

Kanker serviks (cervical cancer) adalah kanker yang terjadi pada area leher rahim atau serviks. Serviks adalah bagian rahim yang menghubungkan rahim sebelah atas dengan vagina.1


Kanker serviks adalah kanker no 2 yang paling sering menyerang perempuan di seluruh dunia 2
Kanker serviks adalah kanker no 2 yang paling sering menyebabkan kematian karena kanker pada perempuan di seluruh dunia 3

Di dunia,setiap tahunnya sekitar 500.000 perempuan didiagnosa menderita kanker serviks dan lebih dari 250.000 meninggal dunia. Total 2,2 juta perempuan di dunia, setiap tahunnya, menderita kanker serviks. Kanker serviks cenderung muncul pada perempuan berusia 35-55 tahun, namun dapat pula muncul pada perempuan dengan usia yang lebih muda

Di Indonesia, diperkirakan setiap harinya terjadi 41 kasus baru kanker serviks dan 20 perempuan meningal dunia karena penyakit tersebut.

Gejala

Gejala awal kondisi pra-kanker umumnya ditandai dengan ditemukannya sel-sel abnormal serviks melalui tes Pap Smear.1 Sering kali kanker serviks tidak menimbulkan gejala.

Namun bila sel-sel abnormal ini berkembang menjadi kanker serviks, barulah muncul gejala-gejala sebagai berikut 4:

  1. Pendarahan vagina yang tidak normal seperti :
    • Pendarahan di antara periode menstruasi yang regular
    • Periode menstruasi yang lebih lama dan lebih banyak dari biasanya
    • Pendarahan setelah hubungan seksual atau pemeriksaan panggul
  2. Rasa sakit saat berhubungan seksual

Bila mengalami salah satu gejala di atas, segeralah hubungi dokter! Kondisi di atas tidak selalu disebabkan oleh kanker serviks, tapi dapat merupakan tanda infeksi vagina yang perlu segera diobati.


Monday, February 23, 2009

Perut Langsing, Kanker Pankreas Enggan Mendekat

Perut Langsing, Kanker Pankreas Enggan Mendekat

Para wanita yang kelebihan berat terutama di bagian perut, sebaiknya ekstra waspada. Mungkin Anda bisa segera berdiet dan berolahraga untuk mengecilkannya. Penelitian terbaru menyebutkan, kecenderungan lemak berlebih di bagian tubuh tersebut memperbesar risiko hingga 70% terhadap kanker pankreas.

Studi tersebut juga membuktikan bahwa kaitan antara obesitas dan kanker terjadi sama besarnya pada perempuan dan laki-laki. Hal itu diungkap Juhua Luo dari institut Karolinska Swedia pada Jurnal Kanker Inggris seperti dilansir Kantor Berita Reuters, baru-baru ini.

“Kami menemukan risiko meningkatnya kanker pankreas terjadi pada wanita yang menderita obesitas pada masa pasca-menopouse, yang memiliki kelebihan berat di sekitar perut. Obesitas adalah masalah yang dapat dicegah, untuk itu penting bagi para wanita menyadari hal itu berisiko tinggi," jelasnya.

Kanker pankreas menempati urutan kelima yang penyebab kematian. Setidaknya 2% dari diagnosa kanker setiap tahunnya. Namun, menurut Universitas Johns Hopkins di Baltimore, yang berhasil bertahan hidup pada tahun pertama kurang dari 5%.

Hingga saat ini penyebab kanker pankreas yang terbanyak yang disebabkan oleh asap rokok dan sakit pankreas kronis. Kini semakin banyak bukti yang mengungkap bahwa risiko kanker tersebut meningkat karena faktor obesitas pada wanita dan pria.

Penelitian terbaru itu merupakan bagian dari Women's Health Initiative, yang melibatkan lebih dari 138.000 wanita yang sudah memasuki menopause di Amerika Serikat selama lebih dari tujuh tahun. Tim peneliti fokus mempelajari hubungan antara obesitas dan kanker pankreas.

Mereka menemukan 251 wanita benar-benar terkena kanker pankreas, sekitar 78 orang dari mereka memiliki pinggul besar. Setelah menyisihkan faktor lain, maka sekitar 70% dari wanita tersebut sekitar 34 orang tercatat memiliki kelebihan lemak di bagian perut terbanyak benar-benar terjangkit. Penemuan juga menunjukan bahwa kelebihan berat di sekitar perut lebih mudah diprediksi penyakit daripada indeks massa badan, ukuran obesitas.

Tim peneliti juga mengatakan, obesitas lebih berisiko terkena kanker pankreas dengan beberapa faktor lainnya seperti pemakaian insulin tingkat tertentu. Terutama, obesitas juga memperbesar kemungkinan untuk terkena penyakit diabetes. “Seperti yang kita ketahui,lemak yang berlebih pada bagian perut berhubungan dengan meningkatnya level insulin, bisa jadi hal itu menjadi penyebab antara obesitas dan kanker pankreas” terang Luo.

Beberapa penilitian sebelumnya menunjukan, obesitas meningkatkan resiko beberapa tipe kanker termasuk payudara dan usus juga serangan jantung dan kondisi lain.(cr1/rin)

Tuesday, February 10, 2009

Multivitamin Tak Mampu Cegah Kanker dan Penyakit Jantung

PENELITIAN terbesar atas pengunaan multivitamin pada perempuan usia lanjut membuktikan bahwa pil-pil tersebut tidak berarti apa-apa dalam pencegahan kanker pada umumnya atau penyakit jantung.

Penelitian selama delapan tahun pada 161.808 wanita postmenopause (usia 50-an) ini juga mengecewakan para pria yang gemar mengonsumsi vitamin.

Jutaan warga Amerika diberitakan telah menghabiskan miliaran dollar untuk membeli vitamin demi meningkatkan kesehatan mereka. Ini karena penelitian yang memfokuskan diri pada kanker dan penyakit jantung membuktikan konsumsi makanan kaya vitamin dapat melindungi mereka dari penyakit-penyakit itu. Namun, bukti itu bukan hendak menyatakan bahwa pil-pil vitamin (supelemen) itu merupakan pengganti yang terbaik.

Marian Neuhouser, peneliti dari Fred Hutchinson Cancer Research Center di Seattle memberikan nasihat, "Dapatkan vitamin dan mineral dari makanan. Makanan lebih baik daripada suplemen," tegas Neuhouser.

Dr JoAnn Manson yang juga ikut menulis hasil penelitian ini di Archives of Internal Medicine

Satu hal yang perlu diingat, data-data ini sifatnya observasional, bukan hasil penelitian ilmiah ketat. Lagipula, tak jelas apakah konsumsi vitamin bisa mencegah kanker yang sudah ada bertahun-tahun, jelas Manson dari Rumah Sakit Harvard Brigham and Women.

Dia menyatakan, multivitamin mungkin masih berguna "sebagai salah satu bentuk asuransi" bagi mereka yang pola makannya tak sehat.

Eric Jacob, seorang epidemiologis dari American Cancer Society menyatakan kalau suplementasi vitamin memang tidak dianjurkan, gantinya Anda harus mengonsumsi lima porsi buah dan sayur setiap hari dan membatasi konsumsi daging merah.
edisi Senin menyatakan, riset ini bukan berarti hendak bilang bahwa multivitamin tidak berguna sama sekali.

Pola Hidup Sehat Cegah Kanker Prostat

PERJALANAN keganasan sel pada kelenjar prostat tergolong lambat, bukan berarti dapat diabaikan. Pasalnya, kanker prostat tercatat sebagai penyakit pembunuh kedua tertinggi pada pria setelah kanker paru-paru.

Mengenali sedini mungkin serta menerapkan pola hidup sehat dapat melindungi dari keganasan kanker prostat. Bagi kaum hawa, kanker yang menjadi mimpi buruk bisa saja kanker payudara atau kanker leher rahim. Sementara bagi kaum adam, mimpi buruk tersebut adalah kanker prostat.

Prostat sendiri merupakan kelenjar pria berbentuk seperti biji kacang yang memproduksi air mani, cairan tersebut merupakan tempat hidup dan bahan makan bagi sperma. Kanker ini tak hanya mengancam jiwa, juga proses penyembuhannya memiliki efek samping serius, seperti disfungsi ereksi dan kesulitan mengendalikan kandung kemih.

Ditilik dari faktor usia, kanker prostat merupakan kanker ganas yang menyerang lelaki berusia di atas 50 tahun. Kanker prostat jarang menyerang laki-laki di bawah 45 tahun, peluang mengidap penyakit ini tetap sama. Bila ada anggota keluarga yang mengalami kanker prostat.

Celakanya, kanker ini sering tumbuh secara diam-diam dalam kelenjar prostat tanpa gejala apa pun sampai setelah menyebar ke tulang dan jaringan di sekitarnya. Kendati demikian, keganasan sel pada kelenjar prostat dapat disembuhkan asal bisa dideteksi sedini mungkin.

"Untuk itu, bila pada usia 50 tahun ke atas, bila terjadi rasa nyeri tulang, segera cek PSA, yang akan dikaitkan dengan gejala prostatnya," ucap spesialis urologi dari RS Telogorejo, Semarang Dr Ardi Santosa SpU. PSA adalah prostate specific antigen (PSA) untuk mengetahui keberaaan kanker prostat.

Kadar PSA dalam darah ini dapat menunjukkan sebab lain, seperti pembesaran prostat, infeksi atau peradangan. Tindakan medis yang dilakukan, antara lain radiasi, pengangkatan prostat melalui pembedahan, dan terapi hormon untuk menurunkan kadar testosteron

Saturday, January 24, 2009

Kanker Vagina

Vagina adalah saluran yang menghubungkan mulut dan leher rahim dengan bagian luar tubuh. Kanker yang menyerang vagina biasanya ditemukan di saluran vagina, atau pada dinding dalam vagina.

Umumnya kanker ini menyerang perempuan yang telah memasuki masa menopause. Sekalipun demikian, namun berarti perempuan yang berada di fase reproduktif tidak mungkin terkena penyakit ini. Risiko besar dihadapi oleh perempuan yang tidak menjaga kebersihan vagina dan juga perempuan yang sering melakukan hubungan seksual berganti – ganti pasangan.

Penyebab

* Masa menopause
* Kebiasaan merokok
* Perempuan pengidap kanker leher rahim
* Perempuan yang melakukan hubungan seksual dengan pasangan berbeda
* Hubungan seksual pertama saat berumur belasan tahun (remaja)
* Infeksi HPV (Human Papiloma Virus), sejenis virus yang menular melalui hubungan seksual, dan menyebabkan kanker leher rahim, dan kutil kelamin

Gejala

* Sekresi cairan encer dari vagina
* Benjolan pada vagina
* Bila kanker sudah berukuran besar bisa mempengaruhi fungsi kandung kemih dan rektum sehingga penderita mengalami nyeri ketika berkemih.
* Pendarahan vagina yang disebabkan kerusakan pada lapisan vagina dan membentuk luka terbuka

Cara Menghindari

* Menjaga kebersihan vagina
Basuhlah bagian luar vagina dengan air hangat bersih. Hindari pemakaian produk-produk seperti cairan pembersih vagina (douching) atau bedak. Ingat, douching akan membuat pH vagina menjadi tidak seimbang dan mematikan bakteri komensal (bakteri yang hidup dalam vagina) yang merupakan "penjaga" vagina .

* Pemeriksaan kesehatan vagina
Setiap perempuan dianjurkan melakukan pemeriksaan rutin untuk menghindari perkembangan sel-sel kanker. Karena perkembangan penyakit ini berjalan secara bertahap dan membutuhkan waktu bertahun- tahun, sehingga bila tidak dideteksi dari awal virus ini dapat berkembang terus tanpa mampu untuk dicegah lagi.

Pengobatan
Pengobatan serta penanganan kanker vagina sangat tergantung pada tingkat keparahannya. Dapat dilakukan eksisi lokal luas (pengangkatan kanker dan sebagian jaringan di sekitarnya kemudian dilakukan pencangkokan kulit), Vaginektomi (pengangkatan vagina), Eksenterasi (pengangkatan leher rahim, rahim, vagina dan kandung kemih), pemberian obat kanker (kemoterapi), penyinaran (radioterapi).

Jenis pengobatan yang akan dilakukan ditentukan oleh dokter ahli, Semakin dini diketahui, semakin besar kemungkinan dapat ditangani bahkan disembuhkan.




Thursday, January 8, 2009

Kanker Payudara

Untuk banyak wanita, tidak ada penyakit yang lebih menyeramkan dari pada kanker payudara. Kanker payudara menimbulkan ketakutan-ketakutan yang berhubungan dengan kehilangan gambaran tubuh dan kebirahian, operasi, dan kematian. Seperti kasus pada kebanyakan kanker, penyebab yang tepat dari kanker payudara tidak diketahui secara jelas. Lebih jauh, pada saat ini tidak ada penyembuhan untuk penyakit yang telah lanjut, dan tidak ada cara yang pasti untuk mencegahnya.

Pengetahuan kita tentang bagaimana kanker payudara berkembang telah meluas dengan cepat. Sebagai hasilnya, obat-obat baru sedang dikembangkan untuk mengurangi risiko kanker payudara diantara wanita yang berada pada risiko tinggi mengontrak penyakit ini. Untuk kebanyakan wanita, perubahan-perubahan gaya hidup, suatu diet yang sehat, penggunaan yang hati-hati dari antioksidan-antioksidan yang dipilih, latihan, dan penurunan berat badan dapat membantu mengurangi kemungkinan mengembangkan kanker payudara. Pada masa kini, strategi yang paling penting dalam memperbaiki kelangsungan hidup adalah masih tetap screening kanker payudara dan deteksi awal. Kanker payudara adalah penyebab kedua tertinggi dari kematian kanker diantara wanita di Amerika. Penyebab yang memimpin adalah kanker paru-paru. Satu dari delapan wanita di Amerika mengembangkan kanker payudara. Risikonya bahkan lebih tinggi untuk wanita dengan kanker payudara sebelumnya, mereka yang mempunyai saudara derajat satu dengan kanker payudara, mereka dengan banyak anggota keluarga dengan kanker, dan mereka yang mempunyai gen-gen kanker yang diwariskan.
Penyebab-Penyebab Biologi Kanker Payudara

Kanker payudara, seperti semua kanker, pada awalnya berkembang karena kerusakan-kerusakan pada materi genetik deoxyribonucleic acid (DNA) dari suatu sel tunggal. Tubuh manusia terdiri dari triliunan sel-sel. Didalam nuleus dari setiap sel, DNA kita ditempatkan pada kromosom-kromosom. Setiap sel manusia mempunyai dua set dari 23 kromosom-kromosom. Setiap set diturunkan/diwariskan dari satu orangtua. DNA berada sebagai helai-helai panjang dan berspiral pada kromosom-kromosom ini. Segmen-segmen yang berbeda sepanjang helai-helai DNA mengandung informasi untuk beragam gen-gen. Gen-gen adalah cetakbiru-cetakbiru yang menyediakan instruksi-instruksi genetik untuk pertumbuhan, perkembangan, dan perilaku dari setiap sel. DNA manusia diperkirakan mengandung kira-kira 50,000 sampai 100,000 gen-gen. Kebanyakan gen-gen membawa instruksi-instruksi untuk tipe-tipe dan jumlah dari protein-protein, enzin-enzim, dan unsur-unsur lain yang dihasilkan oleh sel-sel. Gen-gen juga mengurus ukuran-ukuran dan bentuk-bentuk dari organ-organ dengan mengontrol angka pembelahan dari sel-sel didalam organ-organ ini. (Sewaktu pembelahan sel, sebuah sel membuat suatu kopi duplikat dari kromosom-kromosomnya dan kemudian membelah menjadi dua sel). Beberapa gen-gen membatasi pembelahan sel dan membatasi pertumbuhan jaringan.

Kerusakan-kerusakan pada helai-helai DNA dapat menjurus pada kesalahan-kesalahan kode gen, yang pada gilirannya dapat menyebabkan penyakit-penyakit. Ketika gen-gen yang biasanya membatasi pertumbuhan dan pembelahan-pembelahan sel absen (tidak hadir) atau rusak, sel-sel yang dipengaruhi dapat membelah dan berlipatganda tanpa pengekangan. Sel-sel yang membelah dan berlipatganda tanpa pengekangan membesar (membentuk suatu tumor) dan dapat juga menyerang jaringan-jaringan dan organ-organ yang berdekatan dengannya. Sel-sel ini lebih jauh dapat memisahkan diri dan berpindah kebagian yang jauh dari tubuh didalam suatu proses yang disebut metastasis. Kemampuan untuk berlipatganda tanpa pengekangan, kecenderungan untuk menyerang organ-organ lain, dan kemampuan untuk bermetastasis ke bagian-bagian lain tubuh adalah karakteristik-karakteristik kunci dari kanker-kanker — karakteristik-karakteristik yang disebabkan oleh kerusakan-kerusakan DNA.

Kerusakan-kerusakan DNA yang menyebabkan kanker dapat diperoleh pada kelahiran (diwariskan) atau dapat berkembang waktu kehidupan masa dewasa. Kerusakan-kerusakan DNA yang diwariskan hadir didalam setiap sel tubuh. Pada sisi lain, kerusakan-kerusakan DNA yang berkembang waktu masa dewasa terbatas pada keturunan-keturunan (produk-produk dari pembelahan sel) dari sel yang terpengaruh yang tungal. Umumnya, kerusakan-kerusakan DNA yang diwariskan mempunyai suatu kecenderungan yang lebih besar menyebabkan kanker-kanker dan kanker-kanker yang terjadi pada awal kehidupan dari pada kerusakan-kerusakan DNA yang berkembang dalam kehidupan waktu dewasa.

Penelitian telah menunjukan bahwa 5%-10% dari kanker-kanker payudara dihubungkan dengan mutasi-mutasi (defects) didalam dua gen yang dikenal sebagai gen-gen yang berhubungan dengan kanker payudara (BRCA), BRCA1 dan BRCA2. Gen-gen ini berfungsi untuk mencegah pertumbuhan sel yang abnormal yang dapat menjurus pada kanker. Setiap sel didalam tubuh mempunyai dua gen BRCA1 atau BRCA2, satu diwariskan dari setiap orangtua. Seorang wanita yang telah menerima satu gen BRCA1 atau BRCA2 yang rusak dari satu otangtua dan satu gen yang sehat dari orangtua lainnya disebut seorang pembawa (carrier) dari gen BRCA yang rusak. Walaupun hanya satu gen BRCA1 atau BRCA2 yang sehat diperlukan untuk membantu mencegah pertumbuhan sel-sel yang bersifat kanker, satu gen BRCA yang sehat yang tersisa adalah mudah terkena kerusakan waktu kehidupan masa dewasa oleh faktor-faktor lingkungan seperti racun-racun, radiasi, dan kimia-kimia lain seperti radikal-radikal bebas. Oleh karenanya, wanita yang mengandung suatu gen BRCA1 atau BRCA2 yang rusak berada pada suatu peningkatan risiko mengembangkan kanker-kanker payudara atau ovari. Wanita yang membawa gen-gen BRCA1 atau BRC2 yang rusak juga cenderung mengembangkan kanker-kanker ini diawal hidupnya.

Mutasi-mutasi genetik yang jarang lainnya adalah juga dihubungkan dengan suatu peningkatan risiko perkembangan kanker payudara, termasuk mutasi-mutasi dari gen p53 penekan tumor (tumor suppressor gene p53), gen CHEK-2 , dan gen ATM (ataxia-telangiectasia mutation).

Karena kerusakan-kerusakan DNA yang diwariskan berjumlah hanya 5%-10% dari kanker-kanker payudara, mayoritas dari kanker-kanker payudara disebabkan oleh kerusakan-kerusakan DNA yang berkembang waktu kehidupan dewasa. Faktor-faktor lingkungan yang dapat menyebabkan kerusakan DNA termasuk radikal-radikal bebas, kimia-kimia, radiasi, dan racun-racun tertentu. Namun bahkan diantara individu-individu tanpa kerusakan-kerusakan DNA yang menyebabkan kanker yang diwariskan, kemudahan mereka terkena kerusakan DNA, kemampuan mereka untuk memperbaiki kerusakan DNA, dan kemampuan mereka untuk menghancurkan sel-sel dengan kerusakan DNA, kelihatannya adalah diwariskan secara genetik. Ini adalah mungkin mengapa risiko kanker adalah lebih tinggi diantara saudara-saudara dari tingkat satu dari pasien-pasien kanker payudara bakan diantara famili-famili yang tidak membawa gen-gen penekan tumor BRCA1 dan BRCA2 yang rusak.

Beberapa dari kesalahan-kesalahan pada mekanisme-mekanisme kontrol yang normal mengizinkan akmulasi dari kesalahan-kesalahan tambahan dibagian-bagian lain dari sistim. Kesalahan-kesalahan ini dapat menjurus pada pembungkaman gen (gene silencing) dari gen-gen kontrol yang kritis atau aktivitas yang berlebihan dari gen-gen lain yang menstimulasi pertumbuhan dengan mengaktifkan tempat-tempat promotor yang berdekatan pada gen-gen yang jika tidak adalah gen-gen normal.

Unsur-unsur lain seperti estrogen (suatu hormon wanita) dan asam-asam lemak tertentu mungkin juga meningkatkan risiko kanker payudara dengan menstimulasi pertumbuhan dan pembelahan sel-sel dari jaringan payudara.